Pemkot Bekasi dan DPRD Hari Ini Berangkat ke Cina untuk Persiapan Groundbreaking PSEL Juli Mendatang
Joseph Wesly June 26, 2026 11:50 AM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, KOTA BEKASI- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama unsur DPRD, serta perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang berangkat kunjungan kerja ke Huzhou, Cina pada Jumat (26/6/2026).

Rombongan dipimpin Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, diikuti Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, serta anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kadis LH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, serta sejumlah tokoh masyarakat Bantargebang.

Kunjungan itu berkaitan dengan persiapan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik PT Wangneng Environment yang nantinya akan diterapkan di Kota Bekasi.

Kiswatiningsih mengatakan, kunjungan dilakukan untuk mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam satu kunjungan tersebut sebagai upaya membangun transparansi sekaligus memperkuat pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang penanganan sampah di Kota Bekasi.

Kunjungan dilakukan dengan harapan seluruh pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung proses operasional teknologi waste to energy, mulai dari penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi hingga konversi menjadi energi listrik.

"Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak. Dengan melihat langsung fasilitas yang telah beroperasi, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat teknologi, standar operasional, serta aspek lingkungan yang diterapkan," kata Kiswatiningsih, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Konsep PSEL di Bekasi Lebih Mewah dari Summarecon dan Four Points, Dilengkapi Hutan Mini

Baca juga: Ikuti Pendidikan Sesko TNI, Dandim 0507 Bekasi Tak Jadi Ikut Studi PSEL ke Cina

Baca juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Ikut Tinjau PSEL ke Cina untuk Kawal Ketat Persiapan Operasional

Baca juga: Tri Adhianto akan Terbang ke Cina Cek Persiapan PSEL, Ajak DPRD dan Tokoh Masyarakat

Kiswatiningsih menjelaskan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini tengah dikebut.

"Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) sehingga tidak membebani keuangan daerah," jelasnya.

Bantargebang Akan Menjadi Kawasan Ekonomi Hijau

Sementara Tri menegaskan pembangunan PSEL tidak hanya bertujuan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, namun juga menjadi bagian dari transformasi kawasan Bantargebang.

Seperti diketahui, selama puluhan tahun, Bantargebang kerap dikenal sebagai lokasi pengolahan dan pembuangan sampah terbesar di Indonesia. 

Kini, Pemkot Bekasi berupaya mengubah citra tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan, energi terbarukan, dan ekonomi hijau.

"Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," tegas Tri.

Tri menyampaikan, transformasi tersebut tidak hanya ditopang oleh pembangunan PSEL. 

Sehingga Pemkot Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

"Kami membayangkan Bantargebang berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, serta aktivitas riset dan inovasi lingkungan," ucapnya.

Groundbreaking Ditargetkan Awal Juli

Tri mengungkapkan pihaknya menargetkan tahapan groundbreaking proyek PSEL dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026. 

Nantinya prosesi peletakan batu pertama juga direncanakan akan dihadiri dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.

"Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi," pungkas Tri. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.