Santai Meski Dilaporkan ke Polisi. Tiyo Ardianto Ngaku Sibuk Keliling Demi Lakukan Ini
Evan Saputra June 26, 2026 07:20 PM

POSBELITUNG.CO - Jagat media sosial dihebohkan oleh video kritik tajam eka Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang dinilai telah melewati batas etika demokrasi.

Ucapan kontroversial tersebut memancing kemarahan besar mantan Menpora Adhyaksa Dault yang secara terbuka menegur keras sang ketua BEM karena dianggap telah menghina kepala negara secara kasar di depan publik.

Bahkan, Advokat Muhammad Firdaus Oiwoboo melaporkan Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM imbas sebut SPPG Satuan Penjilat Prabowo. 

Tiyo dilaporkan ke Polres Tangerang atas dugaan penghasutan setelah videonya beredar luas di media sosial. 

Firdaus menjelaskan, dirinya melihat video tersebut saat berada di rumahnya di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Menurut Firdaus, isi video tersebut dinilai mengajak masyarakat untuk menghentikan program MBG dan menyerang keberadaan SPPG.

"Karena saya nontonnya dan membacanya di media sosial, pas di rumah saya sendiri, Serpong, Tangsel," ujar Firdaus saat dihubungi, Rabu (17/6/2026).

Merasa keberatan dengan isi unggahan itu, Firdaus kemudian membuat laporan resmi ke Polres Tangerang Selatan pada Senin (15/6/2026).

Laporan tersebut tercatat dengan nomor:

LP/B/1867/VI/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA

Dalam laporannya, Firdaus menuding Tiyo melakukan penghasutan terkait program MBG.

"Terlapor menghasut masyarakat untuk meninggalkan MBG, dan mengatakan SPPG adalah satuan penjilat Prabowo," ujar Firdaus.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menjalani pemeriksaan perdana sebagai pelapor pada Senin (22/6/2026).

"Senin (22/6/2026) sudah mulai dipanggil buat pemeriksaan pertama," katanya.

Selain Firdaus, tiga orang saksi lain juga disebut akan dimintai keterangan oleh penyidik guna mendalami laporan tersebut.

Tiyo Buka Suara 

Meski dilaporkan ke polisi, Tiyo memastikan dirinya tetap akan menjalankan peran sebagai warga negara yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

Menurutnya, kondisi bangsa saat ini membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk mengawasi jalannya kekuasaan agar tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi dan berpihak kepada rakyat.

“Saya pribadi akan tetap fokus untuk melakukan hal-hal yang substantif dengan tetap tentu kooperatif.

Apabila kita dipanggil pihak kepolisian, ya kita akan datang. Apabila kita dimintai keterangan, ya kita akan berikan.

Tapi yang jelas fokus kita adalah pada hal-hal yang substantif dan strategis, terutama untuk menjalankan peran kita sebagai warga negara yang kritis,” terangnya.

 Tiyo juga menegaskan bahwa pelaporan terhadap dirinya tidak akan menghentikan aktivitasnya dalam membangun kesadaran politik di kalangan generasi muda.

“Meskipun ada pelaporan, kita masih terus keliling di daerah-daerah ketemu dengan anak-anak muda dan membangkitkan kesadaran politik, bahwa hari ini ada kekuasaan yang harus kita awasi supaya kekuasaan itu berjalan dengan benar dan berpihak pada rakyat,” sambungnya.

Lebih lanjut, Tiyo mengungkapkan telah menerima banyak tawaran bantuan hukum dari berbagai pihak sebagai bentuk dukungan terhadap dirinya.

“Ya banyak pihak-pihak yang menawarkan bantuan hukum kepada saya dan tentu saya akan terima setiap bantuan hukum itu sebagai bagian dari wujud solidaritas masyarakat sipil di dalam membela hak-hak kaum tertindas dan membela demokrasi,” pungkasnya.

Polemik MBG Makin Memanas

Di sisi lain, kasus ini menambah panjang daftar polemik seputar program Makan Bergizi Gratis yang belakangan memicu gelombang kritik dan demonstrasi di berbagai daerah.

Nama Tiyo Ardianto sendiri sebelumnya juga menjadi sorotan setelah mengunggah video penemuan alat pelacak yang diduga dipasang di mobil yang digunakannya usai aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone.

"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.

Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.

"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam," kata Tiyo.

Tiyo mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," katanya.

Tiyo Ardianto menjelaskan bahwa ia menemukan alat pelacak di mobil tersebut pada 13 Juni 2026.

Ia mengaku mobil yang dimaksud merupakan milik saudara yang dipinjam demi menjaga keselamatan.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," kata Tiyo seperti dikutip dari Kompas.com.

Bukan hanya sekali saja, Tiyo kembali menemukan alat pelacak serupa beberapa kemudian.

"Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya. 

Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang. 

Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar. 

Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap.

Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor." tulis Tiyo di Instagram.

Eks Menpora Murka Lihat Video Tiyo Ardianto

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, meluapkan kemarahan besar terhadap Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto.

Kemarahan tokoh senior tersebut dipicu oleh video kritik Tiyo Ardianto yang viral di media sosial.

Dalam video itu, Tiyo dinilai telah melontarkan kritik yang sudah melewati batas hingga dianggap menghina Presiden Prabowo Subianto.

Video tersebut kemudian ditonton langsung oleh Adhyaksa Dault. Sebagai sosok yang pernah aktif di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, ia merasa tindakan Tiyo tidak mencerminkan etika seorang pemimpin mahasiswa.

"Astagfirullah. Lima tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu, sama-sama aktivis mahasiswa. Tapi saya belum pernah dengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara," kata Adhyaksa Dault seperti dikutip dari Tribunstyle.com, Minggu (14/6/2026).

Adhyaksa Dault bahkan secara terbuka menegur Tiyo Ardianto. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah adalah hal yang lumrah dalam negara demokrasi, namun tidak boleh disampaikan dengan cara yang menghina kepala negara.

"Itu luar biasa kamu, kenapa kamu ngomong begitu, nggak boleh kayak gitu," tegasnya.

Ia mengaku selama ini jarang menanggapi dinamika politik maupun mengeluarkan pernyataan terkait pemerintahan. Namun kali ini ia merasa perlu bersuara setelah melihat video Tiyo Ardianto.

"Hari ini saya baru ngomong karena saya kesal melihat kamu. Walaupun sebelah kamu tertawa-tawa, saya nggak suka dengan sikap kamu seperti itu," ujarnya.

Adhyaksa Dault mengungkapkan bahwa dirinya sempat menaruh simpati kepada Tiyo Ardianto.

Pasalnya, Ketua BEM UGM tersebut belakangan menjadi sorotan publik karena keberaniannya mengkritik berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), nilai tukar rupiah hingga harga BBM.

Namun menurut Adhyaksa, kritik yang disampaikan Tiyo kali ini sudah kelewatan.

"Kasihan kamu. Pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah oke, kita meng-kita-kan jangan meng-kau-kan. Tapi ini sudah kelewatan, kamu menghina kepala negara," katanya.

Di tengah polemik tersebut, Tiyo Ardianto juga tengah menjadi perhatian publik setelah mengaku menemukan alat pelacak yang terpasang di mobil pribadinya.

Tiyo mengungkapkan, pada Sabtu (13/6/2026), ia menerima notifikasi di ponselnya mengenai keberadaan alat pelacak yang bergerak bersamanya.

 Setelah dilakukan pencarian, alat tersebut ditemukan berada di bagian bawah mobil dekat ban serep.

"Teman-teman sekalian bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan," ungkap Tiyo melalui akun Instagram pribadinya.

Usai menemukan alat tersebut, Tiyo mengaku terkejut dan mempertanyakan pihak yang memasangnya. Ia juga mengaitkan peristiwa itu dengan posisinya yang selama ini vokal mengkritik pemerintah.

Tak hanya itu, Tiyo turut menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan tidak akan gentar meski merasa mendapat intimidasi.

"Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor, semakin diintimidasi direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terima kasih, Pak Prabowo," kata Tiyo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.