Longsor Terjang 2 Rumah di Sabang, 5 Warga Terluka dan Dilarikan ke RSUD
Saifullah June 26, 2026 11:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Sabang sejak Jumat (26/6/2026) sore, memicu terjadinya tanah longsor di Jurong Rajawali, Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya. 

Bencana tersebut merusak dua unit rumah warga dan menyebabkan lima orang mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabang.

Kapolsek Sukakarya, Ipda Hairul Saleh Ritonga mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Sabang selama lebih dari satu jam.

"Lokasi kejadian berada di lereng yang cukup curam. Diduga curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya terjadi longsor," kata Hairul, Jumat (26/6/2026) malam.

Dua rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing milik Faridah Hanum (70), dan Firmansyah Fa'u (44), warga Jurong Rajawali, Gampong Kuta Timu. 

Material tanah dan bebatuan dari lereng menghantam bangunan sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Baca juga: Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Sejumlah Titik Kota Sabang

Lima penghuni rumah menjadi korban dalam peristiwa tersebut. 

Mereka masing-masing adalah Faridah Hanum dan Firmansyah Fa'u yang mengalami kondisi lemas.

Kemudian, Eni Safitri (41), mengalami pembengkakan pada lengan serta luka lecet di dada dan kedua kaki, 

Lalu, Fikri Armansyah (10), mengalami luka robek di kepala, memar di dada, dan luka lecet pada kaki.

Sedangkan Firni Syahputri (7), mengalami luka robek di pipi, memar di punggung, nyeri pada dada, luka lecet di kaki, serta pembengkakan pada lengan kanan.

"Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Sabang dan saat ini masih menjalani perawatan medis," ujar Hairul.

Menurut Kapolsek, proses evakuasi dilakukan segera setelah personel Kepolisian bersama warga tiba di lokasi. 

Baca juga: Longsor Gerus Pondasi Musalla DPRK Sabang, Bangunan Terancam Amblas

Sebelum evakuasi dilaksanakan, aliran listrik di sekitar lokasi dipadamkan terlebih dahulu oleh petugas PLN guna menghindari potensi bahaya selama proses penyelamatan.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga menyelamatkan barang-barang berharga milik warga. 

Dalam proses tersebut, sebuah sepeda motor ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor.

Pasang Garis Polisi

Sementara itu, untuk mengantisipasi risiko longsor susulan, personel Satreskrim Polres Sabang memasang garis polisi di sekitar rumah terdampak dan area atas tebing yang mengalami longsor agar tidak dimasuki warga.

Hairul menyebutkan kerugian material akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. 

Kerusakan terbesar dialami rumah milik Faridah Hanum dengan estimasi kerugian Rp150 juta.

Sedangkan rumah milik Firmansyah Fa'u ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan lereng perbukitan agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan masih berpotensi terjadi.

Baca juga: Cuaca tak Menentu Potensi Picu Banjir dan Longsor, BPBD Galus Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

"Apabila curah hujan kembali tinggi, tidak menutup kemungkinan terjadi longsor susulan maupun pergerakan tanah di sekitar lokasi,” terang Kapolsek. 

“Kami mengimbau warga menghindari area rawan hingga kondisi benar-benar aman," pesannya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.