TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kondisi cuaca yang tidak bersahabat memicu terjadinya penumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat 26 Juni 2026.
Selain faktor alam, situasi ini juga diperparah oleh melonjaknya volume kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali, I Made Suraharta.
"Di Pelabuhan Gilimanuk saat ini memang terjadi antrean dikarenakan cuaca buruk dan peningkatan kendaraan yang akan menyeberang ke Ketapang," ungkap, Suraharta.
Kondisi cuaca ekstrem di selat Bali menyebabkan armada kapal mengalami kesulitan saat hendak bersandar di dermaga.
Hambatan ini memicu efek domino pada jadwal keberangkatan kapal dari arah sebaliknya.
"Karena kendaraan banyak dari Ketapang, jadi kendaraan tertunta diangkut dari arah Gilimanuk," sambungnya.
Baca juga: Info Lokasi dan Jadwal Nobar Belanda vs Maroko di Denpasar, Oranje Bali Siap Kawal ke Babak 32 Besar
Faktor lain yang turut memperpadat jalur adalah berkurangnya armada kapal muat logistik yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Wangi.
Akibatnya, arus truk-truk besar dialihkan dan menumpuk di Pelabuhan Ketapang.
Menyikapi situasi penumpukan ini, pihak otoritas terus bergerak cepat untuk mengurai antrean di lapangan.
"Kami usahakan untuk lakukan percepatan bongkar muatnya," imbuhnya.
Berdasarkan data grafis dan pemantauan langsung yang dilakukan oleh BPTD Bali, pergerakan kendaraan di Gilimanuk sebenarnya sudah menunjukkan tren kenaikan sejak dua hari lalu.
Pada periode 24-25 Juni 2026, lalu lintas harian yang biasanya berada di angka rata-rata 5.000 kendaraan per hari, melonjak naik hingga menyentuh angka 6.000 kendaraan per hari.
Kombinasi antara lonjakan volume kendaraan dan hambatan cuaca inilah yang menjadi penyebab utama antrean panjang di pelabuhan hari ini.