Dua Rumah dan TPS di Bantaran Ciliwung Longsor, Pemilik Sebut Tanah Bergeser Sejak Pengerukan
Wahyu Septiana June 26, 2026 05:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Dua rumah dan tempat pembuangan sampah di bantaran Kali Ciliwung kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat longsor pada Jumat (26/6/2026) pagi.

Menurut keterangan pemilik rumah, tanah di tempat tinggalnya sudah alami pergeseran sejak sepekan terakhir semenjak ada proyek pengerukan kali oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta di aliran kali tersebut.

Beruntung tidak ada korban dalam insiden ini karena seluruh penghuni rumah telah lebih dulu mengungsi sejak beberapa hari lalu.

Kesaksian Pemilik Rumah

Ali Nugroho (44) kini hanya bisa memandangi rumahnya yang kondisinya sudah hancur tersapu tanah longsor.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, rumah milik Ali kini posisinya sudah lebih rendah dari jalanan.

Asbes rumah nampak hancur, begitu juga dengan dinding rumah yang sebelumnya merupakan hunian dua lantai.

Sedangkan rumah tingkat di sebelahnya kondisinya sudah miring karena bagian belakangnya telah longsor.

Adapun alat berat milik Dinas SDA terparkir tepat di sisi kali seberang rumah yang longsor.

RUMAH LONGSOR - Ali Nugroho (44) meratapi rumahnya di bantaran Kali Ciliwung kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat yang longsor pada Jumat (26/6/2026) pagi.
RUMAH LONGSOR - Ali Nugroho (44) meratapi rumahnya di bantaran Kali Ciliwung kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat yang longsor pada Jumat (26/6/2026) pagi. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA)

"Proyek pengerukan itu mungkin sudah sebulan lalu. Setelah pengerukan, tanah mulai bergeser," ujar Ali saat ditemui di lokasi, Jumat (26/6/2026).

Ali menuturkan, kondisi pergeseran tanah dari proyek normalisasi kian diperparah dengan keberadaan truk yang mengangkut sampah dari TPS di samping rumahnya.

"Ditambah lagi setiap hari ada truk sampah dengan beban tonase besar melintas di atas situ, itu yang menekan tanah hingga akhirnya turun," ujar Ali.

Mengungsi Sebelum Longsor Parah

Ali menjelaskan, sejak melihat tanda-tanda awal pergeseran tanah pada Jumat (19/6/2026), ia dan keluarganya telah mengambil langkah antisipasi dengan mengungsi ke kediaman lain di sekitar lokasi tersebut. 

Beruntung, langkah sigap ini membuat tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor yang menghancurkan satu bangunan rumah secara total dan merusak separuh bangunan lainnya.

"Alhamdulillah tidak ada korban, karena dari awal tanah geser itu kami sudah mengungsi semua.

Sedangkan untuk barang-barang yang rusak itu lemari dan sebagian perabotan karena saya sudah tidak berani naik ke lantai dua soalnya posisi rumah sudah terlalu miring," katanya.

Tak Ada Respons

Sebelum longsor parah terjadi, Ali menyebut pihaknya sudah mengadukan kondisi pergeseran tanah di rumahnya kepada instansi terkait, tetapi tak mendapat respons.

Padahal, ia mengklaim bahwa pihak kelurahan dan RW setempat sudah mengetahui kondisi pergeseran tanah sejak 19 Juni lalu.

Terkait kerugian material, Ali menyatakan belum dapat menaksir total nilai bangunan miliknya yang dibangun sejak tahun 2004 tersebut. 

Namun, ia menegaskan harapannya agar pihak pemerintah bertanggung jawab atas musibah yang menimpa warga akibat dampak proyek normalisasi kali.

"Kami berharap ada ganti rugi. Ini dampaknya langsung terasa setelah adanya pengerukan," kata dia

Berita Lainnya

Baca juga: TRANSFER Beda Nasib: Persija Selangkah Lagi Dapat Bek Bosnia, Persib Rugi Besar Kehilangan Target

Baca juga: Gubernur Pramono Teken Aturan Baru, Kabel Semrawut di Jalan Bakal Segera Ditertibkan!

Baca juga: Benarkah Ada Aturan Baru Ganjil Genap di Gerbang Tol? Ini Penjelasan Gubernur Pramono

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.