TRIBUN-MEDAN.com - Ogah putus usai ketahuan goda istri orang, pria nekat bakar diri bersama pacarnya.
Dengan alasan mau sehidup semati, pelaku menyiram bensin ke pacarnya dan dirinya lalu menyulut api.
Akibat insiden ini, keduanya mengalami luka bakar.
Baca juga: UPDATE Kasus Rumah Adat Batak Monumen Sisingamangaraja XII Ludes Terbakar, Anak 13 Tahun Diamankan
Korban masih dirawat, sementara pelaku sudah diperbolehkan pulang.
Belum genap sebulan masyarakat Kalimantan Tengah digegerkan kasus seorang perempuan yang tewas diduga dibakar mantan suaminya di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, kini peristiwa serupa kembali terjadi.
Kali ini, seorang perempuan berinisial TLD (43), warga Kabupaten Kotawaringin Timur, harus berjuang melawan luka bakar serius setelah diduga disiram bahan bakar jenis pertalite oleh pria berinisial SM yang disebut sebagai kekasihnya sendiri.
Baca juga: DEVISA HASIL EKSPOR, DEPRESIASI RUPIAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Rabu (26/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dan kini tengah menjadi perhatian publik karena diduga dipicu persoalan asmara dan dugaan perselingkuhan.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh hingga harus menjalani operasi dan perawatan intensif di rumah sakit.
Saat ditemui Tribunkalteng.com di ruang perawatan pada Jumat (26/6/2026) malam, TLD menceritakan detik-detik yang mengubah hidupnya itu.
Menurut pengakuannya, pertengkaran bermula ketika dirinya menemukan percakapan di telepon seluler milik SM yang diduga berisi ajakan untuk menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang diketahui telah memiliki suami.
Baca juga: SOSOK Kombes Fernando Sanches Napitupulu Jabat Wakapolda Papua Barat Daya
Awalnya, SM membantah tuduhan tersebut dan menyebut isi percakapan hanya sebatas menjelaskan bahwa dirinya telah beristri serta meminta perempuan tersebut untuk tidak mengganggu rumah tangganya.
Namun penjelasan itu berubah setelah korban meminta tangkapan layar percakapan dari perempuan yang dimaksud.
"Dia bilang chat itu hanya menjelaskan kalau dia sudah punya istri dan meminta perempuan itu jangan mengganggu rumah tangganya. Tapi setelah saya minta screenshot, ternyata dia malah mengajak perempuan itu menjalin hubungan di belakang suaminya," kata TLD.
Perselisihan pun tak dapat dihindari. Setelah cekcok berlangsung, SM sempat meninggalkan rumah dengan alasan pergi bekerja.
Korban yang merasa kecewa kemudian memutuskan memblokir nomor telepon pria tersebut agar tidak lagi bisa menghubunginya.
Tak lama berselang, SM kembali mencoba menghubungi korban menggunakan nomor telepon milik kerabatnya. Namun nomor tersebut juga diblokir oleh korban.
Beberapa saat kemudian, pria itu kembali mendatangi rumah korban.
Sebelum kedatangan SM, korban mengaku sempat melihat sekitar dua liter pertalite berada di samping rumah. Namun saat itu ia tidak menaruh rasa curiga sedikit pun.
Baca juga: Cerita Warga Detik-detik Kebakaran Pabrik Yumeida di Deli Serdang, Panik Selamatkan Diri
Pertemuan keduanya kembali diwarnai pertengkaran.
Korban mengaku pada saat itulah tubuhnya tiba-tiba disiram menggunakan pertalite oleh pria yang selama ini menjadi pasangan dekatnya tersebut.
"Dia langsung menyiram badan saya. Setelah itu dia juga menyiram badannya sendiri sambil bilang, 'ayo kita mati dua-duanya, sehidup semati'," ujar korban.
TLD mengaku sempat mengira tindakan tersebut hanya bertujuan untuk menakut-nakutinya agar tidak mengakhiri hubungan mereka.
Namun dugaan itu berubah menjadi kenyataan ketika pelaku menyalakan korek api dan api langsung menyambar tubuh keduanya.
Baca juga: Ramalan Zodiak 28 Juni 2026, Virgo, Taurus dan Gemini Sedang Berada di Puncak
"Saat api menyala, kami berdua langsung lari ke kamar mandi untuk memadamkan api," tuturnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani tindakan operasi serta perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, SM juga mengalami luka bakar di bagian wajah dan dikabarkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Korban mengungkapkan hubungan asmara mereka baru berjalan sekitar enam bulan.
Namun setelah peristiwa tersebut, dirinya memastikan tidak ingin lagi melanjutkan hubungan dengan pria tersebut.
"Saya sudah tidak mau lagi berhubungan dengan dia," katanya tegas.
TLD juga mengungkap fakta lain yang cukup mengejutkan.
Menurutnya, sebelum peristiwa itu terjadi, SM beberapa kali melontarkan ancaman apabila hubungan mereka berakhir.
"Dia sering bilang kalau kami putus saya akan dibunuh. Bahkan pernah mengancam akan membakar rumah," ungkapnya.
Korban mengatakan pihak kepolisian telah mendatanginya sejak malam kejadian untuk meminta keterangan terkait insiden tersebut.
Namun saat itu dirinya masih berada dalam kondisi syok dan kesakitan sehingga belum mampu memberikan keterangan secara lengkap kepada penyidik.
Tribunkalteng.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang guna melengkapi informasi dan perkembangan penanganan kasus tersebut.
Sebelumnya kasus sepasang kekasih bakar diri di Kota Medan sempat viral.
Mereka adalah M Reza dan Suci
Sehari sebelum peristiwa itu terjadi, M Reza sempat mengatakan ke pemilik kos bahwa Suci adalah keponakannya.
Baca juga: Cerita Warga Detik-detik Kebakaran Pabrik Yumeida di Deli Serdang, Panik Selamatkan Diri
Hal itu pun dipercayai pemilik kos hingga mengizinkan keduanya tinggal bersama sementara.
M Reza atau Muhammad Reza diketahui berasal dari Sumatera Barat.
Pria berusia 29 tahun itu diketahui tinggal di sebuah indekos di Gang Sekolah, Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.
Bersama kekasihnya, Suci Ramayanti (25), keduanya diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri pada Rabu 7 Agustus 2024 kemarin.
Keduanya pun mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya ditaksir 80-90 persen.
Kapolsek Medan Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan Reza meninggal pada Jumat 9 Agustus kemarin, atau 2 hari setelah kejadian.
Ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Adam Malik Medan setelah mendapat perawatan.
Reza meninggal dunia sekira pukul 23:00 WIB.
"Ia benar. Kemarin malam meninggal dunia setelah sempat dirawat,"kata Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, Sabtu (10/8/2024).
Rosasio Dorothy, Manager Hukum dan Humas RSUP Adam Malik mengatakan, jenazah Reza sudah dibawa keluarganya dan dibawa ke Pasaman, Sumatera Barat.
Sementara jenazah Muhammad Reza sudah dibawa oleh keluarganya ke Sumatera Barat.
"Jenazah sudah diambil keluarga hari itu juga dan dibawa ke Pasaman, Sumatera Barat,"kata Rosasio Dorothy, Manager Hukum dan Humas RSUP Adam Malik, Sabtu (10/8/2024).
Rosa menjelaskan, untuk pasangan perempuan bernama Suci Ramayanti, hingga kini masih kritis dan terus dirawat.
Ia mengalami luka bakar serius sekitar 90 persen di sekujur tubuhnya.
"Yang perempuan masih dirawat, tapi kondisinya jelek dengan luka bakar di atas 90 persen di seluruh tubuh,"jelasnya.
(*/Tribun-medan.com)