Nicolas Pepe kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan penampilan individu luar biasa yang membawa Pantai Gading melaju ke babak gugur Piala Dunia. Penyerang berpengalaman itu mencetak dua gol bersejarah saat menghadapi Curacao, memastikan Les Éléphants lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
Pantai Gading capai tonggak sejarah
Pantai Gading memastikan tempat di babak 32 besar setelah menang meyakinkan 2-0 atas Curacao di New Jersey. Pepe menghapus kegugupan awal dengan memanfaatkan kerja keras Yan Diomande untuk mencetak gol tercepat Pantai Gading dalam sejarah Piala Dunia—hanya tujuh menit setelah kick-off. Mantan pemain sayap Arsenal itu kemudian memastikan posisi kedua di Grup E lewat tembakan keras spektakuler di babak kedua yang bersarang di pojok atas gawang.
Pepe puji kerja sama tim
Penyerang veteran itu mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian pribadi tersebut, namun tetap rendah hati terhadap kontribusi individu pada malam itu. Berbicara kepada FIFA, Pepe mengatakan: “Tentu saja! Saya tahu saya punya kemampuan untuk ini. Ini adalah hasil dari kerja keras saya selama ini, dan saya berharap hal ini terus berlanjut di pertandingan mendatang. Dua gol saya juga berkat tim.”
Ia melanjutkan, “Untuk gol pertama, saya hanya perlu menyambar bola setelah kerja luar biasa dari Yan; untuk gol kedua, Ibra [Sangare] memberikan umpan brilian, dan saya hanya perlu tetap fokus dan menuntaskannya. Saya ingin mendedikasikan trofi ini untuk para rekan setim. Ini adalah salah satu malam terbaik dalam karier saya.”
Pelatih Emerse Fae juga sangat gembira dengan kontribusi penting sang penyerang, seraya menambahkan: “Nico tahu, dan kami juga tahu: dia pemain kelas dunia. Dia adalah salah satu pemain yang kami andalkan untuk memenangkan pertandingan di turnamen seperti ini. Dia punya kemampuan dan pengalaman untuk melakukannya. Hari ini, dia mencetak dua gol luar biasa. Ini baik untuk tim, dan juga baik untuk dirinya.”
Talenta muda nikmati momen bersama senior
Makna historis kemenangan tersebut terasa mendalam bagi seluruh tim, terutama para pemain muda yang baru menembus skuad senior di turnamen ini. Gelandang muda Christ Inao Oulai mengungkapkan kebahagiaannya untuk Pepe, sekaligus menyoroti kebanggaan kolektif bangsa mereka. Oulai mengatakan: “Nico, semua orang menyukainya! Bersama-sama, kami sedang menulis bab baru dalam sejarah sepak bola negara kami, dan kami sangat bangga bisa berada di antara para pemain besar.”
Para pemain muda dan seluruh skuad kini harus memfokuskan diri untuk menghadapi laga berat di babak gugur melawan Prancis atau Norwegia. Menatap tantangan besar menghadapi tim Eropa tersebut, Oulai menambahkan: “Secara pribadi, saya sangat antusias karena keduanya adalah negara dengan tradisi sepak bola hebat.”
Tantangan Eropa menanti
Tim asal Afrika Barat itu kini akan menghadapi laga sulit di babak 32 besar yang akan berlangsung di Atlanta pada hari Selasa. Pasukan Fae akan menghadapi ujian berat melawan lawan tangguh, yang identitasnya akan ditentukan oleh siapa yang finis di posisi kedua Grup I. Dengan performa tajam Pepe, Pantai Gading memasuki pertandingan ini sebagai kuda hitam berbahaya yang mampu menciptakan kejutan jika mereka bisa mempertahankan disiplin pertahanan dan kepercayaan diri kolektif.