Renungan Harian Kristen Sabtu 27 Juni 2026, Kejadian 9:16-17, Perjanjian Kekal
Chintya Rantung June 27, 2026 12:51 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Sabtu 27 Juni 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Kejadian 9:16-17.

9:16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi."

9:17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

Tema perenungan adalah Perjanjian Kekal.

Khotbah:

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dalam penelitian psikologi tentang memori manusia, berbagai peristiwa yang dialami manusia, baik itu kenangan bahagia atau sedih, akan tersimpan di otak dan diolah menjadi memori jangka pendek atau panjang. 

Ingatan-ingatan itu akan muncul kembali ketika dipicu oleh hal-hal spesifik yang berhubungan dengan sebuah peristiwa melalui benda, suara, bau, tempat, peristiwa atau bahkan tanda tertentu. 

Pada peristiwa air bah yang sangat traumatis bagi semua ciptaan di bumi, Tuhan Allah memilih pelangi sebagai tanda untuk mengingatkan-Nya atas peristiwa ini.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kehadiran pelangi sebagai tanda kekekalan ini, menjadi pengingat, bukan untuk manusia, tapi untuk Tuhan Allah sendiri, bahwa bumi dan isinya yang telah dipulihkan-Nya tidak akan dimusnahkan lagi. 

Ini bukan berarti bahwa ketika manusia berdosa dan melakukan kerusakan lagi terhadap bumi lalu Tuhan Allah berdiam diri. 

Tapi justru menjaga Tuhan Allah dari murka-Nya yang membinasakan seisi bumi secara bersamaan. 

Kesalahan manusia, dosa dan pelanggaran yang dilakukan akan mendapat akibatnya sendiri. 

Tanda pelangi yang kita lihat saat ini adalah pelangi yang sama yang dilihat Nuh setelah perjanjian ini dibuat. 

Tuhan Allah mengingat janji-Nya yang kekal untuk selama-lamanya. 

Kata berît (perjanjian) yang muncul tujuh kali dalam perikop ini menandakan bahwa perjanjian ini sempurna. 

Kata ini tidak hanya sekadar bermakna perjanjian sebagai kesepakatan antar dua pihak, tapi juga bermakna relasional. 

Berît menegaskan ikatan kesetiaan dan keterlibatan timbal balik antara Tuhan Allah dengan seluruh ciptaan-Nya. 

Perjanjian yang bersifat sepihak (unilateral) ini, Tuhan Allah sendiri yang berinisiatif mensahkan perjanjian, dibuat 
sebagai pengikat bagi Tuhan Allah sebagai komitmen untuk menjaga seluruh ciptaan dari murka-Nya yang membinasakan. 

Itulah sebabnya perjanjian ini juga disebut sebagai berît olam, yakni perjanjian abadi atau perjanjian kekal, berlaku untuk selamanya (Yes. 24:5).

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Ketika Tuhan Allah berjanji untuk memberkati dan menjaga memelihara kehidupan kita, maka perjanjian-Nya itu bersifat kekal. 

Kendatipun kita harus menanggung akibat dari dosa dan pelanggaran yang kita lakukan, namun kasih Tuhan Allah tidak berhenti dinyatakan dalam kehidupan kita. 

Dalam keberdosaan kita, Tuhan Allah tetap setia dengan perjanjian-Nya, menjaga dan memelihara semua ciptaan-Nya, 
supaya tidak ada lagi air bah yang akan membinasakan bumi. Amin.

Sumber: dodokugmim.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.