Populasi Ikan Sapu-Sapu Tak Terkendali, Nelayan Danau Tondano Minahasa Tagih Aksi Nyata Pemerintah
Rizali Posumah June 28, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ancaman terhadap ekosistem Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kian nyata. 

Hingga saat ini, populasi ikan sapu-sapu di kawasan tersebut dinilai masih belum terkendali.

Keberadaan spesies invasif ini tidak hanya mengancam keseimbangan lingkungan perairan, tetapi juga mulai memukul mata pencaharian para nelayan lokal akibat menurunnya hasil tangkapan.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa berbagai upaya pengendalian yang sempat dilakukan sebelumnya masih jauh dari kata efektif untuk menekan laju perkembangbiakan ikan tersebut.

Sejumlah warga dan nelayan mengonfirmasi bahwa satwa asing ini masih sangat mendominasi hasil tangkapan jaring mereka.

Bukan sekadar mengurangi populasi ikan endemik, karakteristik ikan sapu-sapu yang gemar membuat liang di dasar air untuk berkembang biak juga dilaporkan merusak struktur dasar perairan.

Jika tidak ada penanganan yang serius, masif, dan berkelanjutan, kualitas ekosistem Danau Tondano diprediksi akan terus merosot tajam.

Keluhan mendalam datang dari para pencari nafkah di danau tersebut.

Hendro, salah seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa kehadiran hama air ini sudah sangat menggila tanpa ada solusi konkret dari pihak berwenang.

“Masih banyak sekali karena belum ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” tutur Hendro salah satu nelayan di kawasan Danau, saat dihubungi, Sabt (27/6/2026).

Hendro menambahkan, setiap kali melaut dan menebar jala, ikan sapu-sapu selalu mendominasi muatan jaringnya, menggeser ikan-ikan konsumsi lokal yang bernilai jual.

“Jadi memang masih banyak sekali, karena setiap pasang jaring pasti tertangkap,” ungkapnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Minahasa beserta instansi terkait segera turun tangan.

Mereka mendesak dilakukan antara lain pemetaan zona sebaran, gerakan penangkapan massal, hingga perumusan strategi jangka panjang yang mengintegrasikan peran nelayan serta pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

Nelayan berharap regulasi dan tindakan nyata bisa segera bergulir sebelum kerusakan danau menjadi permanen.

“Kalau bisa secepatnya ambil tindakan karena akan semakin bertambah,” pungkasnya.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.