SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Joemarthine Chandra, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumsel Periode 2020-2024 dan 2024-2028 bersyukur lolos masuk jajaran tujuh besar calon Komisioner Komisi Informasi Pusat RI periode keanggotaan 2026–2030.
"Alhamdulillah dipercaya sebagai komisioner Komisi Inofrmasi Pusat dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi diri saya," ungkap Joemarthine Chandra kepada Sripoku.com.
Joemarthine Chandra kelahiran Palembang 44 tahun yang lalu ini berhasil masuk jajaran KI Pusat setelah dirinya dinyatakan lolos dalam tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar secara ketat oleh Komisi I DPR RI pada Rabu (24/6/2026).
"Insya Allah akan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Menjalankan amanah, khususnya keinginan kawan-kawan di daerah," kata alumni Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya dan pasca sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda.
Komisi Informasi Pusat adalah lembaga independen yang mengawasi keterbukaan informasi publik di Indonesia dan menyelesaikan sengketa informasi melalui mediasi atau ajudikasi nonlitigasi.
"Jadi sebagai komisioner yang berasal dari daerah tentunya saya akan membawa problem-problem yang ada di daerah untuk kita selesaikan nantinya," kata Joemarthine Chandra yang merupakan kandidat doktor Ilmu Hukum dari Universitas Borobudur.
Namanya nerada di urutan ke enam dari total tujuh nama terpilih. Ketujuh nama terbaik ini nantinya akan segera diserahkan oleh pihak DPR RI kepada Presiden Republik Indonesia untuk disahkan.
Sebagai informasi, berikut adalah bocoran daftar 7 besar nama calon Komisioner KI Pusat periode 2026–2030 yang berhasil lolos dalam tahapan fit and proper test di Komisi I DPR RI:
Handoko Agung Saputro, Hafidhah, Arman Fauzi, Dery Hendryan, Edi Purwanto, Joemarthine Candra, dan Rini Purwandari.
Masuknya putra daerah Sumsel dalam jajaran komisioner pusat ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi penguatan keterbukaan informasi publik, tidak hanya di tingkat regional Sumatera Selatan, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia.
"Yang pasti bersyukur karena perjalanan ini sudah sampai kepada titik akhir," kata Joemarthine Chandra yang dikenal sebagai sosok berintegritas dan memiliki komitmen kuat terhadap keterbukaan informasi publik.
Dalam kepemimpinannya, aktif mendorong transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan informasi di lingkungan badan publik.
Sosok yang berlatar belakang advokat ini memiliki pemahaman yang baik di bidang hukum dan tata kelola pemerintahan.
Sudah barang tentu menjadi modal penting sebagai ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan.
Rekam jejak dan pengalaman nya di berbagai organisasi juga menjadikannya semakin matang dalam upaya memperkuat budaya keterbukaan informasi sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah, lembaga publik dan masyarakat.
Saat ini suami dari Sri Maryati, SH MSi yang juga Komisioner KPU Kota Palembang, dan ayah dari empat orang putra putri ini sedang menyelesaikan pendidikan program Doktornya di Universitas Borobudur Jakarta dengan mengangkat permasalahan penguatan Kelembagaan Komisi Informasi dalam Aspek Pemidanaan.
Dan ini tambah membuktikan komitmen dan perhatiannyanya terhadap keterbukaan informasi publik dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif.
• Budi Jo Buka Peluang Tangani Sriwijaya FC atau Sumsel United
Saat menjadi mahasiswa, Joe aktif di berbagai kegiatan kampus. Pernah menjadi Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa, dan di organisasi eksternal kampus pernah menjadi Sekretaris Umum HMI Cabang Palembang.
Perjalanan kariernya dimulai dengan menjadi Tenaga Ahli DPRD Ogan Ilir, kemudian konsen menjadi advokat pada tahun 2010, kantor hukumnya sering kali menangani perkara administrasi pemerintahan termasuk menjadi kuasa hukum beberapa KPU dan Bawaslu di Sumatera Selatan.
Tahun 2020 sampai saat ini Joe mulai mengabdikan dirinya dalam dunia Keterbukaan Informasi di Sumatera Selatan.