Kronologi Pria Meninggal di Depan Laundry Jalan Sedap Malam Denpasar Bali, Mengeluh Sesak Usai Mabuk
Putu Kartika Viktriani June 26, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Warga di sekitar Jalan Sedap Malam, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali mendadak geger setelah seorang pria paruh baya berinisial S (46) ditemukan meninggal dunia di depan sebuah usaha laundry, Kamis 25 Juni 2026 siang.

Korban yang diketahui berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan dalam posisi tergeletak di lantai depan teras Diaz Laundry.

Polisi menduga korban meninggal akibat kondisi kesehatan atau penyakit yang dideritanya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WITA.

Kronologi Penemuan Jenazah

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, korban diketahui beberapa hari terakhir sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang menurun.

"Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat mengonsumsi minuman keras selama dua hari berturut-turut di sekitar tempat tinggalnya," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Jumat 26 Juni 2026.

 

Kronologi bermula pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.

Saat itu, rekan korban bernama Iwan (47) mendapati korban mengeluh kondisi tubuhnya tidak enak, disertai rasa sakit dan sesak di bagian dada.

Baca juga: VIDEO Viral! Dua Remaja Wanita Adu Jotos di Depan Museum Geopark Batur Kintamani Bali

Melihat kondisi korban yang terlihat kurang sehat, Iwan kemudian berinisiatif membantu.

"Iwan berinisiatif membelikan air kelapa muda dengan harapan bisa meredakan rasa sakit yang dikeluhkan korban," ujar dia.

Setelah meminum air kelapa muda tersebut, korban memilih duduk di depan kamar.

"Setelah meminum air kelapa tersebut sambil duduk di depan kamar, korban kemudian ditinggal untuk beristirahat," imbuhnya.

Tak lama kemudian, kondisi korban juga menarik perhatian saksi lain berinisial NKS (49).

Melihat korban tampak kesakitan dan mengalami sesak napas, NKS mencoba memberikan pertolongan dengan mengoleskan minyak kayu putih ke tubuh korban.

Setelah diolesi minyak, korban terlihat tertidur di depan kamar.

Karena mengira kondisi korban mulai membaik, saksi kemudian kembali melanjutkan aktivitas menyetrika pakaian di dalam laundry.

"Dari keterangan saksi-saksi di lokasi, korban memang sempat mengeluh dadanya sesak sebelum akhirnya terlihat tertidur di lantai depan kamar," kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Petaka baru diketahui sekitar pukul 11.00 WITA.

Saat itu seorang tukang pijat yang berada di lokasi meminta Iwan untuk membangunkan korban karena posisinya masih terkurap di lantai sejak pagi.

Namun saat dibangunkan, korban sama sekali tidak memberikan respons.

Merasa ada yang tidak beres, kondisi korban diperiksa lebih lanjut dan diketahui bahwa korban telah meninggal dunia.

Pihak keluarga kemudian dihubungi dan kejadian tersebut dilaporkan ke kepolisian.

Petugas bersama tim identifikasi segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tutur Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Polisi memperkirakan korban telah meninggal beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan warga.

"Dugaan awal, korban sudah meninggal dunia sekitar 6 sampai 12 jam sebelum ditemukan," tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menyimpulkan sementara kematian korban diduga murni dipengaruhi kondisi medis.

"Diduga kuat korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya," ujarnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans jenazah BPBD Kota Denpasar menuju kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.