Rempak Arul Kumer Gotong Royong Percepat Pemulihan Jalan Enang-Enang Bener Meriah
Mawaddatul Husna June 26, 2026 11:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Sejumlah Relawan yang tergabung dalam Pemuda Empat Kampung Arul Kumer (Rempak Arul Kumer) menggelar aksi gotong royong di kawasan jalan strategis Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis (25/6/2026). 

Aksi swadaya ini dilakukan untuk membantu perbaikan jalur utama yang sempat terdampak banjir dan longsor pada November 2025.

Kawasan Tajuk Enang-Enang merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan wilayah dataran tinggi Gayo Takengon dengan Kabupaten Bireuen di pesisir timur Aceh. 

Jalur ikonik berbentuk huruf "S" ini mengalami kerusakan kritis pascabencana, terutama pada bagian abutmen atau struktur penopang ujung jembatan yang bergeser sehingga jembatan ikut miring.

Guna memastikan jalur utama Enang-Enang semakin aman dilintasi, Tokoh Masyarakat setempat, Syahrial, menginisiasi gerakan perbaikan lanjutan dalam beberapa pekan terakhir. 

Gerakan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat wilayah tengah Aceh yang secara bergantian mengirimkan bantuan tenaga, logistik, hingga dana perbaikan.

Semangat gotong royong itulah yang menggerakkan para pemuda dari empat kampung di Arul Kumer. 

Meski harus menempuh jarak sekitar 16 kilometer menuju lokasi, mereka turun langsung membantu percepatan pembenahan fisik jalur.

Membersihkan saluran drainase yang tersumbat guna mengantisipasi luapan air, serta menanam bibit pohon sebagai bagian dari upaya reboisasi untuk mencegah longsor susulan.

Rempak Arul Kumer Serahkan Bantuan Dana

Selain menyumbang tenaga, Rempak Arul Kumer juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3.100.000 yang dihimpun secara swadaya dari warga Arul Kumer untuk menyokong kebutuhan operasional di lapangan. 

Para relawan dan warga kemudian makan bersama di lokasi sebagai wujud kebersamaan di penghujung kegiatan.

Perwakilan Pemuda Arul Kumer, Marza H Munthe MPd menyatakan bahwa keterlibatan para pemuda didorong oleh kesadaran kolektif akan pentingnya nilai historis dan fungsi vital kawasan Enang-Enang bagi mobilitas publik. 

"Menjaga kawasan bersejarah ini bukan hanya sebuah pilihan, melainkan keharusan agar terus dapat dirawat dan aman diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Marza.

Gangguan pada jalur utama Enang-Enang selama lebih dari tujuh bulan sempat memengaruhi kelancaran distribusi hasil pertanian dan sektor pariwisata daerah. 

Keberadaan jalur alternatif Simpang Lancang Wih Porak memang sangat membantu menjaga urat nadi ekonomi tetap berjalan, namun tidak sepenuhnya menggantikan peran jalur utama yang lebih pendek dan efisien. 

Melalui perbaikan swadaya ini, masyarakat berharap konektivitas Enang-Enang segera pulih sempurna demi menggerakkan kembali roda perekonomian Tanah Gayo. (*)

Baca juga: Kepala BPJN Aceh Minta Maaf ke Warga Gayo Soal Polemik Jalur Enang-Enang di Bener Meriah

Baca juga: BPJN Aceh Beberkan Kronologi Penutupan Jembatan Enang-Enang

Baca juga: Jalan Enang-Enang Ditutup, Koalisi Masyarakat Sipil: Bentuk Kesewenang-wenangan

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.