Kisah Keysha Gadis Asal Desa Mempayak Menggapai Mimpi Bisa Menembus Panggung DA 8 Indosiar
Hendra June 26, 2026 07:20 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebuah lemari kaca berdiri kokoh di sudut ruang tamu sebuah rumah sederhana di Desa Mempayak, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (26/6/2026).

Di dalam lemari itu, puluhan piala berjejer rapi, berkilau diterpa cahaya lampu. 

Piala-piala tersebut hasil langkah seorang gadis kecil yang sejak usia empat tahun sudah memegang mikrofon dan menantang anak-anak sekolah dasar dalam berbagai lomba tarik suara antar kampung.

Di ruang tamu itulah, di atas sebuah sofa, Iwan (51) dan Nita (47) duduk bersama. Pasangan suami istri ini adalah orang tua dari Nikeisha Abiyyah (14) atau Keysha, gadis yang kini namanya mendadak menjadi buah bibir di Beltim. 

Namun, sore itu, sosok Keysha tak ada di rumah. Ia telah bertolak ke Jakarta untuk memasuki masa karantina ketat.

"Rasanya seperti mimpi, Mas. Kami berdua duduk di sini, melihat lemari pialanya, tapi anaknya sudah jauh di Jakarta berjuang sendirian," ujar Iwan membuka obrolan. 

Sempat Diwarnai Sandiwara

Perjalanan Keysha mengunci satu tempat di panggung megah Dangdut Academy (DA) 8 Indosiar sejatinya telah dipastikan sejak tanggal 5 Juni lalu, saat ia sukses mengamankan Golden Ticket di hadapan para juri artis.

Namun, kabar tersebut harus dijaga kerahasiaannya. 

Hal itu karena permintaan pihak stasiun televisi demi menjaga kerahasiaan tayangan sehingga status kelolosan tidak boleh bocor.

Sanksinya berat, yakni ancaman diskualifikasi instan jika kabar itu mengudara sebelum pengumuman resmi dirilis pada Kamis, 25 Juni kemarin.

Karena itulah, wawancara tatap muka secara langsung urung dilakukan oleh Posbelitung.co. Melalui sambungan telepon, suara remaja 14 tahun itu akhirnya terdengar. 

"Waktu pertama kali pegang Golden Ticket, aku benar-benar enggak nyangka, Kak. Rasanya campur aduk banget, ada sedihnya karena sempat mengira impianku hancur di ruang audisi," cerita Keysha. 

Ternyata, dirinya saat itu sempat diuji habis-habisan. Di dalam ruang audisi, para juri artis sengaja melakukan sandiwara penolakan. 

Keysha yang mengira langkahnya terhenti, keluar ruangan disertai mata sembab dan wajah tertunduk lesu.

Namun kesedihan itu rupanya menjadi pemicu dari kejutan yang manis. Begitu tahu dirinya lolos lewat gimik juri, Keysha yang jahil justru memutuskan untuk merancang sandiwara juga untuk kedua orang tuanya yang sedang menunggu cemas.

Di saat yang sama, Iwan dan Nita sedang berada di dalam sebuah mobil transportasi daring. Mereka saat itu sedang menembus kemacetan Jakarta menuju studio demi bisa menjemput sang anak.

"Waktu itu sudah lewat jam dua siang, tapi belum ada kabar sama sekali dari nomor HP Keysha. Istri saya kirim pesan singkat tanya apakah audisinya sudah mulai, tapi tidak dibalas," ujar Iwan. 

Ketegangan di dalam mobil memuncak ketika sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Nita. Dalam pesan tersebut, sebuah foto wajah Keysha disertai mata sembab dan raut muka seperti habis menangis. 

Nita pun lemas. Di dalam mobil, ia langsung menyimpulkan bahwa putrinya gagal lolos. 

"Saya langsung tanya, 'Adek enggak lolos ya, Dek?' Jantung kami sudah deg-degan luar biasa, rasanya mau menangis juga melihat mukanya sedih begitu," kata Nita. 

Namun, beberapa saat kemudian, foto kedua masuk. Kali ini, terlihat potret Keysha yang tersenyum lebar sembari mengangkat sebuah tiket berwarna emas berlogo D Academy 8.

"Nangis kami berdua di dalam mobil itu, Mas. Sopir Grab-nya sampai bingung melihat kami berdua berpelukan sambil menangis haru. Ribuan orang dari seluruh Indonesia gagal, tapi anak kami yang sekecil ini bisa meraih tiket itu," ucap Nita. 

Kabar kelolosan kemarin pun ternyata menggemparkan Desa Mempayak, mulai dari Tetangga, kerabat, dan keluarga besar yang berkumpul di kediaman Iwan. 

"Orang-orang pada teriak dan nangis di depan rumah, suasananya sudah seperti orang kerasukan massal. Tetangga sampai berdatangan mengira ada apa-apa, padahal itu tangisan saking senangnya melihat anak kampung sini bisa masuk TV nasional," cerita Nita. 

Darah Seni

Bakat emas Keysha memang tidak muncul begitu saja. Darah seni mengalir kental dari kedua orang tuanya. 

Iwan merupakan mantan pemain musik lokal di Manggar yang pernah membersamai beberapa grup musik daerah, sementara Nita adalah seorang penyanyi panggung.

Uniknya, di balik kesuksesannya, Nita menjelaskan bahwa Keysha merupakan anak yang paling sulit jika disuruh berlatih vokal di rumah.

"Dia itu paling susah kalau disuruh latihan rutin. Anaknya tipe yang cepat tanggap. Kalau dia bilang sudah tahu teknik dan hafal lagunya, ya sudah, dia tidak mau latihan mati-matian. Kemenangan dia itu ada pada mental panggung dan kemampuan improvisasi otodidak lewat YouTube," ungkapnya. 

*Berjuang tanpa Dampingan Orang Tua*

Kini, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Keysha harus belajar hidup mandiri di asrama Jakarta, terpisah dari dekapan hangat orang tuanya. 

Keberangkatan Keysha pun diwarnai kepasrahan. Karena keterbatasan biaya, Iwan dan Nita terpaksa melepas sang anak terbang sendirian tanpa pendampingan mereka. 

"Ini pertama kalinya dia menyeberang pulau sendiri tanpa kami dampingi. Sebagai orang tua tentu ada rasa waswas dan tidak tenang. Tapi anaknya justru yang menguatkan kami. Dia bilang, 'Udah Mak, Bapak, biar aku pergi sendiri, aku mau belajar mandiri. Nanti kalau ada uangnya baru menyusul'," tutur Iwan. 

Akan tetapi, Keysha sendiri menegaskan bahwa ia sama sekali tidak merasa gentar. Inspirasi besarnya dari sosok Sridevi, juara D Academy 5, menjadi penyemangatnya untuk terus melangkah jauh di kompetisi.

Keysha hanya menitipkan satu pesan bagi kedua orang tuanya yang kini setia menunggu di rumah, serta bagi seluruh masyarakat Beltim yang menaruh harapan padanya. 

"Pokoknya doain aku terus di sini supaya sehat-sehat, bisa terus menampilkan yang terbaik, dan bakatku bisa berkembang. Bismillah, aku siap berjuang dan ingin mewujudkan mimpi jadi penyanyi profesional," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.