TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA – Inovasi baru lahir dari dunia pendidikan vokasi di Banjarnegara.
Maraknya kasus pencurian sepeda motor meresahkan masyarakat. Teknologi sepeda motor yang semakin canggih nyatanya belum membuat alat transportasi ini sepenuhnya aman dari tangan jahil pencuri.
Menariknya, di Banjarnegara, siswa dan guru SMK Cokroaminoto Wanadadi berhasil mengembangkan SIKAMOT SCW (Sistem Kendali Keamanan Motor SMK Cokroaminoto Wanadadi), sebuah teknologi keamanan sepeda motor yang memanfaatkan e-KTP sebagai kunci akses untuk menghidupkan kendaraan.
Karya ini dikembangkan oleh warga sekolah dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Sepeda Motor (TSM) sebagai bentuk kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan otomotif.
Teknologi ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem keamanan kendaraan yang lebih modern dan efektif.
Berawal Maraknya Kasus Pencurian Kendaraan
Pengajar SMK Cokroaminoto Wanadadi mengungkapkan, tingginya angka pencurian sepeda motor di berbagai daerah menjadi latar belakang lahirnya SIKAMOT SCW. Sistem pengamanan standar yang selama ini digunakan dinilai masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Melihat kondisi tersebut, tim pengembang dari SMK Cokroaminoto Wanadadi berupaya menghadirkan solusi yang lebih aman dengan memanfaatkan teknologi identitas digital yang telah dimiliki sebagian besar masyarakat Indonesia, yaitu e-KTP.
"Kami ingin menciptakan sistem keamanan kendaraan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mudah digunakan oleh masyarakat karena memanfaatkan kartu identitas yang sudah dimiliki sehari-hari," ungkap tim pengembang SIKAMOT SCW.
e-KTP sebagai Kunci Akses Kendaraan
SIKAMOT SCW bekerja dengan teknologi RFID yang tertanam pada e-KTP. Pengguna cukup menempelkan e-KTP yang telah terdaftar pada sistem untuk membuka akses kelistrikan kendaraan.
Setelah identitas terverifikasi, sistem akan mengaktifkan kontak kendaraan dan memungkinkan mesin dinyalakan.
Sebaliknya, apabila kartu yang digunakan tidak terdaftar, kendaraan tidak dapat dihidupkan sehingga memberikan lapisan keamanan tambahan dibandingkan sistem kunci konvensional.
Selain itu, pengembangan berikutnya juga diarahkan pada integrasi dengan teknologi pelacakan lokasi (GPS Tracking) yang memungkinkan pemilik kendaraan mengetahui posisi kendaraan apabila terjadi tindak pencurian.
Kolaborasi TKJ dan TSM
Keunikan SIKAMOT SCW terletak pada kolaborasi lintas kompetensi keahlian. Jurusan TKJ berperan dalam pengembangan sistem elektronik, pemrograman mikrokontroler, dan integrasi perangkat RFID.
Sedangkan jurusan TSM menangani aspek kelistrikan dan penerapan sistem pada kendaraan sepeda motor.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang mengintegrasikan kompetensi digital dan otomotif dalam menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala sekolah dan guru berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan teknologi yang dimiliki.
Selain sebagai media pembelajaran, proyek SIKAMOT SCW juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa melalui pengembangan produk yang memiliki peluang untuk diproduksi dan diterapkan secara lebih luas.
Siap produksi masal
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap keamanan kendaraan, SIKAMOT SCW memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi produk yang lebih siap digunakan secara massal.
Ke depan, tim pengembang akan melakukan penyempurnaan fitur, peningkatan keamanan sistem, serta pengembangan integrasi dengan aplikasi digital sehingga pengguna dapat memantau dan mengendalikan sistem keamanan kendaraan secara lebih mudah.
Melalui karya ini, SMK Cokroaminoto Wanadadi ingin menunjukkan bahwa sekolah vokasi tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.