TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Penyelidikan kasus kebakaran di Jalan Sabanar Baru, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang menewaskan seorang anak perempuan berinisial AKG (14) pada 15 April 2025, masih terus berlangsung.
Sudah satu tahun berlalu pascakejadian nahas tersebut, polisi belum bisa membongkar misteri penyebab kebakaran.
Polresta Bulungan sempat melakukan ekshumasi atau pembongkaran jenazah untuk dilakukan autopsi guna mencari kebenaran di balik kebakaran yang merengut siswi SMPN 6 Tanjung Selor tersebut.
Disinyalir adanya kejanggalan dalam peristiwa kebakaran, lantaran api hanya membakar ruang kamar tidur milik korban.
Saat di dikonfirmasi TribunKaltara.com, Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama, mengatakan penyidik menghadapi kendala dalam mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium belum menunjukkan adanya jejak hydrocarbon atau senyawa yang umumnya ditemukan pada bahan bakar.
Menurut Rio, kondisi tempat kejadian perkara (TKP) saat proses pemadaman turut memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.
"Belum ditemukan hydrocarbon. Pada saat kebakaran itu TKP sudah rusak karena sudah masuk petugas damkar dan pihak lainnya. Cairan yang ada di lokasi sudah bercampur dengan air dan material lainnya, sehingga hydrocarbon tidak ditemukan," ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Kendati hasil autopsi korban telah diperoleh, hingga kini masih belum sinkron dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
"Pada saat hasil autopsi dibandingkan dengan hasil laboratorium masih belum sinkron. Karena sejak awal penanganan TKP sudah banyak orang yang masuk sehingga lokasi tidak steril. Saat pengujian cairan juga tidak ditemukan hydrocarbon," ungkapnya.
Meski demikian, penyelidikan tetap berlanjut. Polisi mengaku masih berhati-hati sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka.
Menurut Rio, penyidik tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa didukung alat bukti yang kuat.
"Kita menentukan seseorang sebagai tersangka harus jelas. Jangan sampai nanti terjadi salah penentuan tersangka," tegasnya.
Selain pemeriksaan laboratorium, penyidik juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pihak keluarga, termasuk tes psikologi dengan melibatkan tim psikologi dari UBT Surabaya.
Hasilnya, tidak ditemukan indikasi psikologis yang mencurigakan dalam keluarga korban.
"Tidak ada psikologi yang aneh dalam keluarga itu. Hanya saja untuk motif terjadinya kebakaran sementara ini belum ditemukan karena tidak ada hydrocarbon," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu