Isi Curhatan Para Ayah di Padang Batung Kandangan HSS Kalsel Yang Ambil Rapor Anak ke Sekolah
Edi Nugroho June 26, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Isi curhatan para ayah di Kandangan HSS Kalsel yang ambil rapor anak ke sekolah.

Pengambilan rapor menjadi momentum penting bagi anak menjelang akhir semester 2 atau kenaikan kelas, apalagi kali ini ditemani sang ayah.

Seperti yang dilakukan Saifin Nuha, warga Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Ia, datang ke sekolah bersama anak perempuan yang duduk di bangku kelas III dan anak laki-laki di kelas I di SDN 1 Kandangan Kota untuk mengambil rapor, Jumat (26/6/2026).

Tidak sendiri, Nuha juga hadir bersama-sama para ayah lainnya yang tengah melakukan pengambilan rapor anak.

Baca juga: Benda di Pinggang Pelaku Saat Mencuri Trail CRF Dari Teras Rumah di Tanahlaut Kalsel Jadi Sorotan

Baca juga: Senyum Bahagia Warga Batu Benawa dan Barabai HST, Misran dan Firdaus Kini Punya Rumah Layak

Rasa senang dan bangga turut dirasakan Nuha. Tidak hanya meluangkan waktu untuk mengambil rapor, ditambah buah hati perempuannya menjadi juara kelas.

“Memang ada imbauan dari pihak sekolah agar para ayah yang mendampingi pengambilan rapor. Alhamdulillah, anak peringkat 1 di kelas,” katanya.

Ia, mengakui mengapresiasi program pengambilan rapor di SDN 1 Kandangan yang melibatkan orang tua secara langsung. 

Menurutnya, kegiatan seperti ini membuat para ayah dapat mengetahui perkembangan belajar anak, berdiskusi dengan guru, sekaligus memberikan dukungan yang lebih baik di rumah. 

Tidak hanya itu, para orang tua akan, terutama ayah akan lebih memahami perkembangan belajar anak dan termotivasi untuk terus mendampingi mereka di rumah.

“Semoga program seperti ini terus dipertahankan karena sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan anak-anak kami. Terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah atas dedikasi serta perhatian yang telah diberikan kepada putra-putri kami. Semoga SDN 1 Kandangan semakin maju dan terus mencetak generasi yang berprestasi,” sampainya.

Terpisah Kepala Sekolah SDN 1 Kandangan Kota, Birhasani, M.Pd saat dikonfirmasi menjelaskan, kehadiran orang tua tadi, merupakan gerakan ayah mengambil rapor ke sekolah sekaligus sosialisasi gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Ini sesuai edaran Bupati HSS tentang gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah dan mengantar anak di hari pertama sekolah,” jelasnya.

Diakuinya, hampir rata-rata yang mendampingi ayah, walaupun ada pula para ibu.

Namun, bentuk penguatan peran ayah dalam kolaborasi pendidikan anak ini menjadi langkah nyata bentuk dukungan bagi anak-anak.

Selain itu pihak sekolah turut menyerahkan santunan bagi anak yatim di sekolah.

Tidak hanya di SDN 1 Kandangan Kota, hampir rata-rata sekolah dasar di HSS telah melaksanakan gerakan ini.

3 Cara Sederhana Tingkatkan Nilai Pelajaran Anak di Sekolah

Angka penularan pandemi yang mulai menurun di sejumlah daerah, termasuk kota-kota besar di Indonesia, membuat semakin banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Meski begitu, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anaknya masih sangat diperlukan, guna mendukung anak untuk mencapai prestasi di sekolah.

Dengan keterlibatan yang tepat, orangtua dapat membantu anak meningkatkan pemahaman anak akan pelajaran di sekolah.

Merangkum laman Sekolah BPK Penabur, berikut cara sederhana dan efektif untuk meningkatkan nilai pelajaran anak di sekolah:

1. Kenalkan konsep kelola waktu

Soal mengelola waktu sering kali tidak diajarkan di sekolah secara mendalam, seperti kapan harus bermain, belajar dan istirahat.

Padahal, salah satu kunci anak meraih kesuksesan di masa mendatang adalah keterampilan ia mengelola waktu.

Bahkan, orang dewasa sekalipun sering masih gagal mengelola waktu dengan baik, apalagi anak kecil, yang tentu masih memerlukan bimbingan orangtua.

Jika keluarga telah menetapkan jadwal dengan baik, diperlukan konsistensi agar setiap kegiatan berjalan dengan teratur.

Mungkin saja sesekali anak lupa dengan jadwal kegiatannya. Di sinilah peran orang tua untuk mengingatkan agar anak tetap pada jalur waktu yang benar.

2. Cukup 15-20 menit

Ada banyak sekali materi yang harus dipelajari anak, mulai dari pelajaran bahasa Indonesia, matematika, sampai olahraga.

Dengan demikian, banyak hal pula yang dipikirkan dan harus dikerjakan anak. Sesekali, bisa jadi ia mungkin terlupa dengan materi dan tugasnya.

Untuk itu, bantu anak memeriksa kembali tugas-tugas sekolahnya, sehingga orangtua dapat memastikan bahwa tidak ada PR yang tidak dikerjakan.

Tak perlu memakan waktu lama, cukup 15-20 menit saja. Metode ini sangat efektif dan efisien untuk membantu memperkuat apa yang telah ia pelajari pada hari itu.

Keuntungan lain, orangtua memperoleh gambaran garis besar mengenai pelajaran yang telah diterima anak.

Jadi, masukkan ke dalam jadwal harian orangtua untuk bersama-sama anak mengkaji ulang pelajaran yang telah diterima saat sekolah.

3. Jangan malu bertanya

Setelah mengkaji ulang pelajaran dan memeriksa tugas-tugas sekolah, selanjutnya temani anak belajar atau saat mengerjakan tugas sekolah.

Ini bukan berarti orangtua menyelesaikan PR-nya, namun kapasitas orangtua adalah menemani dan memastikan anak menyelesaikan tugas-tugasnya.

Pada beberapa kasus, misalnya pelajaran matematika, sering kali ada nomor-nomor tertentu yang memerlukan pemahaman lebih mendalam. Sehingga, tak jarang pula ada soal-soal yang belum ia temukan jawabannya.

Sampaikan kepada anak bahwa ia bisa bertanya kepada guru di sekolah keesokan harinya, tak perlu merasa malu.

Edukasi seperti ini juga sangat penting untuk melatih kemandirian anak dan tak malu bertanya untuk hal-hal yang belum ia mengerti.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.