TRIBUNSUMSEL.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh data pribadi masyarakat yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak akan dipublikasikan secara individu.
Penegasan tersebut disampaikan BPS menyusul munculnya keluhan sebagian masyarakat yang menilai sejumlah pertanyaan dalam Sensus Ekonomi 2026 terlalu bersifat pribadi.
Melalui akun Instagram resminya, BPS menjelaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan responden hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan menampilkan identitas maupun data usaha milik perorangan.
Artinya, yang dipublikasikan adalah gambaran secara umum seperti:
BPS menegaskan, seluruh jawaban responden dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya diolah menjadi data statistik untuk kepentingan publik.
Menurut BPS, pertanyaan dalam Sensus Ekonomi 2026 dirancang bukan untuk mencampuri kehidupan pribadi masyarakat, melainkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai karakteristik, kapasitas, dan aktivitas ekonomi di Indonesia.
Lembaga tersebut menyebut pemahaman terhadap kondisi ekonomi tidak cukup diperoleh dari informasi yang bersifat umum, sehingga diperlukan pertanyaan yang lebih mendalam agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Karena itu, BPS mengimbau masyarakat memberikan jawaban secara lengkap kepada petugas sensus agar hasil pendataan dapat menggambarkan kondisi perekonomian nasional secara utuh.
Data yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mengetahui jumlah usaha di setiap wilayah, karakteristik sektor usaha yang berkembang, hingga sebaran aktivitas ekonomi di Indonesia.
BPS menambahkan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, mendukung perencanaan pembangunan, sekaligus membantu pelaku usaha dalam melihat peluang dan tantangan bisnis di masa mendatang.
Sebagai informasi, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Program yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini mencakup seluruh pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, konstruksi, pendidikan, real estat, hingga sektor jasa lainnya.