Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Kabupaten Rejang Lebong dipastikan dalam kondisi aman.
Meski hanya terdapat satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang melayani penjualan solar, pasokan BBM tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dari enam SPBU yang beroperasi di Kabupaten Rejang Lebong, hanya SPBU Padang Ulak Tanding (PUT) yang berada di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau yang menyediakan solar subsidi.
Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, Iptu Muhamad Akhyar Anugrah melalui Kanit Tipidter, Ipda Agus Mengku Haryono mengatakan, kepolisian terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di SPBU guna mencegah terjadinya penimbunan maupun penyalahgunaan.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak pengelola SPBU PUT, stok solar yang tersedia saat ini mencapai sekitar 8 ton. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi karena SPBU menerima pasokan baru setiap hari.
Baca juga: Cegah Kecelakaan, Perlintasan Kereta Api di Rejang Lebong Segera Dilengkapi Sistem Pengamanan
"Untuk solar di Kabupaten Rejang Lebong memang hanya tersedia di satu SPBU, yaitu SPBU PUT. Berdasarkan informasi dari pengelola, stok saat ini sekitar 8 ton dan setiap hari ada penambahan pasokan, sehingga stok dalam kondisi aman,"ungkap Kanit kepada TribunBengkulu.com pada Sabtu (27/6/2026).
Pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan penyaluran tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun stok solar mencukupi, antrean kendaraan yang hendak mengisi solar di SPBU PUT masih menjadi keluhan masyarakat.
Antrean didominasi truk angkutan barang yang mengular hingga ke badan jalan, terutama pada pagi hari. Kondisi tersebut kerap menyebabkan arus lalu lintas di depan SPBU menjadi padat dan menghambat pengguna jalan lainnya.
Salah seorang warga, Ani, mengaku sering mengalami keterlambatan akibat kemacetan yang terjadi di depan SPBU PUT.
"Macet sekali, Pak, kalau pagi. Kadang kami jadi terlambat karena banyak truk parkir dan mengantre di depan SPBU,"keluhnya.
Kapolsek Padang Ulak Tanding, AKP Edi Hermanto Purba mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak antrean kendaraan terhadap arus lalu lintas di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau.
Menurut Kapolsek, keberadaan personel di lapangan bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jalan, sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap berjalan tertib.
Hasil pengaturan yang dilakukan personel kepolisian menunjukkan arus lalu lintas di kawasan tersebut dapat berjalan tertib, aman, ramai, dan lancar, serta situasi keamanan tetap terkendali.
"Kita telah turunkan personel untuk membantu pengaturan lalin agar tidak ada kemacetan yang terjadi di depan SPBU akibat antrean kendaraan yang hendak membeli BBM,"pungkas Kapolsek.