Matthijs de Ligt Ungkap Tiga Sosok Tak Terduga yang Membentuk Kariernya
Budi Santoso June 28, 2026 03:32 AM

Bek Manchester United, Matthijs de Ligt, mengungkap tiga pemain yang secara mengejutkan memberikan pengaruh besar dalam perjalanan kariernya.

Sejak bergabung dengan Manchester United dari Bayern Munich pada tahun 2024, De Ligt menjalani masa yang cukup stabil di klub. Ia menjadi sosok yang dapat diandalkan dan berhasil memperoleh kepercayaan dari para manajer yang menanganinya, meskipun hingga kini ia belum tampil di bawah asuhan pelatih kepala baru, Michael Carrick.

Pemain asal Belanda itu absen sejak November karena cedera punggung. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa proses pemulihannya berjalan dengan baik. De Ligt dikabarkan menargetkan comeback sensasional di awal musim 2026/27.

Dalam wawancara bersama media klub, De Ligt menyebut tiga pemain yang menjadi panutannya: Cristiano Ronaldo, Christian Eriksen, dan Harry Kane. Pilihan ini terbilang mengejutkan, karena bagi seorang pemain bertahan, biasanya inspirasi datang dari sesama pemain belakang, bukan dari penyerang sekelas tiga nama tersebut.

Tentang peraih lima penghargaan Ballon d’Or itu, De Ligt berkata, “Saya kira saya berusia sekitar tujuh atau delapan tahun ketika Manchester United memenangkan Liga Champions. Saat itu, jelas dia adalah salah satu pemain terbesar di dunia.”

“Dia memiliki gaya bermain yang ingin ditiru semua orang. Jadi, ya, mungkin dia adalah salah satu idola pertama saya.”

Ronaldo dan De Ligt sempat bermain bersama di Juventus, dengan total 67 kali tampil dalam satu lapangan yang sama.

Seperti halnya De Ligt, Eriksen juga merupakan salah satu produk sukses akademi Ajax. Meski mereka tidak pernah bermain bersama di Amsterdam, takdir mempertemukan keduanya di Old Trafford.

“Saya dulu juga bermain sebagai gelandang saat di tim muda, dan dia bermain tepat di posisi yang sama. Jadi, pada waktu itu, dia benar-benar menjadi contoh bagi saya, salah satu pemain yang sangat saya kagumi.”

“Ketika dia mulai menonjol, banyak orang sudah membicarakannya sebagai salah satu talenta terbesar yang dimiliki Ajax dalam beberapa tahun. Jadi secara alami, saya mulai memperhatikan bagaimana dia bermain. Anda bisa merasa terhubung dengannya sebagai pemain, dan menyenangkan melihat sejauh apa pencapaiannya sekarang.”

De Ligt menambahkan, “Lucunya, saya akhirnya bisa bermain bersamanya. Begitu juga dengan Cristiano. Tapi ya, dia adalah salah satu idola terbesar saya ketika saya masih muda.”

Sementara itu, nama Harry Kane menjadi sosok terakhir dalam daftar tersebut. De Ligt dan Kane sempat bermain bersama selama satu musim di Bayern Munich. Meski waktu mereka bersama terbilang singkat, pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam bagi bek asal Belanda tersebut.

“Dia memberi kesan besar bagi saya. Cara dia bekerja, seberapa hebat dia, dan konsistensinya dalam mencetak gol sungguh luar biasa. Dengan Harry, setiap tembakan selalu memiliki tujuan.”

“Dia tahu persis apa yang dia lakukan. Dia tahu ke mana harus mengarahkan bola: kanan, kiri, kepala — dan saya bahkan belum membicarakan kemampuan playmaking-nya yang juga luar biasa.”

De Ligt menyebut kapten timnas Inggris itu sebagai “penyerang yang komplet.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.