Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, dimutasi untuk mengemban tugas baru sebagai Kapolres Bireuen.
Posisinya kini digantikan oleh AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo SH SIK CPHR CBA, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1340/IV/KEP/2026 tanggal 25 Juni 2026.
Baca juga: Pupuk Langka di Aceh Tenggara, DPRK Gelar RDP dengan Distributor dan Pengecer
Menyikapi pergantian pimpinan Polres Aceh Tenggara, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) pemuda dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menaruh harapan besar kepada Kapolres yang baru.
Mereka berharap AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo memprioritaskan penanganan kasus-kasus dugaan korupsi, pemberantasan peredaran narkoba, serta praktik perjudian yang dinilai masih marak di Kabupate Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.
"Kami minta kasus-kasus dugaan korupsi, narkoba dan perjudian menjadi prioritas Kapolres Aceh Tenggara yang baru. Penangan kasus- kasus ini kami percaya Kapolres yang baru akan mampu menuntaskannya.
Berantas Narkoba, selamatkan generasi muda, berantas korupsi selamatkan uang rakyat," ujar Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Aceh, Pajri Gegoh Selian kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Karyawan Kafe di Aceh Tenggara Diduga Bawa Kabur Sepeda Motor dan Laptop, Ditangkap di Jambi
Senada dengan itu, Ketua LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (Korek) Aceh, Irwansyah Putra mengatakan pihaknya bersama LSM LIRA Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara pernah menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Aceh pada 14 Januari 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya peredaran narkoba di Aceh Tenggara yang disebut telah merambah hingga ke pelosok desa.
Mereka juga menyoroti dugaan lemahnya penanganan kasus narkoba.
Menurut Irwansyah, hingga kini peredaran narkoba masih menjadi persoalan serius di Aceh Tenggara.
Kondisi tersebut, katanya, turut memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk meningkatnya kasus pencurian.
Sementara itu, Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah menilai pemberantasan narkoba dan perjudian membutuhkan komitmen, kemampuan, serta keseriusan aparat penegak hukum.
Ia menyebut kedua persoalan tersebut telah lama meresahkan masyarakat Aceh Tenggara.
Dahrinsyah mengaku optimistis di bawah kepemimpinan AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, upaya pemberantasan narkoba dan perjudian akan dilakukan secara lebih tegas sehingga tidak ada lagi ruang bagi para pelaku untuk beroperasi di Tanah Alas Metuah.
"Kami siap memberikan dukungan penuh bersama LSM, ormas kepemudaan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam upaya memberantas narkoba dan perjudian demi menyelamatkan generasi muda Aceh Tenggara," ujarnya. (*)
Baca juga: Kejari Aceh Tenggara Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Lawe Alas-Ngkeran