Kakek di Aceh Tamiang Laporkan Dugaan Pembunuhan Adiknya ke Polda Sumut
Muliadi Gani June 26, 2026 04:53 PM

 

PROHABA.CO, MEDAN - Seorang pria lanjut usia bernama Teguh (62), warga Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, mendatangi Polda Sumatera Utara pada Kamis (25/6/2026).

Kakek Teguh datang bersama keluarga dan rekannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk melaporkan dugaan pembunuhan terhadap adiknya, Safii (44), yang ditemukan tewas pada 2 Juni lalu di Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.

Menurut Teguh, kematian Safii penuh kejanggalan.

Ia menilai adiknya tidak meninggal karena bunuh diri, melainkan ada indikasi tindak kekerasan.

Luka memar di dada kiri serta bekas jeratan tali di leher menjadi alasan utama kecurigaan tersebut. 

“Curiganya itulah, karena ada memar di dada itu. Di dada sebelah kiri, ada memar.

Itu yang tahu, yang memandikannya, dan kemudian ada jeratan di leher,” ungkap Teguh.

Baca juga: Tim URC Polres Langsa Ringkus Buron Kasus Pelecehan Seksual Anak di Aceh Tamiang

Safii ditemukan tergantung dengan tali nilon di jendela kamar.

Teguh mengungkapkan, adiknya ditemukan tewas di dalam kamar kondisi tergantung di kain jendela menggunakan tali nilon, Selasa 2 Juni lalu.

Kepala dusun setempat, Suriadi, mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas.

Namun karena sudah meninggal, jenazah langsung dipulangkan untuk disemayamkan dan dimakamkan.

"Yang bilang bunuh diri itu si Kadus, terus dibawa ke Puskesmas.

Pulang dari puskesmas, hingga ke rumah adik saya itu, bilang kan kejadiannya bunuh diri gitu,"ungkapnya.

Informasi yang beredar menambah kecurigaan keluarga.

Korban yang selama ini bekerja sebagai pedagang martabak, sempat memergoki sang istri bersama seorang kepala desa.

Korban disebut sempat memergoki istrinya bersama seorang kepala desa.

Baca juga: Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, Jenazah Putri Hensy Dipulangkan ke Aceh Tamiang

Kecurigaan keluarga bertambah karena lokasi kejadian sudah bersih, saat keluarga kembali sampai ke rumah.

Kemudian, pihak Kepolisian baik dari Polsek Bandar Pulau, Polres Asahan tidak datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Barang bukti berupa tali nilon yang diduga digunakan untuk gantung diri sudah tak ada dan juga tidak pernah ditunjukkan kepada keluarga.

Teguh merasa janggal dengan keterangan bahwa tali nilon sebagai alat yang digunakan untuk akhiri hidup, di jendela.

“Katanya talinya kecil, tali nilon itulah, katanya. Enggak ada ditunjukkan ke keluarga,” ujarnya.

Setelah membuat laporan resmi ke Polda Sumut, Teguh berharap polisi segera memproses kasus ini dan mengungkap penyebab pasti kematian adiknya.

Ia menegaskan bahwa Polisi bisa mengungkap penyebab pasti kematian adiknya apakah benar dibunuh, atau bunuh diri.

“Saya berharap bisa diproses, dan terungkap,” katanya.

Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan di Aceh Barat Bantah Tuduhan Tak Bayar Upah Kerja Pelaku

Baca juga: Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dari Malaysia di Perairan Asahan

Baca juga: Emosi Tak Dibalas Telepon dan Chat, Pria Asal Jakarta Tikam Mantan Kekasih di Bone

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.