Trump Ungkap Alasan Iran Masih Punya Kemampuan Menyerang seusai Insiden Drone di Selat Hormuz
Muhammad TaufiqRahman June 28, 2026 08:42 AM

- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui Iran masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan meski sebelumnya mengklaim Teheran telah dilemahkan oleh operasi militer AS.

Menurutnya, hal itu menjadi alasan sebab terlihat dari insiden drone di Selat Hormuz yang mengakibatkan sebuah kapal terkena serangan meski sebagian besar drone berhasil dicegat.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri konferensi kebijakan Coalition for Faith and Freedom pada (27/6/2026), menyusul laporan serangan drone di sekitar Selat Hormuz.

Trump mengatakan konflik dengan Iran masih berlangsung.

Meski kemampuan militer Teheran disebut telah berkurang, menurutnya Iran masih sanggup melakukan serangan.

"Kami masih bertengkar. Mereka memiliki beberapa kemampuan, tidak banyak. Mereka tidak menang atau apa pun, tetapi mereka memiliki beberapa kemampuan. Mereka masih bisa menembak," ujar Trump.

Trump kemudian menyinggung insiden serangan drone yang terjadi sehari sebelumnya di sekitar Selat Hormuz.

Ia mengatakan terdapat empat drone yang diarahkan ke sebuah kapal besar yang tengah melintasi jalur pelayaran tersebut.

Menurut Trump, tiga drone berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Amerika Serikat.

Namun, satu drone lolos dari pencegatan hingga menghantam kapal dan menyebabkan kerusakan.

"Anda tahu, mereka menembak pesawat tak berawak kemarin, sebuah kapal besar yang masuk ke Selat Hormuz. Mereka menembak empat dari mereka. Kami merobohkan tiga dari mereka. Salah satu dari mereka, kami tidak melewatkannya. Tidak ada yang melihatnya datang. Dan itu menabrak sebuah kapal dan melakukan beberapa kerusakan. Anda tidak bisa melakukan hal itu," kata Trump.

Pejabat Amerika Serikat sebelumnya menyatakan empat drone serang satu arah milik Iran diluncurkan menuju jalur pelayaran komersial di dekat Selat Hormuz.

Dari jumlah tersebut, tiga drone berhasil dicegat pasukan AS, sedangkan satu lainnya menghantam kapal kargo berbendera Singapura.

Kapal tersebut diidentifikasi sebagai M/V Ever Lovely dan dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat insiden tersebut.

Meski demikian, Iran tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone tersebut.

Namun, Teheran berulang kali menegaskan memiliki kendali atas jalur pelayaran yang disetujui di Selat Hormuz serta memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintas di luar rute yang telah ditetapkan.

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), lembaga yang dibentuk Iran untuk mengelola jalur pelayaran di kawasan itu, juga mengeluarkan pernyataan melalui platform X setelah insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, PGSA menegaskan bahwa setiap kapal yang melintas di luar jalur resmi tidak akan mendapatkan jaminan keselamatan pelayaran maupun perlindungan asuransi.

Selain membahas insiden tersebut, Trump kembali menegaskan alasan Amerika Serikat mengambil langkah terhadap Iran.

Menurutnya, Washington harus mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

"Kita harus menghentikan mereka dari memiliki senjata nuklir karena, Anda ingin melihat masalah? Biarkan negara gila memiliki senjata nuklir. Anda akan melihat masalah seperti yang belum pernah Anda lihat sebelumnya," ujar Trump.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.