BEM UI hingga Mahfud MD Minta Prabowo Buktikan Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa
Tribun-video June 26, 2026 09:57 PM

TRIBUN-VIDEO - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan siapa yang membayar aksi demonstrasi mahasiswa.

Hal itu merespons pidato Presiden Prabowo yang memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang mencoba memanipulasi opini publik melalui aksi demo.

Senada dengan BEM UI, pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, juga meminta Presiden Prabowo mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang atau penyandang dana aksi demonstrasi apabila memang telah mengetahui identitasnya.

Saat pidato pada Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan ke-17 di Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah memantau pergerakan pihak tertentu yang sengaja mengorganisir massa dan meminta pihak-pihak itu untuk menghentikan tindakan tersebut.

Yatalathof mengatakan, jika memang benar demikian maka hal tersebut bisa dibuktikan oleh Presiden Prabowo terlebih dahulu sebelum diumumkan di hadapan publik.

"Dari kami mahasiswa melihat bahwa jika memang Bapak Presiden narasinya adalah ingin masyarakat Indonesia bersatu layaknya kesatuan sepak bola, maka Bapak telusuri langsung dan juga langsung buka kepada publik transparansi hasil penelusurannya," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (26/6/2026).

Hal-hal yang perlu ditelusuri Prabowo itu adalah soal adanya dugaan aliran dana yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) demi meredam aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, pada 15 Juni 2026 lalu.

Kemudian dugaan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam yang memobilisasi ratusan siswa SD dan SMP untuk mengikuti aksi pro Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 21 Juni 2026 lalu.

"Misalkan, bagaimana bisa mahasiswa UBK itu menerima aliran uang sebesar Rp300 juta. Terus juga bagaimana bisa ada Kepala Dinas Pendidikan malah mengeksploitasi, dalam tanda kutip, anak-anak untuk ikut aksi pro MBG begitu. Jadi dari kami mahasiswa melihatnya seperti itu," jelas Yatalathof.

Respons Mahfud MD

Mahfud MD menyayangkan jika benar ada mahasiswa yang menerima bayaran untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Menurut Mahfud, penyampaian informasi terkait pihak yang diduga menjadi dalang dana aksi demonstrasi tersebut penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Mahfud menilai, mahasiswa selama ini menyampaikan kritik secara terbuka dengan menjelaskan persoalan yang dianggap bermasalah beserta kebijakan pemerintah yang dikritisi.

Karena itu, menurut Mahfud, tudingan mengenai adanya demo bayaran juga seharusnya disertai penjelasan yang jelas mengenai pihak yang dimaksud.

Mahfud mengatakan, praktik penyusupan dalam gerakan mahasiswa bukanlah fenomena baru. Menurutnya, sejak masa dirinya menjadi mahasiswa, sudah ada pihak-pihak yang merangkap sebagai aktivis sekaligus menjalankan kepentingan tertentu.

Meski demikian, Mahfud menilai kelompok seperti itu hanyalah sebagian kecil dan tidak mewakili gerakan mahasiswa secara keseluruhan.

Secara pribadi, Mahfud mengaku prihatin apabila benar ada mahasiswa yang bersedia menerima bayaran untuk mengikuti aksi demonstrasi. Ia berpesan agar mahasiswa tetap menjaga independensi, bersikap kritis, dan tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan tertentu.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.