Jateng Kekurangan Tenaga Kesehatan. Usul Buka CASN 2.076 Lowongan
rika irawati June 27, 2026 06:25 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) Jateng mengusulkan pembukaan lowongan kerja bagi 2.076 calon aparatur sipil negara (ASN) 2026.

Mayoritas dari lowongan kerja yang akan dibuka tersebut merupakan tenaga kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan, Jawa Tengah masih kekurangan dokter sehingga untuk menyiasatinya maka menggunakan dokter swasta yang bukan ASN.

"Mayoritas dokter yang kurang adalah dokter spesialis," terangnya, Kamis (25/6/2026).

Dalam skema yang diajukan ke pemerintah pusat, 2.076 lowongan kerja itu terdiri dari 1.321 CPNS dan sisanya atau 755 untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca juga: Ada Puskesmas Tak Punya Dokter, Pemprov Jateng: Mereka Pilih Kerja di Banyumas, Solo, dan Semarang

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Dhoni Widianto mengatakan, usulan CASN itu telah diajukan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Kementerian PANRB) tertanggal 31 Maret 2026.

Hanya saja, belum diketahui apakah lowongan seluruh CASN yang diajukan disetujui dan bisa dilaksanakan tahun ini.

Pihaknya masih menunggu jawaban atas surat tersebut.

Sebaran Dokter Tidak Merata

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng) Zulfachmi Wahab mengatakan, jumlah dokter di Jateng sebenarnya cukup namun sebarannya yang tidak merata.

Dia mengatakan, banyak dokter memilih tugas di kota, semisal di Kota Solo, Semarang, atau di Banyumas hingga dokter di tiga wilayah ini overload.

Hal ini mengakibatkan puskesmas di daerah kekurangan dokter, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki dokter.

"Ada beberapa puskesmas yang tidak ada dokternya tetapi masih bisa di-handle pemerintah daerah."

"(Sebaliknya) ada wilayah yang tidak bisa meng-handle," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: DPRD Jateng Siap Tampung Curhatan ASN Pemprov setelah Dilarang Kritik Pimpinan di Medsos

Zulfachmi merinci, Jawa Tengah memiliki 883 Puskesmas dan rumah sakit 370 unit.

Dari ribuan layanan kesehatan itu, terjadi ketimpangan ketersediaan dokter.

Merujuk data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jumlah dokter di Jateng mencapai 15.665 dokter (tahun 2024).

 Sementara, untuk jumlah perawat sebanyak 64.543 orang dan bidan sebanyak 30.167 orang (BPS, 2025).

Zulfachmi mengungkap, jumlah dokter yang tidak merata karena tidak ada kewajiban dokter mengabdi ke suatu wilayah.

Hal itu berbeda dengan aturan dokter pada 30 tahun yang lalu, yang berkewajiban mengabdi ke suatu wilayah termasuk ke wilayah terpencil.

"Pasti ada (kesenjangan), jadi ibaratnya di mana banyak gula pasti semutnya banyak. (Banyak memilih) bekerja di kota dibandingkan di daerah," terangnya.

Hanya saja, dia mengakui, kebutuhan dokter spesialis masih kurang, terutama dokter spesialis dasar seperti patologi dan anatomi.

"Tetapi kalau dokter obgin, dokter anak, dan bedah itu biasanya di 370 rumah sakit yang di Jawa Tengah itu terpenuhi," ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.