TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar sampai sekarang masih melakukan penjangkauan calon siswa untuk Sekolah Rakyat.
Sesuai target pemerintah pusat, Sekolah Rakyat akan dibuka secara serentak pada tahun ajaran baru 2026/2027 atau pada Juli 2026 ini.
Kepala Dinsos Kota Blitar, Eka Atikah mengatakan, Dinsos menerima data dari Kemensos sebanyak lebih 6.000 anak belum sekolah dan putus sekolah di Blitar.
Data tersebut, setelah dipadankan dengan data di Dinas Pendidikan dan Dispendukcapil sisa sekitar 1.200 anak yang belum sekolah, putus sekolah, potensi tidak sekolah, dan potensi putus sekolah.
Baca juga: Puluhan Polisi Belah Durian, Mapolres Trenggalek Peringati Hari Bhayangkara
"Sampai sekarang prosesnya masih jalan, dari data yang tersisa itu sudah ada 800 anak yang dijangkau oleh pendamping PKH dan melibatkan teman-teman di kelurahan," kata Eka, Jumat (26/6/2026).
Dikatakannya, sesuai target pemerintah pusat, pada 14 Juli 2026 atau di tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat akan beroperasi secara serentak di seluruh Indonesia.
Tapi, kata Eka, sistem Sekolah Rakyat ini multi entry multi exit, beda dengan sekolah formal.
Dengan sistem itu, siswa di Sekolah Rakyat bisa masuk dan keluar kapan saja sesuai dengan kemampuan dan kesiapan masing-masing.
"Sistem Sekolah Rakyat multi entry multi exit, jadi masuknya tidak harus di tahun ajaran baru. Misalnya, tiba-tiba ada anak putus sekolah, mereka bisa masuk. Keluarnya juga begitu. Sekolah ini beda dengan sekolah formal," ujarnya.
Terima Titipan Siswa dari Batu dan Malang
Eka menjelaskan, Sekolah Rakyat Kota Blitar juga akan menerima titipan siswa dari Kota Batu dan Kota Malang.
Dari Kota Batu ada 90 anak Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan dari Kota Malang ada 60 anak Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang akan dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Blitar pada tahun ajaran baru ini.
"Mereka dititipkan ke Sekolah Rakyat Kota Blitar karena di sana belum dilaksanakan. Tapi, kalau bangunan di sana sudah selesai, mereka kembali lagi ke daerahnya," katanya.
Menurutnya, para tenaga pendidik dan guru para siswa titipan itu juga langsung berasal dari daerah masing-masing.
Baca juga: Sarasehan Ngaji Pusaka di Trenggalek Jadi Ajang Edukasi Sarat Makna Filosofis Kehidupan
"Kalau tenaga pendidik dan guru untuk Sekolah Rakyat Kota Blitar masih proses rekrutmen. Rekrutmennya langsung dari pusat," ujarnya.
Terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Blitar, kata Eka, saat ini, yang sudah siap bangunan untuk SMP dan satu unit asrama.
"Informasi dari pelaksana, saat ini sudah siap bangunan untuk SMP, lalu ada bangunan satu unit asrama, kantin dan dapur. Juni ini sudah selesai. Kontraknya berakhir Agustus, semua sudah ready," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)