TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Jaringan Masyarakat Adat Komering (JAMAK) Indonesia mulai menggulirkan gagasan agar tokoh asal Pulau Sumatera mendapat porsi strategis dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Organisasi tersebut menyusun kajian yang memuat 13 tokoh Sumatera yang dinilai layak menjadi calon wakil presiden Republik Indonesia.
Ketua Umum JAMAK Indonesia, Leo Budi Rachmadi, bergelar Adok/Gelaran Batin Temenggung, mengatakan penyusunan daftar tersebut merupakan bagian dari kajian organisasi terhadap potensi kepemimpinan nasional yang berasal dari Pulau Sumatera.
Menurutnya, ke-13 nama tersebut disusun berdasarkan urutan abjad dan bukan merupakan bentuk pemeringkatan ataupun dukungan kepada salah satu tokoh tertentu.
"Adapun 13 tokoh yang masuk dalam kajian JAMAK Indonesia meliputi Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Agung Sampurna Jaya, Burzah Zarnubi, Bobby Nasution, Edwar Syah Pernong, Erick Thohir, Hatta Rajasa, Herman Deru, Muzakir Manaf, Tito Karnavian, Sufmi Dasco Ahmad, Puan Maharani, dan Zulkifli Hasan," katanya kepada jurnalis TribunSumsel.com pada Jumat (26/6/2026).
Leo menjelaskan, proses selanjutnya yang direncanakan JAMAK Indonesia adalah menggelar konvensi atau Mufakat Adat se-Sumatera.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah musyawarah berbagai unsur masyarakat adat di Sumatera untuk menyepakati tiga nama yang akan direkomendasikan sebagai figur calon wakil presiden RI pada Pilpres 2029.
"Kami ingin membangun semangat kebersamaan masyarakat Sumatera melalui mekanisme musyawarah adat. Nantinya forum konvensi akan menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan menghasilkan tiga nama terbaik sebagai rekomendasi dari masyarakat adat Sumatera," ujarnya.
Leo menilai, secara historis Sumatera memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa pada awal kemerdekaan Indonesia terdapat pasangan Presiden dan Wakil Presiden Soekarno-Hatta, kemudian pada era berikutnya terdapat pasangan Soeharto-Adam Malik yang sama-sama melibatkan tokoh asal Sumatera sebagai wakil presiden.
"Sejarah menunjukkan Sumatera pernah menjadi bagian penting dalam kepemimpinan nasional. Karena itu kami memandang sudah sewajarnya pada Pilpres 2029 kembali muncul tokoh Sumatera yang mengisi posisi wakil presiden Republik Indonesia," katanya.
Selain faktor sejarah, JAMAK Indonesia juga mempertimbangkan besarnya jumlah penduduk Pulau Sumatera yang merupakan terbesar kedua setelah Pulau Jawa, disertai potensi sumber daya alam, kekayaan energi, serta kualitas sumber daya manusia yang dinilai mampu menjadi modal kuat dalam kepemimpinan nasional.
Leo menegaskan, gagasan tersebut bukan semata-mata mengedepankan kepentingan kedaerahan, melainkan sebagai upaya mendorong pemerataan representasi kepemimpinan nasional berdasarkan kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak para tokoh yang berasal dari Sumatera.
"Kami berharap diskursus ini dapat memperkaya demokrasi Indonesia. Siapa pun nantinya yang dipilih rakyat tentu menjadi keputusan politik nasional, namun masyarakat Sumatera juga memiliki hak untuk menghadirkan figur-figur terbaiknya dalam percaturan politik nasional," pungkasnya.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis Jaringan Masyarakat Adat Komering (JAMAK) Indonesia, terdapat 13 tokoh asal Pulau Sumatera yang dinilai layak dan pantas menjadi calon wakil presiden Republik Indonesia pada Pemilu Presiden 2029.
Daftar tersebut disusun berdasarkan urutan abjad, bukan berdasarkan tingkat prioritas maupun peringkat.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com