TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Potensi wisata Bendung Girang di Desa Slambrit, Kecamatan Kraton, kembali menjadi magnet perhatian.
Gagasan menjadikan kawasan peninggalan Belanda tersebut sebagai destinasi wisata unggulan mencuat dalam Podcast Jawara (Jagongan Wakil Rakyat), hasil kolaborasi DPRD Kabupaten Pasuruan bersama TribunJatim Network.
Dalam podcast tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan M. Zaini menilai Bendung Girang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi wisata alam berbasis masyarakat.
Menurutnya, kawasan yang menawarkan aliran sungai jernih, pepohonan rindang, dan panorama alam yang asri itu layak dikembangkan secara terencana agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
“Potensinya sungguh luar biasa. Dari pagi saja pengunjung sudah ramai. Banyak anak-anak dan keluarga datang menikmati bersihnya aliran sungai. Ini menunjukkan Bendung Girang memiliki daya tarik yang besar dan harus terus dikembangkan,” ujar Zaini.
Baca juga: Apresiasi Atlet Muda, Ketua DPD Golkar Pasuruan Ganjar Bonus untuk Gempol FC
Ia menjelaskan, bendung tersebut pada awalnya dibangun sebagai saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di sejumlah desa.
Namun, seiring waktu kawasan itu tumbuh menjadi ruang wisata alam yang diminati masyarakat berkat inisiatif warga dan pemerintah desa.
Menurutnya, keunggulan utama Bendung Girang terletak pada kejernihan sumber air yang masih alami.
Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menarik wisatawan, terlebih lokasinya mudah dijangkau dari pusat Kota Pasuruan maupun wilayah sekitarnya.
Meski demikian, Zaini mengingatkan bahwa pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.
Penataan kawasan, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia harus dilakukan secara beriringan.
“Yang perlu segera diprioritaskan adalah akses jalan menuju lokasi, area parkir, sarana dan prasarana wisata, penataan UMKM, serta menjaga kebersihan kawasan. Kalau semua itu tertata, pengunjung akan semakin nyaman,” katanya.
Baca juga: Tahanan Kasus Narkoba Titipan Kejari Pasuruan Kabur dari Rutan Bangil
Ia juga mendorong agar keberadaan UMKM lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, sektor pariwisata akan memberikan manfaat lebih besar apabila mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Potensi ini harus dikolaborasikan dengan UMKM. Warung-warung perlu ditata lebih rapi sehingga kawasan menjadi bersih, nyaman, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Zaini menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama keberhasilan sebuah desa wisata.
Ia menyebut banyak destinasi wisata desa yang sempat berkembang, namun akhirnya meredup karena lemahnya manajemen pengelolaan.
Karena itu, DPRD akan mendorong pemerintah daerah memberikan pelatihan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) maupun para pengelola.
“Manajemen harus diperkuat. Pengelola harus mampu berinovasi agar wisata ini terus berkembang dan mampu bersaing dengan destinasi lain,” jelasnya.
Ia juga mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam mempromosikan Bendung Girang melalui media digital.
Baca juga: Pemkab Pasuruan Bangun Kaderisasi Sepak Bola Lewat Liga Piala Bupati Antar Pelajar SMP
Menurutnya, kolaborasi bersama Karang Taruna akan menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wisata desa kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya sudah berdiskusi dengan Karang Taruna. Anak-anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan promosi yang sangat dibutuhkan. Mereka harus menjadi bagian dari pengembangan wisata ini,” katanya.
Dalam jangka panjang, Zaini berharap Bendung Girang dapat terintegrasi dengan destinasi wisata lain di Kecamatan Kraton sehingga membentuk jalur wisata yang saling terhubung dan saling menguatkan.
“Harapan kami, wisatawan yang datang ke Bendung Girang juga dapat melanjutkan perjalanan ke destinasi lain, menikmati kuliner, produk UMKM, maupun wisata pesisir. Dampaknya tentu akan lebih besar terhadap perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Slambrit Torisul Anwar menjelaskan Bendung Girang merupakan bangunan peninggalan Belanda yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Kawasan tersebut sempat terbengkalai hingga akhirnya pada 2022 para pemuda desa berinisiatif melakukan penghijauan dengan menanam berbagai jenis pohon secara swadaya.
“Dulu kawasan ini gersang. Anak-anak muda bergerak menanam pohon dan merawatnya. Setelah menjadi teduh, masyarakat mulai berdatangan hingga akhirnya dikenal sebagai tempat wisata alam,” ujarnya.
Kini Bendung Girang tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, tetapi juga sering dimanfaatkan sekolah-sekolah sebagai lokasi outing class dan kegiatan belajar di luar kelas.
Menurut Torisul, pemerintah desa telah membentuk Kelompok Sadar Wisata sejak 2021 dan saat ini masih menunggu proses verifikasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir, terutama dalam pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas wisata, serta penguatan kelembagaan pengelola.
“Harapan kami sederhana, wisata ini tetap dikelola desa sehingga manfaatnya kembali kepada masyarakat. Warga memperoleh peluang usaha, desa mendapat tambahan PADes, dan Bendung Girang tumbuh menjadi destinasi wisata yang membanggakan Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.