TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Pasuruan United membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kekuatan baru di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2026.
Tim berjuluk Laskar Santri Mbeling itu memastikan langkah ke babak delapan besar dengan catatan impresif, lolos dari Grup DD tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Kepastian tersebut diraih setelah Pasuruan United bermain imbang 2-2 melawan Celebest FC pada laga terakhir Grup DD di Stadion R. Maladi Sriwedari, Solo, Jumat (26/6/2026).
Hasil itu membuat tim besutan Bio Paulin dan Kas Hartadi mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, dua kemenangan dan satu kali imbang.
Raihan tersebut mengantarkan wakil Kabupaten Pasuruan melaju ke fase gugur dengan status tak terkalahkan.
Baca juga: Tekuk Persipani 2-0, Pasuruan United Lolos 8 Besar dan Tutup Asa Persepam
Sejak peluit pertama dibunyikan, Pasuruan United langsung mengambil inisiatif menyerang. Peluang emas pertama hadir pada menit ke-18 melalui tendangan bebas Nurchaqiqi dari luar kotak penalti.
Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang. Meski lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, Pasuruan United justru lebih dulu kebobolan.
Pada menit ke-41, Moh Rifki, pemain bernomor punggung 10 milik Celebest FC, sukses menjebol gawang Marrendra dan membawa timnya unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Laskar Santri Mbeling tetap bermain tenang. Serangan dibangun lebih rapi hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-56.
Wasit menghadiahkan tendangan penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang Celebest FC.
Nurchaqiqi yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.Namun skor imbang hanya bertahan delapan menit.
Celebest FC kembali memimpin melalui sundulan Abd Sabir yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Pasuruan United kembali tertinggal 2-1.
Baca juga: Awal Positif Pasuruan United di Babak 16 Besar Liga 4 Nasional, Bekuk Persepam dengan Skor 2-0
Dalam posisi tertekan, Ricko Hardiansyah dan kawan-kawan tidak kehilangan semangat. Mereka terus menggempur pertahanan lawan hingga memasuki masa injury time.
Ketika kemenangan Celebest FC sudah di depan mata, Pasuruan United menunjukkan mental pantang menyerah.
Berawal dari skema tendangan bebas, Galang yang mengenakan nomor punggung 7 sukses menyambut bola dengan sundulan akurat yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang lawan.
Gol dramatis tersebut mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus memastikan Pasuruan United menutup fase grup tanpa kekalahan.
Pelatih Pasuruan United Bio Paulin mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit setelah dua kali tertinggal.
Menurut mantan bek Tim Nasional Indonesia itu, Celebest FC menyulitkan timnya melalui pola permainan direct dengan umpan-umpan panjang.
“Pertandingan hari ini sangat luar biasa. Lawan bermain dengan pola long passing sehingga cukup menyulitkan kami. Bahkan sampai menit ke-90 kami masih tertinggal. Puji Tuhan, anak-anak tetap berjuang hingga akhirnya bisa menyamakan kedudukan,” katanya.
Bio menegaskan, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting menjelang babak delapan besar.
“Setiap pertandingan memiliki tantangan yang berbeda. Yang terpenting, mental pemain sudah sangat bagus. Mereka berjuang maksimal sampai menit terakhir. Itulah sepak bola. Kami akan memperbaiki kekurangan agar di babak delapan besar bisa tampil lebih baik lagi,” ujarnya.
Baca juga: Jadwal Pasuruan United di 16 Besar Liga 4 Nasional 2026. Ini Calon Lawan di Grup DD
Sementara itu, pemain Pasuruan United, Saifullah menilai timnya sempat terbawa ritme permainan lawan sehingga tampil terburu-buru dalam membangun serangan.
“Kami bersyukur bisa lolos ke babak delapan besar. Tadi kami sempat terlalu mengikuti ritme permainan lawan dan terburu-buru. Ke depan kami harus bermain lebih tenang, lebih kompak, dan menjalankan instruksi pelatih dengan lebih baik,” katanya.
Keberhasilan melaju ke babak delapan besar dengan status tak terkalahkan menjadi modal berharga bagi Pasuruan United.
Selain menunjukkan kualitas permainan yang semakin matang, hasil tersebut juga menegaskan karakter Laskar Santri Mbeling sebagai tim yang tidak mudah menyerah dan mampu bangkit hingga detik terakhir pertandingan.