Manajer Timnas AS Mauricio Pochettino Dilaporkan Ditawari Perpanjangan Kontrak hingga Piala Dunia 2030
Rina Kusumawati June 27, 2026 06:05 AM

Manajer tim nasional Amerika Serikat (USMNT), Mauricio Pochettino, dikabarkan telah menerima tawaran perpanjangan kontrak yang akan membuatnya tetap memimpin hingga Piala Dunia 2030.

Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) dilaporkan telah memberikan kontrak baru kepada Pochettino yang dapat memperpanjang masa jabatannya selama empat tahun ke depan. Kesepakatan tersebut diajukan sebelum dimulainya Piala Dunia 2026. Kontrak Pochettino saat ini akan berakhir setelah turnamen tersebut, namun sang pelatih telah menyatakan kesediaannya untuk bertahan jika kondisi yang ditawarkan sesuai dengan harapannya.

Pembicaraan yang Masih Berlangsung

Pochettino secara terbuka mengakui bahwa dirinya tertarik untuk menjalani siklus kedua sebagai pelatih kepala USMNT. Ia berulang kali menyinggung peluang untuk tetap bertahan, bahkan mengungkapkan kepada awak media bahwa ia telah menolak beberapa tawaran dari klub lain demi komitmennya terhadap tim nasional Amerika Serikat.

“Ketika saya berada di klub-klub lain, saya selalu berkomitmen penuh. Tentu saja, ada saat-saat ketika orang berbicara kepada saya. Saya pernah mengalaminya ketika di Tottenham, di mana saya menerima tawaran dan berbicara dengan beberapa pihak untuk mengatakan bahwa saya menghormati kontrak saya dengan Tottenham. Bagi saya, itulah cara kami bertindak... Ketika ada pendekatan seperti itu, saya tidak mendengarkan, dan perwakilan saya pun tidak akan mendengarkan sampai setelah Piala Dunia. Mungkin setelah Piala Dunia, ada kemungkinan kami tetap bersama federasi. Mungkin mereka tertarik pada kami, mungkin juga tidak, tetapi itulah komitmen saya,” ujar Pochettino setelah muncul laporan bahwa klub besar Italia, Milan, ingin menjadikannya pelatih kepala baru mereka.

CEO U.S. Soccer, JT Batson, menegaskan bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak terus berlanjut.

“Kami telah melakukan sejumlah diskusi panjang mengenai seperti apa empat tahun ke depan. Kami bersemangat, mereka juga bersemangat, tetapi tentu saja fokus utama kami saat ini adalah musim panas ini, dan kami sedang mempersiapkan itu,” kata Batson.

Tawaran Konkret

Meski begitu, U.S. Soccer disebut telah memberikan tawaran nyata kepada Pochettino sebelum Piala Dunia dimulai, yang berpotensi membuatnya tetap memimpin hingga tahun 2030, menurut laporan dari The Athletic. Kedua pihak dikatakan sepakat untuk menunda negosiasi selama turnamen berlangsung, dengan pemahaman bahwa performa tim AS di Piala Dunia akan menjadi faktor penting dalam menentukan keputusan Pochettino mengenai masa depannya.

Dan jika performa impresif menjadi dasar untuk memperpanjang kontrak, maka Pochettino tampaknya sudah memberikan sinyal positif sejak awal. Tim AS memenangkan dua laga pertama mereka di fase grup dan mengamankan posisi puncak Grup D sebelum laga ketiga – meskipun mereka mengalami kekalahan dramatis di waktu tambahan melawan Turki di Los Angeles, di mana Pochettino menurunkan sebagian besar pemain cadangan.

Peluang di Klub Kian Menyempit

Banyak yang berasumsi bahwa akan ada banyak posisi pelatih klub yang terbuka untuk pelatih asal Argentina itu musim panas ini. Ia dilaporkan sempat berdiskusi dengan Brentford tahun lalu, dan ketertarikan Milan juga nyata. Namun, setelah posisi itu kini telah terisi, serta beberapa klub lain juga telah menentukan pelatih baru, daftar peluang bagi Pochettino mulai menyusut, meski ketertarikan dari berbagai pihak masih ada.

“Dalam hampir dua tahun terakhir, kami telah menerima begitu banyak pendekatan, dan kami selalu mengatakan bahwa kami akan menyelesaikan kontrak ini pada bulan Juli setelah Piala Dunia,” kata Pochettino. “Tentu saja, kami telah didekati. Saya tidak akan berbohong. Tentu saja saya telah bertemu dengan beberapa orang dari klub berbeda, tetapi itu hanyalah percakapan karena kami memiliki banyak teman di dunia sepak bola. Kami memiliki teman di mana-mana, dan perwakilan saya bekerja untuk saya demi mencari peluang terbaik di masa depan. Itu hal yang normal. Normal bagi semua rekan saya. Banyak contoh orang yang masih memiliki kontrak dengan klub tetapi tetap berbincang dengan pihak lain.”

Piala Dunia yang Kuat – dan Masa Depan yang Cerah

Sementara itu, kampanye Piala Dunia tim AS tampaknya sedang menunjukkan perkembangan positif. Mereka akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar, dan berada di sisi undian yang relatif menguntungkan. Tim AS hanya memenangkan satu pertandingan sistem gugur dalam sejarah modern, namun berdasarkan performa saat ini, peluang mereka untuk melampaui pencapaian itu dalam turnamen ini cukup besar.

Selain itu, masih ada turnamen bergengsi lain yang patut dinantikan. Amerika Serikat dilaporkan akan menjadi tuan rumah Copa America 2028, sementara Olimpiade 2030 juga akan berlangsung di Los Angeles – hanya satu bulan setelah berakhirnya Piala Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.