TRIBUNNEWS.COM - Timnas Jepang kembali dihadapkan pada tantangan terbesar mereka di Piala Dunia 2026.
Setelah finis sebagai runner-up Grup F, Samurai Biru dipastikan bertemu Brasil pada babak 32 besar di Houston, Selasa (30/6) dini hari WIB.
Duel ini bukan sekadar mempertemukan dua kekuatan sepak bola dunia, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi pelatih Jepang, Hajime Moriyasu.
Di tengah anggapan legenda Brasil Ronaldo Nazario yang menyebut Jepang sebagai lawan yang lebih "mudah" dibanding Belanda, Moriyasu justru melihat kesempatan untuk kembali membuat kejutan.
Pengamat bola dari Spieltag Indonesia, Adrian, menilai Jepang memang menjadi salah satu tim yang paling layak diwaspadai pada Piala Dunia kali ini.
"Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, Jepang tampil luar biasa. Mereka pernah mengalahkan Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022," ujar Adrian dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Generasi emas Jepang saat ini diperkuat pemain-pemain yang sudah terbiasa tampil di level elite Eropa seperti Takefusa Kubo, Ritsu Doan, Zion Suzuki hingga Ayase Ueda yan menjadi top skor di Eredivisie.
"Sekarang mereka diperkuat generasi yang lebih matang dengan pemain-pemain yang berkarier di Eropa serta didukung pengalaman Hajime Moriyasu," katanya.
Baca juga: Sorotan Grup F Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Jepang, Belanda Harus Waspada
Pernyataan yang memicu perhatian datang dari legenda Brasil, Ronaldo Nazario.
Sebelum klasemen Grup F dipastikan, Ronaldo berharap Brasil tidak bertemu Belanda di babak 32 besar.
Menurut mantan striker yang membawa Brasil juara dunia pada 2002 itu, menghadapi Belanda terlalu berisiko pada fase awal.
"Belanda harus dihindari. Jepang atau Swedia akan lebih mudah dikalahkan," kata Ronaldo dalam program Romario TV yang dikutip ESPN Brasil.
Ucapan tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa Ronaldo lebih memilih Jepang sebagai lawan Brasil dibanding harus menghadapi Belanda yang dinilainya memiliki kualitas lebih tinggi.
Ironisnya, yang terjadi justru sesuai prediksi Ronaldo. Jepang akhirnya finis di posisi kedua Grup F dan menjadi lawan Brasil di fase gugur.
Meski menyadari kekuatan Brasil, Hajime Moriyasu tidak datang dengan rasa minder.
Pelatih berusia 57 tahun itu justru menegaskan bahwa Jepang sudah menunjukkan perkembangan besar dan memiliki peluang mengalahkan Selecao.
"Pada pertemuan terakhir kami telah membuktikan kepada Brasil bahwa kami bukan lawan yang mudah. Itu merupakan kemajuan besar bagi kami," kata Moriyasu, dikutip dari Nikkan Sports.
"Brasil adalah salah satu tim terbaik di dunia dan kami sangat menghormatinya. Namun dalam pertandingan, apa pun bisa terjadi. Kami juga memiliki peluang untuk menang," ujar Moriyasu.
Ucapan tersebut merujuk pada laga persahabatan internasional Oktober tahun lalu ketika Jepang sukses membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Brasil.
Kemenangan itu menjadi sejarah karena merupakan kemenangan pertama Jepang atas Brasil sepanjang sejarah pertemuan kedua negara.
Baca juga: Jepang Cetak Sejarah Baru setelah Tahan Imbang Swedia 1-1 dan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Laga nanti juga menjadi reuni kedua negara di ajang Piala Dunia setelah dua dekade.
Terakhir kali Jepang bertemu Brasil pada Piala Dunia 2006 di Jerman.
Saat itu Jepang sempat unggul lebih dulu melalui Keiji Tamada, tetapi akhirnya harus menyerah 1-4.
Ronaldo Nazario mencetak dua gol pada babak kedua dan membawa Brasil membalikkan keadaan.
Namun kini situasinya berbeda. Jepang datang dengan skuad yang jauh lebih berpengalaman. Banyak pemain inti mereka tampil di kompetisi elite Eropa dan menjadi kekuatan utama tim.
Takefusa Kubo menjadi motor serangan, Ritsu Doan tetap menjadi ancaman dari sisi sayap, Zion Suzuki tampil solid di bawah mistar, sedangkan Ayase Ueda datang dengan status top skor Eredivisie.
Moriyasu juga berhasil menjaga konsistensi Jepang. Pada fase grup, Samurai Biru mencetak tujuh gol dalam tiga pertandingan.
Ini menjadi rekor gol terbanyak Jepang dalam satu edisi Piala Dunia hingga fase grup.
Meski demikian, Brasil tetap datang sebagai unggulan. Tim asuhan Carlo Ancelotti lolos sebagai juara Grup C dengan catatan meyakinkan, termasuk kemenangan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir.
Vinicius Junior sedang berada dalam performa terbaiknya setelah mencetak empat gol di Piala Dunia 2026, sementara Neymar sudah kembali merumput setelah pulih dari cedera panjang.
Namun Jepang memiliki modal kepercayaan diri yang tak dimiliki generasi sebelumnya.
Dalam edisi Piala Dunia terakhir, mereka berhasil mengalahkan Jerman, Spanyol, dan juga pernah menumbangkan Brasil pada laga uji coba.
Bahkan, Inggris juga pernah dibuat gigit jari oleh Jepang pada laga uji coba pada awal April lalu dengan skor 1-0.
Karena itu, Moriyasu menegaskan timnya tidak datang ke Houston hanya untuk menikmati pertandingan.
Samurai Biru memang menghormati sejarah dan kualitas lima kali juara dunia itu. Namun mereka juga ingin membuktikan bahwa Jepang bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Jika mampu mengulang kemenangan atas Brasil, Jepang bukan hanya akan menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026, tetapi juga membungkam anggapan bahwa mereka adalah lawan yang mudah bagi Selecao.
(Tribunnews.com/Tio)