TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, August Hamonangan, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera memberikan kepastian terkait pembangunan kembali Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, yang terbakar pada Juli 2025.
Menurut August, hingga kini para pedagang yang terdampak kebakaran masih diliputi ketidakpastian.
Mereka bahkan khawatir kehilangan tempat berjualan setelah muncul wacana pembangunan Taman Difabel di lokasi bekas pasar tersebut.
"Para pedagang semakin resah karena rencana revitalisasi yang sebelumnya sempat disampaikan hingga kini belum juga terealisasi. Bahkan sekarang muncul kekhawatiran mereka akan dipindahkan dari Pasar Taman Puring tanpa adanya kejelasan mengenai lokasi pengganti," kata August, Jumat (26/6/2026).
Ia menilai pembangunan ruang terbuka seperti Taman Difabel tidak seharusnya menghilangkan keberadaan pasar yang selama ini menjadi sumber penghidupan ratusan pedagang.
Menurutnya, kawasan Taman Puring sejak lama mampu mengakomodasi keberadaan taman dan pasar secara berdampingan tanpa menimbulkan persoalan.
"Apabila pemerintah tetap ingin membangun taman difabel, seharusnya masih ada ruang agar para pedagang tetap dapat berjualan. Selama ini pasar dan taman bisa berdampingan dengan baik, sehingga keduanya tetap bisa diakomodasi," ujarnya.
Untuk itu, August meminta Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan kembali Pasar Taman Puring agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
Ia menilai keberadaan pasar tersebut tidak hanya penting bagi para pedagang, tetapi juga dibutuhkan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami berharap Pemprov segera membangun kembali Pasar Taman Puring. Pedagang membutuhkan tempat untuk mencari nafkah, sementara masyarakat juga masih membutuhkan pasar sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pokok," ucapnya.
Lebih lanjut, August menyoroti kondisi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilainya semakin rentan akibat kebijakan relokasi yang belum disertai perencanaan matang.
Menurut dia, upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global seharusnya tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
"Jakarta boleh memiliki cita-cita menjadi kota global, tetapi jangan sampai masyarakat kecil justru merasa semakin tersisih. Pembangunan harus tetap berpihak kepada warga yang selama ini menggantungkan hidupnya dari usaha kecil," tuturnya.
August juga menyinggung relokasi pedagang di kawasan Taman Barito yang dipindahkan ke Lenteng Agung.
Menurutnya, lokasi baru tersebut dinilai belum memberikan prospek usaha yang memadai bagi para pedagang.
"Kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Taman Puring. Sebelumnya pedagang di Taman Barito juga direlokasi ke lokasi yang dinilai kurang strategis. Karena itu, Pemprov perlu memastikan setiap kebijakan penataan dilakukan dengan memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang kecil," pungkasnya.