TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk membangun kembali Puskesmas Tiron, Kecamatan Banyakan yang terbakar pada awal Juni 2026. Pembangunan ditargetkan mulai dilaksanakan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Irwan Chandra mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke lokasi pascakebakaran guna mengetahui tingkat kerusakan bangunan sekaligus menyusun rencana rehabilitasi.
Menurut Irwan, pembangunan kembali Puskesmas Tiron menjadi prioritas karena merupakan fasilitas kesehatan yang melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Banyakan.
"Karena Puskesmas Tiron merupakan pelayanan kesehatan masyarakat yang sangat diperlukan perlu segera dibangun dan saat ini untuk pelayanan darurat ke pasien dipasang tenda darurat. Pelayanan sementara dilakukan juga di Puskesmas Grogol," katanya, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Beri Perhatian, Bupati Nganjuk Kang Marhaen Serahkan Bantuan Insentif Bagi Guru TPA/TPQ dan Huffazh
Irwan menjelaskan anggaran yang disiapkan berkisar Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan fisik bangunan, sedangkan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan akan ditangani melalui mekanisme lain.
Saat ini, kata dia, proses masih berada pada tahap perencanaan agar bangunan yang dibangun kembali memenuhi standar pelayanan kesehatan masyarakat.
"Pembangunan dilakukan setelah PAK tahun ini. Ini langkah cepat untuk pembangunan layanan masyarakat seperti Puskesmas Tiron," jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito memastikan rehabilitasi Puskesmas Tiron akan segera dilakukan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Saat meninjau lokasi kebakaran pada Selasa (9/6) lalu, Mas Dhito menyebut Puskesmas Tiron memiliki peran penting karena melayani masyarakat dari sembilan desa di Kecamatan Banyakan.
"Bangunan ini kita rehab segera, per harinya pelayanan bisa mencapai 150 orang yang datang," katanya.
Selain rehabilitasi sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Kediri juga mulai mempertimbangkan relokasi Puskesmas Tiron ke lokasi baru sebagai langkah jangka panjang.
"Untuk jangka panjangnya kita cari lahan baru," ungkapnya.
Meski bangunan utama rusak akibat kebakaran, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berlangsung. Untuk sementara, layanan dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Banyakan dengan dukungan tenda tambahan guna menampung antrean pasien.
Kepala Puskesmas Tiron drg. Yermiastuti Ratna mengatakan kebutuhan obat-obatan langsung dipenuhi melalui bantuan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan sejumlah puskesmas lainnya sehingga pelayanan tetap berjalan.
"Pelayanan tidak ada kendala, hanya di hari pertama saja karena laboratoriumnya terbatas, tapi hari kedua sudah lancar semua," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada kulkas penyimpanan obat di ruang apotek. Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar dan menyebabkan sebagian bangunan serta sejumlah fasilitas penunjang pelayanan kesehatan mengalami kerusakan.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)