TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menegaskan komitmennya dalam mendukung penyediaan data ekonomi yang valid dan berkualitas.
Data yang akurat dinilai menjadi pilar utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran, efektif, sekaligus berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam Apel Siaga Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Jumat (26/6/2026).
Momentum ini menandai dimulainya pengerjaan agenda strategis nasional tersebut di wilayah Dharmasraya.
Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, saat memimpin apel tersebut, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi tidak boleh dipandang sekadar sebagai rutinitas pendataan statistikal. Lebih dari itu, agenda ini merupakan ikhtiar bersama untuk memotret lanskap perekonomian daerah secara utuh.
"Pemerintah memerlukan gambaran riil mengenai kondisi perekonomian masyarakat serta dunia usaha hingga ke unit wilayah terkecil. Ketiadaan data yang akurat akan mengaburkan perencanaan pembangunan," ujar Leli.
Baca juga: Semen Padang FC Pastikan Sanksi FIFA Tuntas Sebelum Pendaftaran Pemain Liga 2 Dibuka
Menurut Leli, tantangan pembangunan ke depan kian kompleks, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan menekan angka kesenjangan.
Oleh sebab itu, kualitas data yang dihimpun tahun ini akan sangat menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang.
Bagi Kabupaten Dharmasraya, hasil akhir dari sensus ini bakal dijadikan pijakan krusial. Perumusan program kerja pemerintah daerah nantinya akan diselaraskan dengan basis data terbaru agar setiap intervensi kebijakan memberikan dampak optimal.
"Setiap data yang dikumpulkan hari ini merupakan fondasi bagi kebijakan pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Dharmasraya," kata Leli menambahkan.
Sebagai bentuk keseriusan daerah, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan dukungan penuh terhadap kelancaran seluruh tahapan SE 2026.
Sinergi lintas sektor diperkuat demi memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan.
Baca juga: Nekat Kembali Jualan Sabu, Mantan Residivis di Sijunjung Ditangkap Polisi di Pasar
Guna menyisir seluruh potensi ekonomi di wilayah tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dharmasraya memobilisasi sebanyak 243 petugas lapangan.
Ratusan personel ini akan disebar secara merata ke 11 kecamatan dan 52 nagari (desa adat) yang ada di Dharmasraya.
Para petugas dijadwalkan melakukan pendataan lapangan secara intensif mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Fokus pendataan mencakup seluruh aktivitas usaha nonpertanian, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga korporasi atau usaha besar.
Kepala BPS Kabupaten Dharmasraya Eriwarman menjelaskan, keterlibatan aktif dan kejujuran dari para pelaku usaha sangat menentukan validitas data. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan agenda besar ini tidak bisa bertumpu pada institusi BPS semata.
"Data statistik yang akurat hanya bisa terwujud jika ada transparansi dari responden. Partisipasi publik adalah kunci untuk menghasilkan cetak biru ekonomi yang terarah dan berkelanjutan," tutur Eriwarman.
Apel siaga ini juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Dharmasraya. Di antaranya Ketua DPRD Dharmasraya Jemi Hendra, Sekretaris Daerah Medison, serta perwakilan dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri setempat.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut dipertegas dengan penandatanganan Komitmen Bersama Lintas Sektoral.
Langkah ini diambil sebagai simbol kolaborasi demi mengawal dan mengantisipasi berbagai kendala teknis maupun sosial di lapangan selama proses sensus berlangsung.
Leli Arni pun menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga wali nagari untuk proaktif. Aparatur pemerintah diharapkan mampu menjadi teladan dengan memberikan informasi yang benar sekaligus mengedukasi warga di lingkungan masing-masing.
Di akhir arahannya, Wakil Bupati mengapresiasi dedikasi para petugas yang mulai turun ke lapangan. Integritas dan profesionalisme para petugas diharapkan tetap terjaga demi mewujudkan visi pembangunan Dharmasraya yang sejahtera dan merata. (*)