Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Polemik penolakan terhadap Kepala SMP Negeri 5 Seluma, Fetri Harneli, kini berlanjut ke DPRD Seluma. Komisi I DPRD Seluma dijadwalkan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (29/6/2026) untuk membahas persoalan yang hingga kini belum menemukan titik temu.
Ketua DPRD Seluma, April Yones, mengatakan pembahasan polemik tersebut akan dipimpin Komisi I DPRD Seluma yang membidangi urusan pendidikan.
Menurutnya, seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut diharapkan hadir agar penyelesaian dapat dilakukan secara terbuka dan objektif.
"RDP akan dilaksanakan oleh Komisi I DPRD Seluma. Kami berharap semua pihak yang diundang dapat hadir untuk memberikan penjelasan sehingga persoalan ini bisa dibahas secara menyeluruh," kata April Yones dikonfirmasi Jum'at siang (26/6/2026).
April Yones menegaskan DPRD Seluma ingin mendengarkan keterangan dari seluruh pihak, baik guru, kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga keputusan atau rekomendasi yang nantinya dihasilkan benar-benar berdasarkan fakta.
"Semua harus hadir. Jangan sampai ada pihak yang tidak datang karena kami ingin mendengar penjelasan dari masing-masing pihak agar persoalan ini terang benderang," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, Munarwan Safu'i, membenarkan pihaknya telah menerima surat undangan dari DPRD Seluma untuk mengikuti RDP tersebut.
Munarwan mengatakan, Dikbud Seluma siap menghadiri rapat dan memberikan seluruh informasi yang telah diperoleh selama proses klarifikasi terhadap polemik di SMPN 5 Seluma.
"Benar, kami sudah menerima undangan dari DPRD Seluma untuk mengikuti RDP pada Senin nanti. Kami siap hadir dan memberikan penjelasan sesuai hasil klarifikasi yang telah kami lakukan," ucap Munarwan.
Untuk diketahui, Dikbud Seluma telah tiga kali melakukan mediasi dan klarifikasi terhadap guru-guru yang menandatangani surat penolakan Kepala SMPN 5 Seluma.
Dari hasil pendalaman, diketahui polemik tersebut dipicu oleh perbedaan pandangan terhadap gaya kepemimpinan Kepala SMPN 5 Seluma yang dinilai tegas dalam menerapkan disiplin di lingkungan sekolah.
Meski demikian, sebagian guru tetap bersikukuh meminta Fetri Harneli dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah.