Real Madrid tengah mempertimbangkan strategi transfer berani yang bisa menjadikan mantan bintang akademinya, Nico Paz, sebagai kunci untuk membuka kesepakatan dengan bek Inter, Alessandro Bastoni. Jose Mourinho sangat ingin memperkuat lini pertahanannya di Santiago Bernabeu, dan serangkaian negosiasi rumit yang melibatkan gelandang asal Argentina tersebut dapat menjadi solusi ideal.
Manuver strategis Madrid terhadap Nico Paz
Los Blancos saat ini sedang menilai langkah selanjutnya terkait masa depan Paz, yang penampilannya yang luar biasa di Serie A telah mengubah peta transfer. Raksasa Spanyol itu siap mengaktifkan klausul pembelian kembali senilai €9 juta untuk merekrut kembali sang pemain dari Como. Namun, alih-alih memasukkannya ke tim utama, klub berencana langsung menawarkan kesempatan kepada tim Italia tersebut untuk mempertahankannya secara permanen dengan harga fantastis sebesar €60 juta.
Meski nilai tersebut mungkin terlalu tinggi bagi Como, meskipun mereka memiliki pemilik yang kaya, Inter disebut-sebut sebagai peminat serius terhadap playmaker Argentina itu, menurut laporan dari AS. Ketertarikan ini memberikan peluang emas bagi Real Madrid untuk memenuhi permintaan Mourinho akan bek tengah kelas dunia dengan melibatkan nama Bastoni dalam pembicaraan.
Prioritas pertahanan Mourinho
Mourinho sedang mencari sosok tangguh untuk memperkuat lini belakangnya. Upaya mendatangkan Nico Schlotterbeck dari Borussia Dortmund kini dianggap sulit terwujud setelah sang pemain mengalami cedera serius, sementara Ruben Dias dari Manchester City dinilai sama sekali tidak bisa disentuh. Dengan demikian, Bastoni muncul sebagai opsi elit paling realistis, meskipun Barcelona juga tertarik namun mundur karena harga €70 juta yang diminta Inter. Bek asal Italia itu tetap menjadi favorit bagi sang “Special One” yang ingin memasangkannya dengan Ibrahima Konate.
Laporan tersebut menambahkan bahwa Inter bersedia membahas kemungkinan penjualan dengan harga sekitar €70 juta, terutama karena Bastoni mendapat kritik dari sebagian penggemar di San Siro selama musim lalu. Jika Nerazzurri benar-benar ingin merekrut Paz, mereka mungkin harus melunak terkait Bastoni demi memuluskan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak dalam permainan catur transfer ini.
Rintangan regulasi "bridge transfer" FIFA
Meski rencana ini tampak sempurna di atas kertas, Florentino Perez harus berhati-hati menghadapi aturan ketat. Berdasarkan Regulasi FIFA tentang Status dan Transfer Pemain pasal 5bis mengenai “bridge transfer”, disebutkan bahwa “tidak ada klub atau pemain yang boleh terlibat dalam bridge transfer.” Regulasi itu menyatakan bahwa jika dua transfer berurutan atas pemain yang sama terjadi dalam waktu 16 minggu, maka dianggap sebagai bridge transfer kecuali dapat dibuktikan sebaliknya. Artinya, langkah langsung “beli dan jual kembali” untuk Paz bisa jadi tidak mungkin dilakukan secara legal pada musim panas ini.
Untuk mengakali hal tersebut, Madrid mungkin harus menunggu hingga jendela transfer musim dingin atau menegosiasikan kesepakatan pinjaman kreatif dengan klausul pembelian wajib. Komite Disiplin FIFA dikenal sangat ketat terhadap kasus semacam ini dan menegaskan bahwa mereka akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat, yang bisa menunda rencana Mourinho untuk memiliki lini pertahanan barunya siap pada awal musim.
Perspektif pemain dan situasi lini tengah Mourinho
Bagi Paz, situasi ini menjadi titik penting setelah setahun mencatat 13 gol dan delapan assist di Italia. Meskipun ia diperlakukan sebagai bintang besar di Serie A di bawah asuhan Cesc Fabregas, lini tengah Mourinho saat ini sudah penuh dengan talenta seperti Jude Bellingham dan Bernardo Silva. Laporan menyebutkan bahwa Mourinho telah berbicara langsung dengan Paz, tetapi tidak bisa menjanjikan waktu bermain reguler yang dibutuhkan pemain berusia 21 tahun itu untuk terus berkembang.
Dengan Paz fokus membawa Como menuju Liga Champions dan menjaga posisinya di skuad Argentina, ia mungkin akan memilih stabilitas. Namun, daya tarik klub sebesar Inter atau kemungkinan kembali permanen ke ibu kota Spanyol – meski hanya dijadikan alat tukar dalam kesepakatan lain – membuat masa depan sang pemain muda masih menggantung sementara klub-klub tersebut menyusun strategi transfer musim panas mereka.