Sebelum Diringkus, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Berniat Kabur ke Sumatera & Ingin Akhiri Hidup
Listusista Anggeng Rasmi June 26, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebelum akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian, Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandung, ternyata sempat menyusun rencana untuk melarikan diri.

Pelaku bahkan disebut telah memikirkan berbagai cara agar tidak terlacak oleh petugas yang terus memburunya selama beberapa hari.

Selain berencana kabur ke Pulau Sumatera, Taufik juga dikabarkan sempat berniat mengakhiri hidupnya saat merasa ruang geraknya semakin sempit.

Rencana pelariannya pun disiapkan dengan cukup matang demi menghindari kejaran aparat penegak hukum.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah mengganti pelat nomor sepeda motor yang digunakannya dengan pelat nomor palsu agar identitas kendaraannya sulit dikenali.

Meski demikian, langkah tersebut tidak berhasil mengelabui polisi yang terus melacak keberadaan pelaku dari berbagai informasi yang diperoleh di lapangan.

Di tengah upaya pelariannya, Taufik akhirnya berhasil dibujuk agar mengurungkan niat untuk terus melarikan diri maupun melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri.

Peran penting dalam proses tersebut tidak hanya datang dari mantan bosnya, Dadang Ahyar Ismail, tetapi juga dari anggota kepolisian yang ikut melakukan pendekatan secara persuasif.

Baca juga: Teganya Taufik Hidayat Sekap & Siksa YTR hingga Buta, Keluarga Korban Tanyakan Motif: Ada Tiga Pasal

KASUS PENYEKAPAN - Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik Hidayat memperlihatkan foto penyekap YTR di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu 24 Juni 2026.
KASUS PENYEKAPAN - Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik Hidayat memperlihatkan foto penyekap YTR di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu 24 Juni 2026. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama)

Anggota polisi bernama Ipda Hendi Setiawan disebut menjadi salah satu sosok yang berperan besar setelah mengenali wajah Taufik dari foto yang ramai beredar di media sosial.

Berbekal informasi tersebut, Ipda Hendi kemudian menghubungi Dadang Ahyar Ismail untuk membantu membangun komunikasi dengan Taufik hingga proses penangkapan akhirnya dapat dilakukan tanpa perlawanan.

Bujuk Taufik

Rupanya Hendi sempat mengenal Taufik saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Hendi kemudian menghubungi Dadang yang merupakan mantan atasan Taufik.

Keduanya lalu bekerja sama memancing Taufik Hidayat untuk datang ke Bandung setelah sempat melarikan diri ke Tangerang.

Mereka lalu bertemu di sebuah tempat, kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

PENYEKAPAN - Taufik Hidayat diringkus polisi pada Selasa (23/6/2026) di Ciparay, Kabupaten Bandung. Ia merupakan tersangka penganiayaan disertai penyekapan terhadap kekasihnya, YTR.
PENYEKAPAN - Taufik Hidayat diringkus polisi pada Selasa (23/6/2026) di Ciparay, Kabupaten Bandung. Ia merupakan tersangka penganiayaan disertai penyekapan terhadap kekasihnya, YTR. (Tribun Jabar/Instagram @ataliapr)

Baca juga: Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan di Bandung Sebut Pacarnya Bucin, Rela Buat Tato, Korban: Dipaksa

"Saat bertemu dengan Dadang, saya meminta Dadang untuk membujuk Taufik. Hingga akhirnya Taufik datang ke kediaman Dadang di Ciparay," ujar Hendi dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (26/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Taufik mengaku sempat berniat kabur ke Pulay Sumatera.

Bahkan, kata Hendi, tersangka sempat mengutarakan niat mengakhiri hidupnya karena merasa tidak memiliki jalan keluar.

Melihat kondisi tersebut, Hendi berusaha meyakinkan Taufik agar menyerahkan diri dan menghadapi proses hukum yang berlaku.

"Saya sampaikan, kalau menyerahkan diri saya jamin keselamatannya. Tetapi kalau tertangkap di jalan, saya tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi," katanya.

Upaya pendekatan itu akhirnya membuahkan hasil. Taufik yang sebelumnya dikabarkan berpindah-pindah tempat persembunyian dan sempat lolos dari pengejaran aparat, akhirnya bersedia menyerahkan diri sebelum diamankan polisi.

"Pelaku sempat berniat kabur ke Sumatra dan berniat mengakhiri hidup, namun akhirnya berhasil dibujuk," ucap Hendi.

Bagi Hendi, keberhasilan mengungkap dan menangkap pelaku kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut menjadi momen yang sangat berkesan menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

"Alhamdulillah qodarullah, semuanya berkat doa-doa dari orang-orang yang sayang kepada saya hingga akhirnya diijabah oleh Allah. Ini menjadi kado untuk HUT Bhayangkara ke-80," katanya.

Isi bagasi motor Taufik

Penyidik Polda Jabar terus menguliti fakta baru di balik pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap perempuan asal Rancekek, Kabupaten Bandung, yakni YTR.

Terbaru, polisi membongkar isi jok sepeda motor yang digunakan tersangka untuk melarikan diri selama menjadi buron.

Taufik Hidayat diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax berwarna hitam dengan nomor polisi D 4417 YDA.

Saat ini, kendaraan matik besar tersebut sudah terparkir di depan Gedung Dit PPA-PPO Mapolda Jabar dengan kondisi terikat garis polisi.

Saat melakukan pengecekan fisik berupa nomor rangka dan nomor mesin guna memastikan status kepemilikan kendaraan, penyidik dikejutkan dengan sejumlah barang bukti tersembunyi di dalam bagasi di bawah jok motor.

Di dalam jok Nmax hitam tersebut, polisi menemukan sebilah golok, pelat nomor palsu, dan sebuah alat pancing.

Keberadaan pelat nomor palsu tersebut memperkuat dugaan bahwa tersangka telah merencanakan pelariannya secara matang demi mengelabui kejaran petugas di jalanan.

Sementara senjata tajam jenis golok disita sebagai barang bukti tambahan yang akan didalami peruntukannya oleh penyidik.

(Tribunnewsmaker/TribunnewsBogor/ Vivi Febrianti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.