Benda di Pinggang Pelaku Saat Mencuri Trail CRF Dari Teras Rumah di Tanahlaut Kalsel Jadi Sorotan
Edi Nugroho June 26, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tindakan pelaku pencurian trail CRF dari teras rumah warga Tanahlaut Kalsel, Terekam CCTV

Sebuah rekaman circuit cable television (CCTV) yang memperlihatkan detik-detik hilangnya sepeda motor trail Honda CRF mendadak menjadi perbincangan hangat warga Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.

Sejak malam tadi rekaman tersebut beredar luas dari satu grup percakapan ke grup lainnya hingga memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Pada rekaman yang viral itu, tampak seorang laki-laki berjalan perlahan sambil menuntun sebuah sepeda motor trail (Honda CRF) berwarna hitam. Aksi tersebut diduga merupakan momen saat kendaraan itu dibawa kabur dari lokasi kejadian.

Baca juga: Liga Bulu Tangkis PBSI Banjarbaru Season 2 Resmi Bergulir, Diikuti Ratusan Atlet dari Lima Klub

Baca juga: Senyum Bahagia Warga Batu Benawa dan Barabai HST, Misran dan Firdaus Kini Punya Rumah Layak

Pelaku terlihat mengenakan helm, pakaian lengan panjang, dan celana panjang. Hal lain yang menjadi sorotan, di pinggang sebelah kirinya tampak tergantung sebilah parang yang masih berada dalam kumpangnya.

Suasana di sekitar lokasi terlihat sunyi. Pelaku berjalan tanpa tergesa-gesa menuju halaman depan sebelum sempat dua kali berhenti di teras rumah. 

Pertama melipat standar samping. Beberapa meter kemudian, terlihat melakukan sesuatu pada bagian samping sepeda motor sebelum melanjutkan langkahnya meninggalkan lokasi.

Tak lama setelah video pertama beredar, muncul pula rekaman CCTV lainnya berdurasi sekitar satu menit lebih yang diduga memperlihatkan adanya keterlibatan orang lain dalam aksi tersebut.

Bersamaan dengan viralnya video, beredar pula foto sepeda motor trail CRF yang disebut sebagai kendaraan yang hilang. Dalam keterangan yang tersebar, peristiwa itu disebut terjadi pada 23 Juni 2026 di kawasan Krasik.

Informasi tersebut sempat membuat warganet berspekulasi mengenai lokasi kejadian. Sebagian mengira kasus itu terjadi di kawasan Krasik, Desa Panggungbaru, Kecamatan Pelaihari.

Dugaan itu bukan tanpa alasan. Catatan media ini, Jumat (26/6/2026), selain memiliki lokasi yang juga dikenal dengan nama Krasik, Desa Panggungbaru belum lama ini memang sempat mengalami kasus kehilangan motor trail. 

Namun kendaraan yang hilang saat itu merupakan motor dinas berpelat merah. Kejadiannya juga agak lama, sekitar tiga pekan yang lalu. Sedangkan trail yang diembat pelaku pada rekaman CCTV itu berpelat putih yang artinya milik pribadi.

Kepala Desa Panggungbaru, Muhammad Arifin, kemudian memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang.

Setelah melihat video CCTV yang beredar tersebut, dirinya memastikan itu bukan Krasik yang ada di wilayah Desa Panggunbgaru.

Arifin menjelaskan, kawasan Krasik di desanya merupakan area persawahan sehingga tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang terlihat dalam rekaman CCTV yakni di sebuah rumah yang terlihat besar.

Dari penelusuran yang dilakukan, lokasi yang dimaksud ternyata berada di kawasan Krasik, Desa Bentokdarat, Kecamatan Batibati. 

Di wilayah tersebut terkonfirmasi adanya laporan kehilangan sepeda motor trail Honda CRF pada 23 Juni 2026. Kejadiannya sekitar pukul 02.00 Wita.

Ini Kronologinya

 Viralnya rekaman CCTV aksi pencurian sepeda motor trail Honda CRF di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, mulai menemukan titik terang. 

Pemerintah Desa Bentokdarat, Kecamatan Batibati, memastikan lokasi dalam video yang ramai beredar di media sosial itu memang berada di wilayah setempat.

"Iya benar itu di desa kami. Lokasi kejadian tersebut di lingkungan Rt 12 Dusun 5 atau Dusun Krasik," ucap H Mukhlas, kepala Desa Bentokdarat, Jumat (26/6/2026).

Namun semula dikatakannya, kabar beredar di tengah warganya, kejadian dugaan pencurian trail tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Tapi setelah dicek pada rekaman CCTV tersebut, tertera dinihari pukul 02.18 Wita.

Ia memastikan rumah yang berada pada rekaman CCTV tersebut adalah rumah warganya di lingkungan RT 12 tersebut.

Berdasar informasi yang ia dapat, sepeda motor trail Honda CRF yang hilang tersebut bukan milik penghuni rumah tempat kejadian.

Trail yang terlihat masih baru tersebut milik warga lain yang sebelumnya menggadaikan kendaraan tersebut kepada pemilik rumah.

Sementara itu kalangan warga berharap kasus tersebut dapat segera diungkap agar tidak menambah keresahan di lingkungan masyarakat di daerah ini. Apalagi sekitar tiga pekan lalu jua ada trail yang hilang di Desa Panggungbaru, Kecamatan Pelaihari.

Terus Diusut

Penanganan kasus pencurian sepeda motor trail Honda CRF yang videonya viral di media sosial mulai memasuki proses kepolisian. 

Setelah sempat dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas, korban kini diarahkan untuk membuat laporan resmi di Polsek Bati-bati agar penyelidikan dapat segera dilakukan.

Kapolres Tanahlaut (Tala) AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Batibati AKP Avia Nor mengatakan, pada pagi hari beberapa jam setelah kejadian, korban mendatangi Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan peristiwa kehilangan tersebut.

"Korban awalnya melapor kepada Bhabinkamtibmas. Setelah menerima informasi itu, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan," kata AKP Avia Nor, Jumat (26/6/2026).

Dari hasil pengecekan awal, korban kemudian diminta segera melengkapi proses administrasi dengan membuat laporan polisi di Polsek Bati-Bati.

"Korban kami arahkan membuat laporan resmi. Informasinya hari ini yang bersangkutan akan datang lagi ke Polsek," ujarnya.

Selain menjelaskan perkembangan penanganan perkara, AKP Avia juga mengungkap fakta lain terkait status sepeda motor yang hilang.

Menurutnya, kendaraan tersebut sebelumnya berada di rumah warga karena digadaikan oleh pemiliknya. 

Namun berdasarkan ketentuan, kendaraan yang masih berstatus kredit seharusnya tidak dialihkan atau digadaikan tanpa persetujuan perusahaan pembiayaan.

Anggotanya telah memberikan penjelasan kepada korban. Jika kendaraan masih dalam masa kredit, pada dasarnya tidak boleh digadaikan tanpa sepengetahuan pihak pembiayaan.

Meski demikian, polisi memastikan informasi mengenai status kendaraan tidak menghilangkan proses penyelidikan atas dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi.

Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian sepeda motor trail Honda CRF beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial warga Tanahlaut.

Pada rekaman tersebut terlihat seorang laki-laki mengenakan helm, pakaian lengan panjang, dan celana panjang menuntun sepeda motor trail Honda CRF berwarna hitam keluar dari sebuah rumah. 

Hal yang lain yang menyedot perhatian yaitu pelaku juga tampak membawa sebilah parang yang terselip di pinggang kirinya.

Catat, Ini 3 Cara Mencegah Maling Motor

Secanggih apapun teknologi sepeda motor tetap tak bisa menjamin seratus persen anti maling. Apalagi maling punya seribu satu cara untuk mendapat motor incaran.

Untuk itu pemilik motor perlu tindakan lebih agar motor lebih aman. Sesuai idiom lama yang sering disebut yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati.

Agar terhindar dari peristiwa tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan motor dicuri.

1. Parkir di posisi aman/terdalam

Parkir di tempat yang relaif aman punya pagar bisa menciutkan maling. Selain itu parkir di posisi paling dalam karena saat terhalang motor lain, maling pasti akan berpikir dua kali untuk mengambil motor.

“Biasanya maling akan mencari posisi yang paling mudah untuk dijangkau. Jadi kalau mau parkir, cari tempat yang mengumpat,” ujar Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere Ribut Wahyudi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Seorang teknisi bengkel AHASS mempraktekkan sulitnya memasukan kunci T ke lubang kunci jika setang motor dikunci ke kanan.

Seorang teknisi bengkel AHASS mempraktekkan sulitnya memasukan kunci T ke lubang kunci jika setang motor dikunci ke kanan.(Kompas.com/Alsadad Rudi)

2. Kunci setang ke kanan

Posisi kunci setang ke kanan dinilai lebih aman meminimalisir pencurian. Sebab dianggap bisa menyulitkan maling untuk beraksi.

Pengecualian untuk motor sport, posisi setang motor ke kanan membuatnya menjadi sedikit menutup lubang kunci. Sehingga cukup menyulitkan untuk memasukan kunci T.

Menurut Ribut, posisi setang ke kanan akan membuat maling menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk membobol kunci motor. Berbeda halnya jika posisi setang dikunci ke kiri.

“Posisi tersebut (setang ke kiri), lubang kunci tidak tertutup oleh setang. Sehingga waktu untuk membobol lubang kunci relatif lebih cepat,” katanya.

3. Kunci pengaman tambahan

Saat ini sudah banyak tersedia dipasaran kunci pengaman tambahan. Salah satunya adalah gembok yang dikaitkan pada lubang cakram depan dan rantai belakang pada motor selain matik.

“Yang pasti kunci ganda lebih dianjurkan karena sudah terbukti bisa mencegah pencurian,” kata Ribut.
Perangkat tambahan yang disarankan adalah kunci pengaman pada tuas rem. Cara kerjanya dengan mengunci tuas rem dan tuas gas agar tidak bisa digunakan.

Jadi, meskipun kunci setang bisa diakali dan motor bisa dihidupkan, tetap tidak bisa dijalankan karena tuas gas terkunci.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.