TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalteng Purdiono, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membangun rumah sakit rujukan tipe B, di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito guna meningkatkan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya itu, fasilitas kesehatan di kawasan DAS Barito masih terbatas sehingga masyarakat kerap harus dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.
Namun, proses rujukan tersebut dinilainya belum optimal karena selain jarak yang jauh, kapasitas rumah sakit juga sering terkendala keterbatasan ruang perawatan.
"Artinya pelayanan kesehatan di sana kan sangat minim, rumah sakit pun masih belum standar untuk pelayanan. Nah sekarang apabila dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus juga penanganannya lambat, jauh juga. Alasannya tidak ada ruangan," kata Purdiono, Jumat (26/6/2026).
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membangun rumah sakit tipe B yang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan di wilayah DAS Barito.
"Kita berharap di DAS Barito itu juga dibangun rumah sakit tipe B, rumah sakit rujukan lah," ujarnya.
Menurut Purdiono, keberadaan rumah sakit tersebut penting agar pemerataan pelayanan kesehatan dapat dirasakan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Barito
"Jadi kita berharap itu menjadi perhatian pemerintah dan kami di DPRD juga mendorong agar pemerataan pelayanan kesehatan bisa dirasakan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah," katanya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Barito Timur bahkan telah menyiapkan lahan apabila pembangunan rumah sakit tersebut direalisasikan.
"Barito Timur sebenarnya sudah menyiapkan lahan. Jika memang kita keterbatasan dana, tentu saja kita berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar itu menjadi perhatian," ucapnya.
Terkait kemungkinan penganggaran pada 2027, Purdiono mengatakan DPRD siap mendukung. Namun, kemampuan fiskal daerah masih sangat bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.
"Kita ini kalau menganggarkan tidak ada masalah, tetapi ketergantungan fiskal kita masih kepada pemerintah pusat. Kalau transfer dari pusat dikurangi, tentu kemampuan daerah juga terbatas," katanya.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada Kalimantan Tengah yang selama ini menjadi salah satu daerah penghasil sumber daya alam.
"Sementara kita ini penyumbang sumber daya alam. Semestinya itu linier dengan kesejahteraan masyarakat. Itu yang selalu kita suarakan kepada pemerintah pusat," ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah terus melakukan inovasi fiskal guna meningkatkan pendapatan asli daerah sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
Mengenai lokasi pembangunan, Purdiono menilai rumah sakit rujukan tersebut idealnya berada di wilayah yang mudah dijangkau oleh masyarakat dari empat kabupaten di DAS Barito.
Menurutnya, Barito Timur menjadi salah satu lokasi yang paling strategis.
"Kalau bisa di Barito Timur ya di Barito Timur. Strategisnya di Barito Timur sebenarnya. Dan kita juga siap memfasilitasi pembicaraan dengan pemerintah kabupaten," pungkasnya.