TRIBUN-BALI.COM - Liburan sekolah 2026 menjadi momen yang lebih ramah di kantong bagi masyarakat.
Selain menghadirkan kampanye wisata domestik “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja”, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus menarik berupa diskon tiket pesawat kelas ekonomi hingga promo belanja besar-besaran di puluhan ribu gerai ritel dan ratusan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat tetap berlibur sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian nasional.
Berikut versi yang telah dioptimasi agar lebih SEO friendly, lebih kuat dari sisi angle wisata saat liburan sekolah, lebih mengalir, dan menonjolkan manfaat bagi wisatawan:
Menyambut momen libur sekolah 2026, pemerintah mendorong masyarakat untuk menikmati pengalaman berwisata yang lebih dekat, praktis, dan hemat melalui kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” yang resmi diluncurkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Lewat gerakan ini, masyarakat diajak mengeksplorasi destinasi wisata domestik di sekitar tempat tinggal masing-masing tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
Konsep tersebut dinilai menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang ingin menikmati liburan berkualitas dengan biaya lebih terjangkau namun tetap menghadirkan pengalaman berkesan.
Kampanye ini sekaligus menjadi strategi untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) selama musim liburan serta memperkuat ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan pelaku UMKM.
Baca juga: 60 Kata-kata Bijak Penuh Motivasi Ucapan Selamat Hari Raya Kuningan 2026 dalam 3 Bahasa
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, menjelaskan bahwa saat ini terjadi perubahan pola liburan masyarakat yang cenderung memilih destinasi dengan waktu tempuh lebih singkat dan biaya perjalanan yang lebih efisien.
“Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah,” kata Nia, Jumat 26 juni 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pergerakan wisatawan nusantara pada periode Januari–April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan, naik 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Nia, kenaikan tersebut dibarengi perubahan preferensi wisatawan yang kini lebih mengutamakan fleksibilitas, kenyamanan, dan efisiensi anggaran.
Data tahun 2025 juga memperlihatkan bahwa perjalanan antarkabupaten atau antarkota dalam satu provinsi mendominasi dengan kontribusi mencapai 67,7 persen dari total perjalanan nasional.
Tren ini sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan global mulai lebih tertarik pada destinasi jarak dekat karena lebih ekonomis, mudah diakses, dan masih menyimpan banyak pengalaman baru untuk dijelajahi.
Untuk membantu masyarakat merancang perjalanan selama liburan sekolah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan melalui platform digital MaiA.
Platform tersebut dirancang sebagai teman perjalanan digital yang dapat membantu pengguna menyusun itinerary sesuai preferensi destinasi dan kemampuan anggaran.
Tak hanya itu, Kemenpar juga menggandeng pelaku industri pariwisata dengan menghadirkan 95 paket wisata edukatif dan rekreatif bersama 40 pelaku usaha pariwisata.
Pilihan paket wisata mencakup berbagai tema menarik seperti:
Wisata alam
Wisata budaya
Wisata bahari
Wisata petualangan
Program ini menyasar keluarga dan pelajar yang ingin mengisi liburan sekolah dengan pengalaman yang lebih bermakna.
“Destinasi yang ditawarkan antara lain berada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pilihan harga yang dapat disesuaikan kemampuan masing-masing wisatawan,” ujar Nia.
Untuk semakin menggairahkan konsumsi domestik selama musim liburan, Kemenpar turut bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI melalui program BINA Holiday & Back to School 2026.
Program tersebut menghadirkan:
Di sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa potongan harga untuk perjalanan menggunakan pesawat, kereta api, hingga kapal laut kelas ekonomi.
Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama periode libur sekolah.
Berdasarkan PMK Nomor 43 Tahun 2026, pemerintah menanggung 100 persen PPN atas tarif dasar dan fuel surcharge penerbangan domestik kelas ekonomi.
Fasilitas ini berlaku untuk:
- Pembelian tiket hingga 5 Juli 2026
- Periode perjalanan 24 Juni–5 Juli 2026
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan ruang lebih luas untuk mengatur anggaran perjalanan selama masa liburan.
“Hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa seluruh maskapai telah menerapkan kebijakan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Di sisi lain, Juru Bicara Kemenpar Imam Priyono memastikan seluruh destinasi wisata nasional telah dipersiapkan menghadapi lonjakan kunjungan selama libur sekolah.
Persiapan dilakukan dengan mengedepankan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi risiko lintas sektor, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana hingga penyusunan modul keselamatan bagi pengelola destinasi.
“Kami berharap setiap wisatawan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan, aman, dan menjadi kenangan indah selama berlibur di Indonesia,” kata Imam.
Melalui kampanye Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja, pemerintah berharap masyarakat semakin tertarik menjelajahi destinasi dalam negeri dan menjadikan libur sekolah 2026 sebagai momentum untuk menikmati wisata yang lebih dekat, hemat, aman, dan tetap berkesan.
(*)