Christian Pulisic kembali dari cedera, dan Sebastian Berhalter menjadi bintang lapangan, tetapi tim nasional Amerika Serikat (USMNT) yang banyak melakukan rotasi harus kebobolan di waktu tambahan ketika Turki menggagalkan awal sempurna mereka di Piala Dunia.
INGLEWOOD, California -- Itu bukan penampilan sempurna, namun hampir saja tanpa kekalahan. Tim Nasional Putra Amerika Serikat hanya berjarak beberapa detik dari menyelesaikan fase grup Piala Dunia tanpa kekalahan. Mereka juga berpeluang mencatat tiga kemenangan dalam fase ini untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, ketika waktu hampir habis dan salah satu pemain kunci mengalami cedera, Turki berhasil mencuri kemenangan 3-2 di detik terakhir.
Hasil tersebut sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. USMNT tetap menjadi juara grup, sementara Turki tetap harus pulang. Namun, mereka akan meninggalkan turnamen dengan sedikit kebanggaan, sementara Amerika melangkah ke babak gugur dengan sedikit kekecewaan setelah kehilangan hasil imbang di menit akhir.
Setelah gagal mencetak gol dari 62 tembakan pertama mereka di turnamen ini, Turki akhirnya memanfaatkan peluang mereka melawan skuad USMNT yang banyak berubah. Meski begitu, tim AS tidak menyerah; mereka sempat unggul lebih dulu dan menunjukkan daya juang untuk bangkit dari ketertinggalan sebelum akhirnya gagal mempertahankan hasil.
Di menit-menit awal, tampaknya USMNT yang menurunkan sembilan pemain baru bisa mendominasi lagi. Auston Trusty membuka skor hanya tiga menit setelah kick-off sebelum berlari ke bangku cadangan untuk merayakan gol cepat lainnya bagi tim AS. Dua gol cepat sebelumnya tercatat sebagai gol bunuh diri lawan, namun kali ini tidak — ini adalah kombinasi sempurna antara Trusty dan Sebastian Berhalter yang memberikan umpan dari tendangan sudut.
Turki kemudian membalas dengan dua gol. Gol pertama dicetak oleh bintang mereka, Arda Guler, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan USMNT pada menit ke-10. Lalu, di menit ke-31, lini belakang AS kembali runtuh menghadapi serangan bertubi-tubi dari pemain Turki, memungkinkan Orkan Kokcu mencetak gol dengan mudah.
AS bangkit di babak kedua. Tendangan indah Berhalter pada menit ke-49 menyamakan skor sebelum Christian Pulisic masuk sebagai pemain pengganti tak lama kemudian. Baru pulih dari cedera, Pulisic menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun belum ada yang berbuah gol. Akhirnya, hal itu menjadi penyesalan besar. Dengan Trusty tertatih karena cedera pergelangan kaki, Kaan Ayhan memanfaatkan celah untuk mencetak gol di menit ke-96 dan mematahkan hati para pemain AS.
Meski begitu, mereka tidak akan terlalu kecewa. Pelatih Mauricio Pochettino secara umum akan puas dengan performa tim mengingat situasi yang dihadapi. Namun, hasil ini memang belum cukup untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan.
Berikut penilaian pemain USMNT versi GOAL dari Los Angeles...
Kiper & Pertahanan
Matt Turner (6/10):
Pertahanan membiarkannya sendirian pada dua gol pertama, dan itu adalah dua tembakan tepat sasaran Turki di babak pertama. Di babak kedua, ia sempat keluar dari gawang untuk menghentikan peluang berbahaya Turki.
Auston Trusty (7/10):
Momen luar biasa bagi pemain yang selama bertahun-tahun berjuang mendapatkan kesempatan di USMNT. Ia memanfaatkan peluang yang datang padanya dengan baik, bahkan sempat memiliki beberapa kesempatan lain untuk mencetak gol. Secara defensif, ada beberapa momen sulit di posisi bek kiri yang tidak biasa baginya. Semoga cederanya di akhir pertandingan tidak serius.
Mark McKenzie (5/10):
Terlalu mudah dilewati pada umpan yang mengarah ke gol pembuka. Ia juga kurang beruntung ketika golnya sendiri dianulir. Setelah kesalahan awal itu, ia kembali menemukan ritme permainan.
Miles Robinson (5/10):
Menjadi salah satu pemain yang gagal tampil baik pada gol kedua Turki. Terlalu berusaha mengontrol bola ketimbang langsung menghalau. Meski begitu, ia tetap melakukan banyak sapuan penting.
Joe Scally (6/10):
Penampilannya cukup baik. Gol kedua Turki berasal dari sisi yang ia jaga, namun ia telah berusaha maksimal menghadapi keunggulan jumlah pemain Turki di situasi tersebut.
Gelandang
Sebastian Berhalter (9/10):
Luar biasa dalam situasi bola mati seperti biasanya, yang memberinya satu assist untuk gol pembuka. Kemudian mencetak gol indahnya sendiri. Di antara itu, ia juga menjadi gelandang USMNT dengan tanggung jawab defensif terbesar. Secara keseluruhan, penampilan yang sangat gemilang.
Weston McKennie (7/10):
Melanjutkan performa bagus dari dua laga pertama. McKennie melakukan banyak hal dengan sangat baik, dan kontribusinya menjadi alasan utama mengapa AS tampil meyakinkan di awal turnamen ini.
Gio Reyna (5/10):
Banyak menyelesaikan umpan, namun tak banyak yang menghasilkan ancaman. Meskipun menjaga tempo permainan, Reyna gagal menampilkan kreativitas yang biasanya ia bawa bersama USMNT.
Penyerang
Tim Weah (4/10):
Kesulitan besar, setidaknya menurut standarnya. Terlalu sering terjebak offside dan tidak mampu melewati bek lawan. Penampilannya di sisi kiri yang kurang familiar tidak berjalan baik.
Brenden Aaronson (6/10):
Memiliki peluang emas di babak kedua namun gagal memanfaatkannya. Secara keseluruhan, ia aktif dan cukup baik di area sepertiga akhir lapangan, tetapi tidak mampu menghasilkan momen akhir yang menentukan.
Ricardo Pepi (5/10):
Tidak terlalu terlibat dalam permainan sesuai harapan. Sulit mendapat ruang karena bek tengah Turki mampu menjaganya dengan ketat.
Pemain Pengganti & Pelatih
Christian Pulisic (8/10):
Langsung menunjukkan kualitasnya. Mencoba beberapa kali, termasuk satu tembakan yang diselamatkan, satu membentur tiang, dan satu lagi melebar tipis. Meski belum di level terbaiknya, kehadirannya jelas membawa energi baru ke dalam permainan.
Alex Zendejas (6/10):
Terlibat dalam satu skema serangan berbahaya, namun dianulir karena offside.
Alex Freeman (6/10):
Beberapa kali ikut membantu pertahanan di sisi kanan dan tampil cukup solid.
Sergino Dest (N/A):
Hampir tidak menyentuh bola selama berada di lapangan.
Malik Tillman (N/A):
Hanya bermain beberapa menit terakhir ketika AS mencoba mencari gol kemenangan.
Mauricio Pochettino (8/10):
Tidak meraih kemenangan, tetapi ia pasti puas dengan performa timnya. Menunjukkan kemampuan untuk unggul, tertinggal, dan tetap berjuang. Banyak alasan untuk optimis saat AS melangkah ke babak berikutnya.