Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengisyaratkan bahwa waktu istirahat minum akan tetap menjadi bagian permanen dalam turnamen Piala Dunia mendatang, menurut laporan dari The Sun.
Meski menuai kritik dari para penggemar, pemain, dan pelatih, Infantino tetap membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa jeda tersebut telah meningkatkan kualitas pertandingan.
Sementara awalnya diterapkan sebagai kesempatan bagi para pemain untuk memulihkan diri, banyak pendukung yang menilai bahwa waktu istirahat ini justru mengganggu alur permainan dan membuka peluang tambahan untuk iklan televisi.
Penyiar di Amerika Serikat secara khusus memanfaatkan momen ini untuk menayangkan iklan komersial, sementara penyiar di Inggris memilih untuk tidak melakukannya.
Para komentator berulang kali mempertanyakan apakah jeda tersebut benar-benar diperlukan, dengan alasan bahwa hal itu dapat mengganggu ritme pertandingan.
Berbicara mengenai kebijakan ini, Infantino menjelaskan bahwa jeda tersebut memberi kesempatan bagi pelatih untuk melakukan penyesuaian taktik, memperbaiki kesalahan, dan mempersiapkan tim menghadapi sisa pertandingan.
“Mungkin pelatih bisa menilai ulang situasi tertentu, memperbaiki beberapa kesalahan,” ujar Infantino. “Para pemain mendapat sedikit waktu untuk beristirahat dan kembali dengan kecepatan penuh. Apakah itu buruk? Mungkin justru baik.”
“Kita juga bisa melihat intensitas pertandingan. Belum pernah kita menyaksikan 90 menit permainan di turnamen seperti ini dimainkan dengan intensitas setinggi itu.”
“Hingga detik terakhir pertandingan, para pemain terus menyerang, dan mungkin, mungkin tidak, tetapi mungkin juga sebagian berkat jeda kecil ini para pemain bisa kembali ke lapangan dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.”
Tidak semua pihak sependapat dengan pandangan tersebut.
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bahwa ia lebih menyukai pertandingan tanpa jeda tambahan, sementara beberapa ilmuwan olahraga mengatakan bahwa tidak ada kebutuhan medis untuk jeda minum yang dijadwalkan di beberapa stadion.
Pendukung tim Tiga Singa juga dibuat kesal dengan penerapan waktu istirahat minum dalam hasil imbang tanpa gol melawan Ghana.
Setelah terjadi jeda panjang akibat cedera di babak pertama yang sudah memberi waktu pemulihan bagi para pemain, wasit Said Martinez tetap memutuskan untuk memberikan jeda minum terjadwal beberapa saat kemudian.
Pertanyaan juga muncul mengenai penerapan waktu istirahat minum di stadion berpendingin udara dengan atap tertutup, di mana suhu ekstrem tidak menjadi masalah utama.
Namun, Infantino menegaskan bahwa aturan tersebut harus diterapkan secara konsisten demi menjaga keadilan.