7 Bulan Pancabanjir, Jalan Puuk Tak Ditangani, Warga Timbun Secara Swadaya, Ini Respons PUPR Pidie
Mursal Ismail June 26, 2026 06:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jalan di Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie rusak parah dampak banjir tahun 2025, yang belum diperbaiki. 

Badan jalan tersebut berubah bak kubangan kerbau, sehingga susah dilintasi kendaraan. Hampir tujuh bulan warga telah melewati genangan air di atas badan jalan. 

"Jalan Puuk tembus ke Beureunuen rusak akibat banjir tahun 2025. Gampok Puuk terparah diterjang banjir akibat meluapnya lumpur dari Sungai Krueng Tiro," kata Keuchik Puuk, Sufyan, kepada Serambinews.com, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, pascabanjir terjadi 2025, ramai pejabat Pidie melihat langsung kerusakan jalan akibat dampak banjir. Namun, dari kunjungan pejabat Pidie itu belum ada tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki. 

Kata Sufyan, hingga tujuh bulan pascabanjir ruas jalan berubah menjadi bak kulam ikan, sehingga masyarakat sangat mengeluhkan terhadap kerusakan jalan tersebut. 

Selain itu, jelasnya, anak-anak sekolah sering kecebur dalam genangan air di atas badan jalan. Juga lakalantas rentan terjadi di jalan rusak tersebut. 

Baca juga: Personel Polres Pidie Bersihkan Meunasah Peukan, 20 Warga Miskin Dibantu Paket Sembako

"Menunggu perbaikan jalan dari pemerintah belum ada. Sehingga kita masyarakat menimbun secara swadaya, untuk penanganan sementara. Warga patungan dana membeli pasir diangkut menggunakan truk," ujarnya. 

Dikatakan, masyarakat Gampong Puuk meminta kepada Pemkab Pidie, untuk mempercepat penanganan jalan rusak tersebut. Sebab, jalan rusak sepanjang sekitar 400 meter itu tidak bisa lagi dilintasi pengguna jalan.

Warga khawatir akan jatuh korban di jalan rusak dampak banjir. Sebab, jalan rusak itu sudah pernah menyebabkan warga mengalami kecelakaan. 

"Makanya kami berharap jalan rusak di gampong kami, sejatinya cepat ditangani pemerintah karena sudah tujuh bulan masyarakat tidak bisa melintasi jalan rusak tersebut," pungkasnya. 

Diusukan Dalam APBK-P

Pelaksana Harian atau Plh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Pidie, Muntahar, yang ditanya Serambinews.com, Jumat (26/6/2026) mengatakan jalan rusak di Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong direncanakan akan ditangani dengan APBK Perubahan 2026.

Baca juga: Gampong Kuala Pidie Disetujui Jadi Kampung Nelayan, 3 Desa Lainnya Masih Menunggu Verifikasi

Jalan itu ditangani sepanjang 1 Km, dengan estimasi anggaran Rp 1 miliar.

"Rencana kami ditangani tahun ini dengan APBK-P sekitar Rp 1 miliar.

Kalau kita tangani secara keseluruhan  sepanjang 6 Km butuh anggaran besar yang harus ditangani dengan APBK 2027. Sementara penanganan jalan itu harus segera dilakukan," jelasnya.

Ia menjelaskan, jalan rusak di Gampong Puuk telah dilaporkan kepada Bupati dan Sekda Pidie. Penanganannya pada tahun 2026 direspon positif oleh bupati. 

"Harapan kami penanganan jalan itu bisa tertangani dengan APBK 2026, mengingat kerusakan jalan itu sudah sangat parah. Mudah-mudahan bisa terealisasi perbaikan jalan tersebut," ujar Muntahar. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.