Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen di Pedalaman Aceh Utara, Petani Berharap Sumur Bor
Nurul Hayati June 26, 2026 02:36 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Petani di Desa Cotdah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, berharap pemerintah segera membangun dua unit sumur bor untuk mengatasi krisis air yang telah bertahun-tahun menghantui lahan pertanian mereka.

Kekurangan pasokan air menyebabkan lebih dari 50 hektare sawah terancam gagal panen dan mengakibatkan kerugian bagi petani setiap musim tanam.

Keuchik Cotdah Kecamatan Tanah Luas, Marzuki, kepada Serambinews.com, Jumat (26/6/2026) menyebutkan, mengatakan persoalan utama yang dihadapi petani adalah terbatasnya sumber air untuk mengairi persawahan.

Kondisi tersebut membuat tanaman padi tidak memperoleh kebutuhan air yang cukup sehingga pertumbuhannya tidak maksimal.

"Setiap kali musim tanam, petani selalu mengalami kerugian karena kebutuhan air tidak mencukupi. Tanaman padi tidak tumbuh normal, sehingga hasil panen jauh di bawah potensi yang seharusnya bisa dicapai," ujar Marzuki.

Menurutnya, dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki sistem irigasi memadai, produktivitas sawah di Desa Cotdah masih tertinggal akibat minimnya pasokan air.

Padahal, mayoritas masyarakat desa menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Marzuki menjelaskan, saat ini petani hanya mengandalkan pompa air yang dibeli secara swadaya melalui dukungan dana desa.

Namun, pemanfaatannya belum mampu mengatasi persoalan karena biaya operasional yang cukup tinggi.

Baca juga: Dibangun Warga Demi Cegah Gagal Panen, Bupati Aceh Besar Tinjau Embung Lam Aling

"Pompa air memang sudah ada, tetapi tidak bisa beroperasi maksimal. Kendala utamanya adalah keterbatasan anggaran untuk membeli bahan bakar solar, sehingga penggunaannya sangat terbatas," jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, petani harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar, sementara hasil panen justru terus menurun.

Jika musim kemarau berlangsung lebih lama, risiko gagal panen pun semakin besar.

Untuk itu, Marzuki berharap Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait dapat segera merealisasikan pembangunan dua unit sumur bor sebagai solusi jangka panjang bagi kebutuhan air pertanian di Desa Cotdah.

Menurutnya, keberadaan sumur bor akan sangat membantu menjamin ketersediaan air bagi lebih dari 50 hektare lahan persawahan, sehingga produktivitas padi dapat meningkat dan pendapatan petani ikut membaik.

Selain itu, ia juga meminta dukungan Pemerintah Aceh agar pembangunan sarana irigasi dan penyediaan sumber air bagi sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, mengingat ketahanan pangan sangat bergantung pada keberlangsungan produksi petani di tingkat desa.

"Bantuan dua unit sumur bor sangat kami harapkan. Kalau persoalan air ini bisa teratasi, hasil panen petani tentu akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga akan lebih baik. Sebaliknya, jika tidak segera ada solusi, kerugian petani akan terus berulang setiap musim tanam," pungkas Marzuki.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.