Tujuan Pejabat Bangkalan ke Pujon Malang Bukan Dinas Kantor, Ruly Berakhir Tragis di Juanda
Sarah Elnyora Rumaropen June 27, 2026 12:35 PM

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Kepergian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), dipastikan bukan dalam rangka penugasan resmi kantor.

Sebelum jasadnya ditemukan membusuk di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026) siang, almarhumah sempat terlacak berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang.

Kepala Dinas PRKP Bangkalan menegaskan tidak ada izin luar kota maupun tugas dari instansi saat korban meninggalkan rumah sejak Kamis sebelumnya.

 

Jejak Terakhir Ruly

Almarhumah Ruly meninggalkan rumahnya di kawasan Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan pada Kamis (18/6/2026) pukul 10.00 WIB.

Malam sebelumnya, Rabu (17/6/2025), Ruly masih terlihat di Pendapa Agung dalam kesempatan Pisah Sambut Dandim 0829 Bangkalan. 

Sejak meninggalkan rumah pada Kamis, Ruly baru menghubungi adik dan anak semata wayangnya melalui layanan video call.

Baca juga: Duka Staf PRKP Bangkalan Tanpa Sosok Ruly yang Tewas di Juanda: Beliau Supel dan Bertanggung Jawab

Dalam video call tersebut, Ruly mengabarkan ada urusan di Malang, lalu membagikan lokasi di sebuah toko buah kawasan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Jumat (19/8/2026) malam. 

Ruly mengatakan akan pulang pada Sabtu (20/6/2026), sebagaimana disampaikan Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya.

Akan tetapi pada hari itu, mobil dinas tersebut terpantau memasuki loket parkir terminal Bandara Juanda pada pukul 16.00 WIB. 

Ruly ke Malang Bukan untuk Dinas

Menurut keterangan Kepala Dinas (Kadis) PRKP Pemkab Bangkalan, Roniyun Hamid, perjalanan Ruly ke Malang bukan dalam rangka tugas dinas. 

Bahkan Ruly juga tidak berpamitan atau izin hendak ke luar kota menggunakan mobil dinas. 

"Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak," terang Roniyun Hamid. 

Baca juga: Ada Luka di Area Telinga Jasad ASN Bangkalan yang Meninggal dalam Mobil di Parkiran Bandara Juanda

Kendaraan dinas level jabatan sekretaris di lingkungan instansi Pemkab Bangkalan itu, kini dalam pangamanan Posek Sedati, Polres Sidoarjo sebagai barang bukti. 

"Mobil dinas itu sekarang masih di Juanda untuk barang bukti" kata Roniyun.

Lebih lanjut, Roniyun menyebut pihaknya baru bisa mengambil mobil tersebut setelah polisi menyelesaikan urusannya terhadap penyelidikan kasus ini. 

"Setelah nanti ada informasi dari pihak kepolisian, kami akan berkomunikasi untuk mengambil mobil tersebut," lanjutnya. 

Rekam Jejak Jabatan Ruly

Roniyun Hamid baru enam bulan berada di lingkungan kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan sebagai kepala dinas (kadis).

Sementara itu, Ruly Yunis Setiawati telah mengemban amanah menjabat sebagai sekretaris dinas selama lebih dari satu tahun.

Baca juga: Pamit ke Pujon Malang, Pejabat Bangkalan yang Tewas di Juanda Sempat Titip Pesan Terakhir ke Anak

Almarhumah sendiri masuk ke dalam gerbong mutasi pertama di bawah kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Sebelum menempati posisi strategis sebagai sekretaris di PRKP, Ruly tercatat menjabat sebagai kepala bidang di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo) Pemkab Bangkalan.

Misteri Mobil Dinas yang Jarang Dipakai Korban

Mobil dinas jenis Toyota Innova berwarna hitam milik sekretaris PRKP tersebut menjadi sorotan tajam setelah perkara ini mencuat.

Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Roniyun Hamid, mengakui sempat merasa bingung saat pertama kali mendengar kabar mengenai nomor polisi armada operasional dinas tersebut.

"Jadi ketika Rabu kemarin dapat informasi awal tentang nopol M 1090 GP, saya masih bingung karena tidak hafal dan bertanya ke beberapa staf, tapi benar itu kendaraan dinas sekretaris, almarhumah tidak pernah membawanya karena bodi Innova terlalu bongsor, Bu Ruly biasa Brio warna hitam," jelas Roniyun.

Rekaman CCTV Juanda hingga Penemuan Jasad

Berdasarkan hasil pengecekan rekaman kamera pengawas atau CCTV bandara, mobil Innova hitam berplat nomor M 1090 GP tersebut diketahui masuk ke loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) tepat pukul 16.00 WIB.

Setelah terparkir selama beberapa hari tanpa diketahui, teka-teki keberadaan mobil dinas tersebut akhirnya terjawab. 

Keberadaan mobil Innova tersebut diketahui oleh pihak keluarga bersama Roniyun dalam posisi sedang terparkir dan di dalamnya berisikan jasad Ruly pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB.

Autopsi RS Pusdik Bhayangkara Porong

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk menjalani serangkaian prosedur medis.

Tim medis rumah sakit menghabiskan waktu selama hampir enam jam untuk melakukan tindakan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian pejabat Pemkab Bangkalan tersebut.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jasad Ruly akhirnya tiba di rumah duka yang beralamat di Gang Flamboyan 18 Perumda, Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan, pada Kamis (25/6/2026) dini hari pukul 00.30 WIB.

Polisi Buru Pria Pengemudi Innova 

Kini, sorotan publik tertuju terhadap sosok pria pengemudi kendaraan dinas Toyota Innova.

Kuasa Hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan dalam rekaman yang kini telah diamankan oleh penyidik Polres Sidoarjo sebagai barang bukti, tidak ada orang lain di dalam mobil selain Ruly dan pria tersebut.

"Hanya dia seorang yang keluar dari dalam mobil, tidak ada orang lagi. Kemudian orang itu berpindah ke kendaraan lain, kendaraan umum. Kemana pria itu pergi, saat ini masih ditelusuri" jelasnya Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut, Risang menjabarkan ciri-ciri pria terakhir yang bersama Ruly tersebut. 

"Masker warna putih, pakai kacamata minus, rambut rapi tipis kanan-kiri, kulit putih, dan mengenakan arloji pada pergelangan tangan kiri," bebernya. 

Risang pun berharap teka-teki dari kasus ini bisa segera terungkap.

"Mudah-mudahan perkara ini lekas terungkap," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.