Eberechi Eze Jelaskan Mengapa Bukayo Saka Bisa Jadi Pembeda Inggris di Piala Dunia
Dewi Rahayu June 26, 2026 09:55 PM

Pemain internasional Inggris, Eberechi Eze, memuji rekan setimnya Bukayo Saka sebagai pemain yang “spesial” menjelang peluang penyerang Arsenal itu untuk tampil sebagai starter pertamanya di Piala Dunia melawan Panama pada hari Sabtu.

Saka sejauh ini baru tampil sebagai pemain pengganti dalam dua laga awal Inggris, setelah datang ke turnamen dengan kondisi cedera Achilles yang sempat mengganggu penampilannya di penghujung musim domestik.

Pemain berusia 24 tahun itu menunjukkan energinya dalam laga imbang tanpa gol melawan Ghana, hampir saja membuka keunggulan Inggris pada kesempatan tersebut.

Dengan Noni Madueke gagal memberikan dampak berarti, peluang bagi Saka untuk menjadi starter di Stadion MetLife, New Jersey, kini terbuka lebar. Eze yakin kemampuan unik yang dimiliki Saka bisa menjadi kunci untuk menembus pertahanan rapat tim asal Amerika Tengah tersebut.

“Dia pemain yang sangat berbakat, dan pemahamannya terhadap permainan sungguh luar biasa,” ujar Eze.

Saka masih berjuang dengan cedera Achilles dan baru menjadi pemain cadangan dalam dua pertandingan pertama Inggris.

“Menurut saya, dia adalah tipe pemain yang hampir selalu membuat keputusan tepat, sangat efektif, sangat efisien. Saya sangat senang bermain bersamanya, karena kamu selalu tahu apa yang akan kamu dapat darinya, kamu bisa selalu bekerja sama dengannya, dan dia pemain yang menyenangkan untuk diajak bermain,” tambah Eze.

Eze juga menilai kemampuan pengambilan keputusan Saka yang luar biasa merupakan hasil dari proses perkembangannya.

“Saya rasa kemampuan pengambilan keputusannya datang dari pengalaman dan pembelajarannya sejak kecil. Itu hal yang mungkin sudah ia latih sejak lama, dan sekarang kita melihat hasilnya di panggung besar. Keterampilan itu sulit untuk dikembangkan, jadi dia memang pemain yang spesial,” ungkapnya.

Inggris akan berusaha mengamankan kemenangan atas Panama untuk menutup fase Grup L, yang akan memastikan posisi puncak dan tiket ke babak 32 besar melawan tim peringkat ketiga dari grup lain.

Menyamai atau melampaui hasil Ghana saat menghadapi Kroasia juga akan cukup untuk mencapai target itu. Meski hasil imbang melawan Ghana di Boston terasa mengecewakan, Eze menegaskan bahwa fokus tim tetap sepenuhnya terjaga.

“Saya rasa itu tidak mengubah apa pun bagi kami secara pribadi,” tegasnya. “Kami akan tetap berusaha menang apa pun yang terjadi, jadi kami akan masuk ke pertandingan dengan mentalitas dan fokus yang sama. Kamu tidak akan menurunkan fokus hanya karena ini pertandingan terakhir. Kami punya tujuan yang sama, dan kami akan berusaha keras untuk mencapainya.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.