TRIBUNNEWS.COM - Timnas Belanda menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026 yang menarik untuk dikupas kiprahnya. Apalagi tim ini masih dikenal sebagai raja tanpa mahkota di turnamen ini.
Di ajang Piala Dunia 2026 ini, Belanda bisa dikatakan masuk grup tricky, bersaing dengan Jepang, Swedia dan Tunisia di Grup F.
Hanya saja pada akhirnya, tim Belanda yang dibesut Ronald Koeman mampu melewati babak penyisihan dengan predikat juara grup.
Meskipun sempat bermain imbang melawan Jepang (2-2) di matchday perdana Grup F, Belanda tampil menjanjikan di dua laga berikutnya.
Tim Oranje berhasil melumpuhkan perlawanan Swedia (5-1) dan Tunisia (3-1) dengan permainan yang lumayan mengesankan.
Berkat raihan dua kemenangan dan satu hasil imbang tersebut, Belanda pun berhak melaju ke babak 32 besar dengan predikat jawara grup.
Belanda melesat ke fase gugur Piala Dunia 2026 dengan koleksi tujuh poin, unggul dua angka dari Jepang selaku runner-up di Grup F.
Kelolosan Belanda dari babak penyisihan menuju fase gugur sebagai juara grup, jelas menjadi bukti kekuatan Oranje tidak bisa dipandang remeh di Piala Dunia edisi kali ini.
Apalagi di Piala Dunia 2026, kualitas skuad yang dimiliki Belanda cukup mumpuni untuk bersaing di level teratas.
Baca juga: Tes Ombak Belanda di Babak 32 Besar, Meksiko Sasaran Lautan Oranye Selanjutnya
Wakil Ketua Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi pun mengakui dirinya cukup yakin dengan kiprah Belanda di Piala Dunia edisi kali ini.
Hanya saja, ada syarat yang harus dipenuhi Ronald Koeman jika ingin membawa Belanda melaju sejauh mungkin di turnamen empat tahunan ini.
Salah satu syarat yang tidak bisa ditawar ialah Koeman harus berani membuat timnya bermain dengan inisiatif.
"Untuk taktik dan strategi, Koeman harus lebih berani untuk mengambil inisiatif permainan," kata Arnan saat dihubungi Tribunnews.
"Itu harus dilakukan dengan komposisi yang tepat, jadi memang Koeman harus menemukan pemain yang sesuai untuk memaksimalkan permainan Belanda di Piala Dunia edisi kali ini," tambahnya.
Keberhasilan Belanda lolos ke fase gugur dengan status juara grup, barangkali menjadi langkah awal yang positif bagi Oranje agar bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
Setelah tersingkir di tangan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2022, Belanda jelas ingin melaju sejauh mungkin di edisi kali ini.
Namun, bukan perkara mudah bagi Belanda untuk bisa melesat di fase gugur.
Hal ini karena rute yang harus dilewati Belanda menuju tangga juara terlihat cukup terjal.
Di babak 32 besar saja, Belanda dipastikan akan bertemu Maroko yang berstatus sebagai semifinalis Piala Dunia edisi sebelumnya.
Laga melawan Maroko jelas menjadi ujian besar bagi Belanda, jika ingin menjaga asa menghapus predikat raja tanpa mahkota di Piala Dunia.
Status Maroko sebagai tim Afrika dengan peringkat FIFA terbaik, sudah cukup menggambarkan betapa berbahayanya tim ini.
Pemain seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Yassine Bounou hingga Ismael Saibari tentu menjadi deretan nama yang patut diwaspadai Belanda di awal fase gugur Piala Dunia 2026 nanti.
Performa impresif yang ditunjukkan Maroko saat menahan imbang Brasil di matchday perdana Piala Dunia 2026 juga menjadi alarm berbahaya yang perlu diwaspadai oleh tim Oranje nantinya.
Seandainya bisa melewati hadangan Maroko di babak 32 besar, lawan Belanda tergolong lebih potensial, karena bertemu dengan pemenang Afrika Selatan kontra Kanada.
Ujian berat Belanda diprediksi baru akan kembali di babak perempat final, saat Jerman menjadi calon lawan terkuat mereka.
Setelahnya, Spanyol atau Portugal berpotensi akan menjadi ujian terberat Belanda di babak semifinal.
Sebelum akhirnya ketika mencapai final, Belanda diyakini akan bertemu dengan tim luar biasa seperti Argentina selaku juara bertahan yang berada di bracket yang bersebarangan.
Melihat rute perjalanan Belanda menuju tangga juara, Oranje memang punya jalur yang cukup terjal untuk bisa mengangkat trofi perdana Piala Dunia pada edisi kali ini.
Perjuangan Belanda untuk menghapus predikat sebagai juara tanpa mahkota pun akan bergantung pada seberapa kuat mereka bersaing di setiap fase pada turnamen Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)