Renungan Harian Katolik Minggu 28 Juni 2026, Yesus Menggugat Kemapanan Mengasihi Eksklusif Kita
Edi Hayong June 28, 2026 11:19 AM

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD Hari Minggu Biasa Pekan XIII– 28 Juni 2026 berjudul Yesus Menggugat Kemapanan Mengasihi Eksklusif Kita.

Renungan Harian Katolik dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I : (2Raj. 4:8-11.14-16a; Mzm. 89:2-3.16-17.18-19; Rm. 6:3-4.8-11; Mat. 10:37-42).

"Siapa saja yang memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku  sesungguhnya Aku berkata kepadamu: ia tidak akan kehilangan upahnya." (Mat. 37:42).

Target misi Allah dalam dunia melalui Yesus ialah agar semua orang selamat dengan mengimani dan mengasihi Dia di atas segala sesuatu.

Cara paling baik dalam menyambut kasih universal Allah ini sesuai arahan Tuhan sendiri ialah mengasihi seperti Ia mengasihi (menyangkal diri), bersedia menderita karena kasih itu atau mau berkorban (pikul salib), setia berjalan terus mengikut Dia sebagai Yesus Mesias, Putra Allah.  

Berhadapan dengan tuntutan ekstrim Yesus, kita mengakui dengan jujur bahwa kita tak sanggup. Kita jago dalam kasih tertutup (eksklusif) dan bukan terbuka (inklusif) seperti yang Tuhan buat bagi kita tanpa melihat siapa kita bagi Dia. 

Godaan untuk mengurung diri dalam kasih yang tertutup begitu besar. Mengasihi orang tua, sanak keluarga, orang semarga, seasal, saling membalas jasa, sesungguhnya telah menjadi kisah usang dalam sejarah panjang hidup manusia.

Yesus menggugat kita jika mau mengikut Dia sungguh, harus berani keluar dari ruang tua model mengasihi yang tak berupah dari Tuhan ini. Mengasihi atau berbuat baik karena membalas kebaikan sesama adalah baik dan terhormat di mata dunia tapi tidak untuk Tuhan.

Tuhan tulus mengasihi kita tanpa menuntut jasa kita kepada-Nya. Ia rela memikul salib, menderita dan menyerahkan Diri sebagai tebusan atas dosa-dosa kita. Kita biasa cari aman dalam hidup dan tidak berani menerima risiko karena kebenaran.

Berkubang dalam lumpur kesalahan, asal merasa aman dengan sendiri menjadi hal lumrah dalam praktek hidup masa kini.

Rumah egoisme dan kecenderungan mencari zona nyaman harus dibongkar dan dilepaskan agar kita bisa melihat Tuhan secara nyata dalam diri sesama siapa pun dia, yang sedang membutuhkan uluran tangan kasih kita yang nyata.

Berani menghadapi risiki apa pun yang terjadi (nyawa sekali pun) dalam mengasihi Yesus. Demi kebenaran, keadilan dan kualitas hidup yang unggul teruslah berlangkah maju melintasi rintangan, penderitaan sebab Yesus Mesias telah memperhitungkan imbalannya.

Terhadap Elisa utusan Tuhan, seorang perempuan kaya mengundang dia makan. Walau bersama suaminya sudah tua dan tak berketurunan toh abdi Allah, Elisa menjanjikan turunan bagi keluarga itu. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya, kesetiaan-Mu tegak segar seperti langit." (Mzm. 89:2-3).

Rahmat keselamatan, Tuhan beri kepada kita melalui sakramen-sakramen. Berkat Sakramen Pembaptisan kita hidup baru dalam Kristus.

Kata Santo Paulus, "Kamu telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus." (Rm. 6:11). Maut tetap menjadi ancaman setiap pribadi sepanjang masa. Bagi insan beriman dalam Kristus, maut telah dikalahkan melalui kebangkitan-Nya. 

Mari menjadi pengikut Tuhan yang militan dalam pelayanan demi kebaikan dan kebàhagiaan sesama. Penderitaan yang dialami selama mengikuti Yesus adalah bagian integral dari Salib Suci-Nya. Berkorban supaya orang bahagia dan selamat kelak, pertanda Anda layak menjadi murid Tuhan. 

Yesus menggugat cara mencintai dan mengasihi, yang hanya terwujud dalam kalangan sendiri yang tak berupah, agar kita bisa keluar dari zona nyaman yang tak menyelamatkan itu dengan cara hidup baru, berani pertaruhkan hidup fana ini untuk menggapai hidup Ilahi.

Semakin mengagungkan hidup fana ini dengan hidup tipu-tipu, hidup Ilahi bakal tak terjangkau dan sia-sialah hidup ini.

Selamat Hari Minggu. Tuhan berkatimu semua (RP. FF. Arso Kota, Minggu/Pekan Biasa XIII/A/II, 280626).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.