Diteror hingga Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Tak Mau Lapor: yang Penting Rakyat Tahu
ninda iswara June 26, 2026 06:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, menjelaskan sikapnya terkait temuan dugaan alat pelacak di mobil yang ia gunakan.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berupaya mencari siapa pelaku di balik pemasangan alat tersebut.

Menurutnya, upaya pelacakan pelaku tidak menjadi prioritas dalam situasi ini.

Pesan yang ia tangkap dari kejadian tersebut sudah cukup jelas, yakni adanya indikasi pemantauan terhadap dirinya.

"Dan oleh karena itu, saya juga tidak mau disibukkan untuk mencari siapa yang melakukan ini," ujar Tiyo Ardianto saat ditemui di Gadjah Mada University Club, Kamis (25/6/2026).

Tiyo juga menduga bahwa alat pelacak itu bisa saja dipasang oleh pihak yang memiliki kekuasaan.

Selain itu, ia membuka kemungkinan adanya pihak lain yang berkepentingan untuk memicu konflik antara dirinya dan penguasa.

Baca juga: Dilaporkan, Tiyo Ardianto akan Tetap Kritik Pemerintah: Mereka Ingin Tunjukkan Loyalitas ke Prabowo

Karena berbagai kemungkinan tersebut, ia memilih untuk tidak menghabiskan energi mencari sosok di balik peristiwa itu.

Fokus utamanya justru diarahkan pada pentingnya publik mengetahui bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi.

"Saya pribadi mengabaikannya semua, yang penting rakyat tahu bahwa peristiwa ini terjadi dan itu menjadi alarm bagi demokrasi, bahwa mereka yang peduli pada bangsa justru dibayang-bayangi oleh bahaya," ungkap Tiyo.

Ia menilai peristiwa tersebut sebagai sinyal penting bagi kondisi demokrasi saat ini.

Menurutnya, kejadian itu perlu menjadi perhatian publik sebagai bentuk kewaspadaan bersama.

Tiyo juga memastikan bahwa dirinya tidak akan melaporkan penemuan alat pelacak tersebut ke pihak kepolisian.

Ia beralasan bahwa jika semua kejadian serupa dilaporkan, maka terlalu banyak kasus yang harus dibawa ke ranah hukum.

Pada akhirnya, ia memilih untuk tidak larut dalam persoalan tersebut dan tetap fokus pada hal yang dianggap lebih penting.

"Ya saya kira kalau harus melaporkan polisi terlalu banyak hal yang harus saya laporkan," katanya.

Tiyo mengaku selama berkeliling ke berbagai daerah, dirinya kerap mengalami beragam peristiwa.

Namun, ia memilih untuk tidak menjadikan seluruh pengalaman tersebut sebagai laporan kepada aparat penegak hukum.

"Di banyak tempat, ketika saya keliling ke daerah-daerah itu, kan pengalamannya macam-macam juga. Kalau harus saya laporkan, terlalu banyak," tambah Tiyo.

Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobil

Tiyo Ardianto, mengaku menemukan alat pelacak yang diduga dipasang secara diam-diam di mobil yang digunakannya. Temuan tersebut menjadi sorotan publik setelah diunggah melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @tiyoardianto_, Sabtu (13/6/2026), Tiyo memperlihatkan sebuah perangkat berwarna hitam berbentuk kotak yang ditemukan menempel di bagian bawah kendaraannya.

Ia mengaku mengetahui keberadaan perangkat tersebut setelah menerima notifikasi di ponselnya yang menyebut adanya perangkat bernama PBX Finder.

"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," demikian bunyi notifikasi yang ada di ponsel Tiyo, dikutip dari videonya atas seizin pengunggah.

Tiyo: Kejadian yang Sangat Menjijikkan

Dalam unggahannya, Tiyo mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang memasang alat pelacak tersebut di mobilnya.

"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan," kata Tiyo dalam video tersebut.

Tiyo kemudian mengaitkan penemuan alat tersebut dengan aktivitas kritik yang selama ini disuarakannya, termasuk keterlibatannya dalam aksi Gejayan Memanggil di Yogyakarta.

"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," ujarnya.

"Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," lanjutnya.

Baca juga: Fortuner Tiyo Ardianto Pinjam Saudara, Bukan Milik Besan Andika Perkasa, Tak Ada Kepentingan Lain

KETUA BEM UGM - Viral Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak di mobilnya (Tribun Trends/Instagram @tiyoardianto_)

Apa Itu PBX Finder?

Ketua Umum Komunitas Rental Mobil Indonesia (KOREMBI), Mohamad Baihaki, menjelaskan bahwa perangkat seperti PBX Finder dapat terdeteksi melalui fitur Bluetooth pada iPhone.

Namun, menurutnya, ukuran perangkat yang kecil membuat keberadaannya tidak mudah ditemukan.

"Meskipun terdeteksi oleh Bluetooth iPhone, tetap cukup sulit ditemukan karena ukurannya kecil," ujar Baihaki.

Baihaki menilai perangkat yang diperlihatkan dalam video Tiyo lebih menyerupai GPS portable.

"Dari video yang saya lihat, alat yang ditempel di mobil tersebut adalah GPS portable. Perangkat itu menggunakan kartu GSM sehingga pergerakan kendaraan dapat dipantau ke mana pun mobil bergerak. Tingkat akurasinya berkisar antara 5 hingga 20 meter, tergantung jenis perangkat GPS yang digunakan," kata Baihaki.

Ia menjelaskan GPS portable umumnya menggunakan baterai internal yang dapat diisi ulang dan mampu bertahan sekitar 10 hingga 30 hari, tergantung kapasitas perangkat.

Meski ponsel Tiyo menampilkan notifikasi AirTag, Baihaki menyarankan agar perangkat yang ditemukan terlebih dahulu dinonaktifkan. Setelah itu perlu dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan apakah masih terdapat perangkat pelacak lain yang tersembunyi di kendaraan.

Istana Sebut Alat Pelacak yang Ditemukan Teknologi Kuno

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, mengatakan alat pelacak yang ditemukan di mobil Tiyo merupakan teknologi lama.

Menurutnya, negara saat ini telah menggunakan teknologi pelacakan yang jauh lebih modern sehingga tidak lagi mengandalkan alat fisik yang ditempel pada kendaraan.

"Yang masang ini mungkin amatiran. Karena kalau yang canggih, kalau negara sudah gak pakai teknologi itu lagi. Nah yang ketiga bukan mustahil itu juga adalah upaya adu domba sebetulnya," ujar Qodari dalam keterangan Bakom, Kamis (18/6/2026).

Qodari menegaskan Tiyo tidak dapat langsung menuding pihak tertentu sebagai pelaku tanpa adanya bukti yang kuat.

Ia mengatakan perkembangan teknologi pelacakan saat ini sudah sangat canggih sehingga penggunaan alat pelacak fisik dinilai sudah ketinggalan zaman.

"Informasi yang saya dapat ya sekarang alat-alat tracking itu sudah sangat canggih. Sehingga tidak perlu lagi pasang alat-alat tracking yang fisik, yang kuno. Yang ditempel-tempel di mobil itu (seperti) film jadul," tuturnya.

Menurut Qodari, hingga kini belum ada kepastian mengenai siapa pihak yang memasang alat tersebut.

"Ada enggak beliau mengatakan yang masang ini dengan pasti? Kan enggak ada. Yang ada kan insinuasi atau kecenderungan-kecenderungan untuk mengarahkan kepada kelompok tertentu," tukas Qodari.

Karena itu, ia meminta semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila ingin dilakukan penyelidikan.

"Ya tidak boleh tuding sana sini kan. Ya diinvestigasi bila perlu laporkan kepada penegak hukum untuk kemudian diselidiki. Itu sesungguhnya siapa yang memasang," jelas Qodari.

Ia menambahkan bahwa kesimpulan mengenai pelaku baru dapat diberikan setelah proses penyelidikan selesai.

"Setelah ketahuan betul yang memasang baru kemudian phonis dijatuhkan. Jangan sampai praduga bersalah, kemudian identik dengan phonis akhir. Kan itu adalah loncatan," imbuhnya.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.