TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap melakukan penataan ulang secara komprehensif di kawasan ikonik Yogyakarta.
Program tersebut meliputi pemasangan portal pembatas jalan pada akses-akses menuju kawasan Malioboro, penataan parkir di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, serta penguatan sistem transportasi yang ramah lingkungan.
Rencana penataan yang dijadwalkan mulai terlaksana pada November 2026 tersebut menjadi agenda utama yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., saat menggelar audiensi dengan jajaran Korem 072/Pamungkas di Ruang Tamu Danrem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).
Chrestina menjelaskan, di luar rencana infrastruktur dan rekayasa lalu lintas, tahapan sosialisasi kepada masyarakat saat ini terus berjalan secara bertahap. Sosialisasi ini mengedepankan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran teknis di lapangan.
Fokus sosialisasi dan pengaturan tersebut mencakup rekayasa akses bagi warga sekitar, pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang baru, hingga penyediaan identitas khusus bagi kendaraan warga yang perlu melintasi dan memasuki kawasan permukiman di ring dalam Malioboro.
Sementara itu, untuk penyediaan dan pemusatan lokasi parkir, Dishub DIY memastikan akan terus berkoordinasi sesuai dengan arahan kebijakan Pemerintah Daerah DIY.
Audiensi jajaran Dishub DIY tersebut diterima langsung oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., yang hadir mewakili Danrem 072/Pamungkas karena tengah mendampingi agenda kunjungan kerja Panglima TNI di wilayah Magelang.
Pertemuan ini difokuskan pada penguatan sinergi lintas sektoral guna menyukseskan program pembangunan daerah.
Menanggapi pemaparan Dishub DIY, Kolonel Inf Teguh Wiratama mengapresiasi langkah jemput bola dalam menjalin komunikasi serta koordinasi antarlini.
Menurut Kasrem, sinergi antarinstansi merupakan kunci dan faktor esensial dalam mendukung keberhasilan setiap program pemerintah, terutama yang bermuara pada peningkatan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat luas.
Pihak Korem 072/Pamungkas menegaskan bahwa pada prinsipnya institusi TNI mendukung penuh rencana penataan kawasan Malioboro, termasuk perihal rencana pemasangan portal pada berbagai akses masuk menuju kawasan tersebut.
Hasil pembahasan dari audiensi ini akan segera dilaporkan kepada Danrem 072/Pamungkas sebagai landasan pertimbangan dan arahan tindak lanjut.
“Korem 072/Pamungkas siap mendukung pelaksanaan program tersebut sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, termasuk membantu pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat pada tahap awal, sehingga proses penataan kawasan dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Kasrem.
Sementara itu, Pemkot Yogyakarta berpacu dengan waktu untuk merealisasikan kawasan Malioboro sebagai zona emisi rendah atau Low Emission Zone (LEZ) yang ditargetkan sah pada November 2026.
Namun, di balik visi mewujudkan ruang publik yang hijau dan nyaman tersebut, tantangan besar dari sisi manajemen transportasi dan sosial ekonomi masyarakat telah menanti di depan mata.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengungkapkan, salah satu realita pelik yang dihadapinya adalah ketidakseimbangan antara luas wilayah dengan jumlah mobilitas manusia, terutama saat memasuki libur akhir pekan.
Secara geografis, wilayah Kota Yogyakarta tergolong mini, yakni hanya seluas 32,5 kilometer persegi dengan jumlah penduduk asli berkisar di angka 400.000 jiwa.
Kendati demikian, daya tarik wisatanya luar biasa masif, sehingga lonjakan jumlah manusia di Kota Yogyakarta bisa meningkat berkali-kali lipat pada momen tertentu.
"Kota Yogyakarta itu tidak besar. Penduduknya hanya 400.000 jiwa. Tapi, saat weekend bisa mencapai 4 juta jiwa. Ini menjadi salah satu realita yang membahagiakan, tapi dari sisi transportasi membuat pusing," ujarnya, Jumat (5/6/26).
Arif menambahkan, ke mana pun tujuan utama wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kawasan Malioboro menjadi magnet utama yang tidak boleh dilewatkan.
Posisi Malioboro sebagai central business district sekaligus pusat aktivitas budaya, membuat penumpukan kendaraan pribadi memicu masalah emisi karbon tinggi, kemacetan parah, serta penurunan kualitas udara.
Guna mengurai benang kusut tersebut, Dishub Kota Yogyakarta menegaskan, strategi utama Pemkot adalah dengan gencar mendorong transformasi dari transportasi pribadi ke transportasi publik.
Pihaknya mengaku terus menjalin komunikasi intensif dengan jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meningkatkan layanan kereta komuter (KRL).
"Masyarakat yang dari luar daerah tidak harus membawa kendaraannya masuk ke Yogyakarta. Untuk menikmati kota ini, kereta komuter kita sudah sangat strategis, langsung sampai ke jantung Kota Yogyakarta di Stasiun Tugu," sebutnya.
Selain optimalisasi kereta komuter, tantangan paling sensitif dalam realisasi kawasan rendah emisi ini adalah membenahi ekosistem transportasi lokal di dalam Malioboro, salah satunya keberadaan becak motor (bentor).
Arif menceritakan bagaimana jajaran pimpinan daerah terus mendesak instansinta untuk melahirkan solusi yang humanis tanpa mematikan mata pencaharian warga.
"Secara regulasi (bentor) jelas tidak sesuai, secara lingkungan apalagi, akan tetapi secara kemanusiaan, kita harus purar otak. Maka kami mencoba membuat prototipe, setelah prototipe becak listrik ini, becak kayuh bertenaga tambahan," ungkapnya.
Ya, sebagai jalan tengah, Pemkot Yogyakarta kini tengah gencar mematangkan konversi massal menuju becak listrik berbasis kayuh atau eco-bike assistance.
Bak gayung bersambut, kebijakan ini mendapat dukungan penuh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari deretan badan usaha milik negara.
"Transportasi hijau itu merupakan instrumen strategis. Jika tidak dilakukan pengaturan dari sekarang, tingginya kunjungan wisata dengan kendaraan pribadi justru akan membuat Yogyakarta kehilangan kenyamanannya," pungkas Kadishub.