Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Pelaku pencurian handphone (HP) di Kantor PMI Kabupaten Sragen, Jawa Tengah diduga telah menguasai kondisi lokasi sebelum melancarkan aksinya.
Dugaan itu muncul karena pelaku berani masuk hingga area khusus di lantai atas gedung yang umumnya tidak diketahui orang luar.
"Padahal atas itu buat piket ambulans, orang luar tidak tahu dan tidak berani naik. Ya bukannya apa, kayaknya pelaku sudah tahu kondisi, kemudian diambil hp dan langsung kabur," kata Ketua PMI Kabupaten Sragen, Utami Dewi Masithoh, Jumat (26/6/2026).
Aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB dan terekam kamera CCTV di Kantor PMI Kabupaten Sragen.
Korban diketahui merupakan relawan PMI, Nuryati, warga Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.
Menurut Utami, pelaku datang seorang diri dengan sikap percaya diri sebelum langsung menuju lantai atas tempat korban sedang beristirahat.
"Kronologi awal, yang jelas dia datang dengan pedenya langsung menuju ke atas, dan langsung mengambil handphone milik korban saat sedang istirahat," kata Utami.
Korban baru menyadari handphone miliknya hilang setelah terbangun dari tidur.
Saat rekaman CCTV diperiksa, terlihat jelas aksi pelaku mengambil ponsel tersebut.
"Tahunya kejadian itu, saat korban bangun tidur dan kaget melihat hp miliknya hilang, kemudian mengecek kamera CCTV dan melihat aksi pelaku terekam kamera CCTV," ungkap dia.
Usai berhasil membawa handphone korban, pelaku langsung meninggalkan lokasi menggunakan ojek online (ojol).
PMI menduga transportasi tersebut telah dipesan sebelum aksi pencurian dilakukan.
"Pelaku beraksi sendiri, dan kayaknya sudah nyicil pesan ojol, karena tidak lama beraksi, pelaku naik Ojol," kata dia.
Baca juga: Aksi Pencurian HP Relawan di Kantor PMI Sragen, Pelaku Terekam CCTV Kabur Naik Ojol
Tidak hanya handphone, pelaku juga membawa kabur sejumlah dokumen penting yang berada di dalam casing ponsel, seperti KTP, kartu BPJS Kesehatan, dan kartu pegawai PMI Kabupaten Sragen.
Atas kejadian tersebut, pihak PMI Kabupaten Sragen telah melaporkan kasus itu ke Polsek Sragen.
Laporan dibuat agar pelaku segera ditangkap dan aksi serupa tidak kembali terjadi.
"Kami sudah laporan dan disitu casing hp ada identitas korban, KTP, BPJS, Pegawai melaporkan ke polsek Sragen, dan tujuan kami melaporkan ini qda efek jera agar tidak terulang, dari modusnya sudah pede, padahal itu area yang dia masuk merupakan area khusus," pungkas dia.
(*)